Apa Kata Duniaaaa

Sedih rasanya ketika seorang teman yang berprofesi guru di sebuah sekolah dasar meminta tolong untuk membuatkan dan mengajari cara ber-facebook dan internetan. Dalam hati saya berkata, “hari gini kok tidak bisa internetan ?”.
Bukan satu kali ini saja saya mengalami,beberapa waktu lalu teman lain yang juga berprofesi guru datang ke rumah membawa laptop dan minta dibuatkan sebuah akun facebook. Bahkan seorang kepala sekolah di sebuah SMP (tempat saya pernah sekolah di sini ) mengeluhkan sebagian besar guru di sana yang tidak tahu internet.
Saya jadi berpikir apa iya mutu guru (maksud saya SDM : Sumber Daya Manusia) di negeri ini ‘cuma segitu ?
Yang saya maksud cuma segitu adalah tahu mengajar tapi tidak mau belajar. Padahal,kalau berani mengajar harusnya juga berani belajar. Saya memang bukan guru juga bukan seorang ahli pendidikan,saya hanya seorang kuli/buruh kasar yang merasa prihatin dengan dunia pendidikan.(Jarang lho ada orang seperti saya he he he ! ).
Okelah,saya tidak mau berbicara tentang pendidikan dan seluk beluknya,biar para menteri dan para ahli yang memikirkannya. Lagipula saya ini kan bukan apa-apa. Nanti malah jadi lelucon.

Kasihan ya kalau hari gini masih banyak orang terutama guru (maaf bukan menghina tapi ini fakta ! ) yang tidak tahu internet.Harusnya mereka (para guru) adalah orang pertama yang menjadi pengajar menguasai dan selalu mengikuti perkembangan teknologi.Bagaimana mutu pendidikan bisa meningkat kalau kualitas gurunya rendah ? Iya kan ?
Seorang guru menurut saya disamping mengajar juga dituntut untuk terus belajar. Jadi,disamping mengajar seorang guru juga harus terus belajar untuk meningkatkan kompetensi dirinya.
Sepertinya sekarang ini guru hanya tahu mengajar tapi melupakan kewajiban belajar.Bukankah tidak ada batasan untuk terus belajar sekalipun sudah menjadi pengajar??
Apa tidak malu jika seorang guru di tanya muridnya bagaimana caranya internetan malah domblang-domblong (Jw:bengong tidak tahu) karena gagap teknologi.
Guru harusnya adalah ujung tombak mutu pendidikan bukan ujung kuku.

Saya minta maaf kalau diantara pembaca adalah seorang guru dan tersinggung dengan tulisan ini. Saya yakin Anda lebih tahu dengan apa yang harus dilakukan sebagai seorang guru. Tugas Anda mencetak generasi penerus yang tangguh dan cerdas. Kemajuan teknologi semakin pesat dan canggih. Jangan biarkan diri kita terbelakang dan gagap teknologi alias gaptek. Guru kok gaptek ? Apa kata dunia ??!

Iklan

7 responses

  1. Insya Allah . -Segera meluncur. .Terima kasih sudah mampir ke gubuk saya.Salam kenal kembali. .

    Suka

  2. iyya mas bro ane juga ikut prihatin,dl sekolahnya para guru2 yg gaptek (ndeso ) itu pa dimana sich,sya yakin bukan lulusan dr magelang sopasti…
    ah embuhlah…mumet aq…

    Suka

    1. Jgn lupa ucapkan trm kasih pd guru,meskipun gaptek. .

      Suka

      1. selalu masbro,nek misale saiki diwulang(diajar) lagi ma pak Guru pasti dah ta ajak debat,…

        Suka

      2. Gak takut kuali. . ? Eh kualat ! Kita bisa debat jg karena guru. . Hehe. .

        Suka

  3. Guru….oh Guru…………

    Kerennya, kalo guru memanfaatkan internet untuk media pembelajaran…

    Suka

    1. apri@setuju. . !

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: