Tahu

Tadi malam saya menulis puisi sekenanya dengan judul Tahu Tidak ,saya tahu Anda yang telah ‘terpaksa’ membacanya pasti bisa dengan cepat memahami maknanya karena puisi tersebut memang ditulis sekenanya.’Kena’ dibaca saja sudah untung. .(hehe..!)
yuk kita baca lagi…!

Tahu Tidak

tidak tahu tidak tahu tidaktahu
jahil
menjauhlah

tidak tahu tahu tidaktahunya
sadar
ajari

tahu tidak tahu tahu
tidur
bangunkan

tahu tahu tahunya
ikutilah

cari tahu dalam tidak tahu

****

zain

Saya yakin Anda pasti tahu apa maksudnya.!Sebenarnya puisi tersebut adalah sebuah kutipan ‘oleh-oleh’ sewaktu saya masih mengais ilmu di pesantren.Doeloe.! Sayang sekali saya lupa sumbernya.

Lengkapnya kurang lebih begini :

Orang yang /tidak tahu/ dan dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu,ia adalah orang yang ‘jahil’ (bahasa arab,artinya bodoh).Maka jauhilah.Mudah2an ini bukan termasuk saya. .Hehehe…!

Orang yang tidak tahu dan ia tahu bahwa ia tidak tahu,ia adalah orang yang bersahaja dan sadar.Ajarilah dia.
(ini baru termasuk saya. .Soalnya saya ini termasuk orang sadar bahwa saya tidak tahu. . Hoho.. ! ).

Orang yang tahu,dan dia tidak tahu bahwa ia tahu,orang itu tertidur.Bangunkanlah dia.
(ini juga termasuk saya,terutama soal tidur.Seneng tidur dan malas bangun..Jadi tidak tahu apa apa…He he . .!)

Orang yang tahu dan dia tahu bahwa dia tahu,orang itu bijaksana.Ikutilah dia.
(hmmm…yang ini belum termasuk Anda..Kenapa ? Soalnya Anda mengikuti blog saya..Oops.Maaf..! Tapi bener kan ? He he he ! !

Sudah bosan membaca tulisan ini ? Saya harap belum.Kalau belum monggo dilanjut..!
Di bagian akhir saya menulis cari tahu dalam tidak tahu,hanya ingin mengingatkan (diri saya sendiri) untuk cari tahu dan tahu yang seharusnya dicari,terus belajar dan tak pernah berhenti mengais ilmu.Sebab,dengan ilmu segala perbuatan akan dikerjakan dengan dasar pengertian dan keyakinan yang lebih kuat,sehingga tidak akan bertindak serampangan atau ngawur.Ilmu seperti obor yang menerangi jalan (hidup) yang akan ditempuh.Tanpa ilmu kehidupan manusia ibarat kuburan yang gelap,sunyi senyap dan kadang menakutkan.Semuanya hanya tidur telentang tanpa bisa berbuat apa pun untuk dirinya.

Orang yang tidak tahu tentang sesuatu diperintahkan Allah untuk “bertanya” kepada orang yang tahu.Tidak boleh bersikap masa bodoh dengan ketidaktahuannya.
“Bertanyalah kamu sekalian kepada ahli ilmu/orang yang tahu kalau kamu tidak tahu.”(QS.An Nahl : 43)

Orang yang tahu/berilmu pun secara moral berkewajiban menyebarkan dan mengamalkan ilmunya kepada orang lain.Tak seharusnya orang yang tahu/berilmu malah ‘tertidur’ dan menunggu ‘dibangunkan’.

Masih banyak yang harus kita tahu,masih banyak ilmu untuk kita gali.Tentu saja ilmu yang bermanfaat ,bukan ilmu yang justru akan mencelakakan kehidupan duniawi dan ukhrowi.

Mengakhiri coretan sekenanya ini saya kutipkan kata-kata bijak untuk kita renungkan :

Science without religion is blind.Religion without science is futile.

Realizing stupidity is going to get knowledge.

Reading is not only to know but to understand as well.

.

Ilmu tanpa agama itu buta.Agama tanpa ilmu itu hampa.

Menyadari kebodohan adalah langkah terbaik menuju pengetahuan.

Membaca bukanlah hanya untuk mengetahui tetapi untuk mengerti.

.

Salam. .

Iklan

3 responses

  1. […] memaknai apa yang kita baca.Setidaknya sudah ada yang didapat dari membaca berupa informasi.Dari dari tidak tahu menjadi tahu,ibaratnya seperti air yang mengisi gelas kosong.Sampai di sini,membaca telah membuat kita tahu […]

    Suka

  2. hebat artikelnya,,,,, mengena…. šŸ˜€

    Suka

    1. terima kasih. .

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: