Belajar Dari Ulat

Hari selasa,tidak ada yang istimewa di hari selasa ini dalam hidup saya yang memang tidak istimewa.Dari selasa ketemu selasa lagi,biasa-biasa saja,tetap masih nguli.

Kata orang roda kehidupan terus berputar.Dan di posisi yang sekarang saya tempati,entah di bawah atau di samping saya tidak tahu.Yang penting nikmati aja proses berputarnya.Jalani apa adanya,toh saya ini tidak punya dan tidak ada apa-apanya.

Tadi sore,saat duduk ‘leyeh-leyeh” setelah seharian banting tulang (mau banting kursi tidak punya hehe. .) seekor ulat entah dari mana datangnya tiba-tiba melata di depan saya.Hampir saya bunuh ulat tadi dengan menginjaknya,tapi saya urungkan niat itu.Sesaat saya perhatikan si ulat sementara dia asyik terus melata di tanah lalu merambat ke rumput-rumput.

Memperhatikan ulat tadi saya jadi merenung.Berpikir ! Sepintas makhluk Allah yang namanya ulat ini hidupnya sangat mengenaskan.Hampir setiap orang mencacinya,memusuhi dan bahkan kadang ada yang suka membunuhnya.Dia hidup melata dari daun ke daun,dari dahan ke dahan lainnya setiap hari.Jika ia turun atau terjatuh ke tanah hampir pasti pada saat itu hidupnya akan berakhir,entah di patok ayam atau diinjak manusia seperti yang tadi hampir saya perbuat.
Meski hidup mengenaskan tampaknya ulat adalah makhluk yang punya kekuatan iman kepada Sang Maha Pencipta.Allah subhanahu wa ta’ala.Dengan kekuatan imannya sang ulat memohon agar hidupnya tak selamanya mengenaskan.
Demi perubahan nasibnya untuk menjadi lebih baik,ulat rela berpuasa tidak makan dan tidak minum bahkan menjauh dari keramaian kawannya untuk menyendiri.Dia tidak bertemu dengan lawannya mungkin karena khawatir akan menggunjing lainnya,atau bisa jadi dia tidak mau melihat yang ada di sekelilingnya yang dapat merusak nilai puasanya dan mengacaukan niatnya untuk merubah nasib.Singkatnya sang ulat menutup diri dari kehidupan duniawi yang mengitarinya.
Lama-kelamaan ulat pun mulai terbungkus kepompong sebagai rumah baru yang melindunginya dari bahaya.Dari sini ulat yang tadinya hina dan mengenaskan mulai berubah,dari yang selalu bergerak menjadi pendiam.Sebuah rumah yang tenang dan aman kini ditempatinya.Kepompong !

Menariknya,kepompong itu bagi anak-anak kampung-termasuk saya dulu waktu kecil suka memainkannya-dianggap benda menarik.Padahal sebelumnya kepompong itu adalah seekor ulat yang ditakuti dan dimusuhi,sekarang berbalik disukai.Seiring berjalannya waktu akhirnya kepompong membuka diri dan dari ‘rumahnya’ itu keluarlah sang ulat -yang dulu hina dan mengenaskan-kini menjelma sebagai seekor kupu-kupu indah dan menarik.Bukan hanya anak-anak,orang tua pun banyak yang suka.Di sinilah hebatnya si ulat menjadi kupu-kupu,dari yang tadinya dibenci menjadi disukai dan dipuji,dari dianggap hina menjadi dicinta,karena kekuatan iman kepada Allah.Dia berpuasa,menjauh dari keramaian duniawi,menahan diri dari hal yang sia-sia dan dosa untuk merubah diri menjadi makhluk Allah yang mulia.Yang disukai semua orang.

Baru saya sadari bahwa ternyata hidup yang jalani sekarang adalah ujian dan belum ada apa-apanya dibandingkan ulat tadi.Belum seujung bulu halusnya.Saya yakin ulat tadi tidak datang kebetulan,tapi dikirim Allah untuk memberi saya pelajaran berharga tentang bagaimana seharusnya menghadapi ujian kehidupan.Melalui ulat tadi seolah mengingatkan bahwa manusia terlahir membawa asal yang sama tetapi akan membawa nasib berbeda;kaya,miskin,cantik,jelek,berpangkat,melarat dan sebagainya,semua itu adalah ujian bagi manusia.Semua itu hanya stempel yang menempel pada manusia,bukan menjadi pembeda antara satu dan lainnya disisi Allah.

Iklan

4 responses

  1. […] memperbanyak meminta dan memberi ampunan.Bulan Ramadhan juga bulan kesabaran,maka kita hendaknya berlatih untuk lebih sabar menghadapi ujian hidup ,lebih gigih dan […]

    Suka

  2. […] memperbanyak meminta dan memberi ampunan.Bulan Ramadhan juga bulan kesabaran,maka kita hendaknya berlatih untuk lebih sabar menghadapi ujian hidup ,lebih gigih dan […]

    Suka

  3. Ada perkataan ulama bahwa merenungkan sejenak tentang kekuasaan Alloh SWT lebih baik dari ibadah berbulan-bulan. Kunjungan balik nih Sob 😆

    Suka

    1. Terima kasih sudah meluangkan waktu mampir di gubuk ini.Semoga bisa saling berbagi ilmu dan menjalin silaturrahm.Maaf tidak ada sajian yang istimewa,cuma ubi rebus dan air putih saja..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: