Sudahkah Bersyukur ?

Syukur, suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Allah telah
menjamin dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut.
“Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambah ni’mat kepada kamu dan jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah pedih. (QS :Ibrahim: 7).
Hadis Nu’man bin Basyir r.a.,
bahawasanya Rasulullah SAW. bersabda “barangsiapa yang tidak bersyukur dengan yang sedikit, nescaya tidak akan bersyukur kepada yang banyak; barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia,nescaya tidak akan bersyukur kepada Allah Taala.”

Arti Syukur secara mudah ialah berterima kasih dan mengenang jasa. Orang yang tak bersyukur ialah
orang yang lupa diri dan tak mengenang jasa.
Bersyukur kepada manusia bermaksud menghargai dan berterima kasih kepada manusia yang banyak menabur jasa dan bakti kepada kita tanpa diminta dan tanpa mengharapkan apa- apa balasan. Mereka yang dimaksudkan ialah seperti ibu-bapa kita, para guru dan Rasulullah SAW. Di samping memuji-muji dan mengagung-agungkan jasa kebaikan mereka, kita juga dituntut agar sentiasa mendoakan kesejahteraan dan kerahmatan untuk mereka.

Cara bersyukur atau berterima kasih atas kurnia Allah ialah dengan jadikan diri kita orang yang bertaqwa, banyak beribadah serta selalu memuji Allah dengan lisan dan di dalam hati.
Saya yakin, Anda yang mau membaca artikel ini adalah orang-orang yang pandai bersyukur. Namun bukan berarti kita tidak perlu meningkatkan.
Setinggi apa pun Anda menjadi hamba yang bersyukur, Anda masih tetap perlu meningkatkan syukur Anda. Jika Anda baru bersyukur saat menambatkan nikmat berupa materi, ini adalah baru tahap awal menjadi hamba yang pandai bersyukur.
Setiap saat, kita
mendapatkan nikmat baru. Satu detik waktu berlalu berarti kita mendapatkan nikmat hidup selama satu detik. Nafas kita, penglihatan kita, penciuman kita,detak jantung kita dan sebagainya yang tidak mungkin disebutkan disini.Kurangnya kepekaan terhadap nikmat Allah akan mengurangi syukur kita,sebab kita merasa tidak ada yang perlu disyukuri lagi.
kita harus lebih jeli dan peka terhadap berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita agar bisa meningkatkan rasa syukur.
Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, baik kejadian pada diri sendiri maupun orang lain.Sementara setiap saat selalu ada kejadian, berarti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Sementara hikmah adalah suatu nikmat.
Syukurilah.
“Ahli syukur yang sejati adalah ketika ia memperoleh harta, pangkat, kedudukan, ataupun gelar, ia hanya berpikir bahwa
semuanya adalah karunia Allah yang diberikan agar ia lebih dekat kepada-Nya. Dan, ia menggunakan karunia itu dengan benar agar berbuah berkah di jalan Allah. Inilah tipe ahli syukur.” KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) Pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid Bandung.
Karena kita tidak akan pernah tahu berapa lama lagi hidup di dunia ini. Maka, sekarang juga ucapkan syukur atas segala nikmat yang telah saya rasakan.Sudahkan Anda bersyukur? Sudahkah Anda merasakan tambahan nikmat atas syukur Anda? Apakah Anda ingin mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi? Lupakan mengeluh, mulailah perbanyak syukur.

Iklan

3 responses

  1. […] hendaknya kita juga mampu melihat dari sisi pandang yang positif. Artinya manusia harus banyak bersyukur manakala diberi kekayaan,dan harus pandai bersabar ketika terjatuh dalam keterpurukan dan […]

    Suka

  2. […] raut seperti apa yang kita miliki ini ?? Seperti apa pun ‘desain wajah’ kita sudah sepatutnya disyukuri. Yang memiliki wajah dengan desain bibir agak berat ke bawah kadang disangka kurang ramah dan […]

    Suka

  3. […] kebahagian ini.Kenduri kecil nanti sore bukan untuk menyenangkanmu.Tapi ku ingin mengajakmu berterima kasih pada Tuhanku,juga Tuhanmu.Tuhan kita.! Bukan untuk menunjukkan “kita bisa !” pada orang […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: