Waktunya Diam

‘Nal,orang itu mending banyak duit daripada banyak omong ! Iya,kan ?’
Apa yang dikatakan Pak Dhe di sela ‘acara leyeh-leyeh’ sore kemaren tiba-tiba saja melintas di pikiran saya.Kelihatannya sepele dan sederhana tapi begitu mengena.Setidaknya membuat saya ‘kudu mikir’ tentang satu hal.
‘Apakah saya ini termasuk orang yang banyak omong ?’
Ataukah termasuk orang yang ngomongnya banyak?
Ah,bisa jadi termasuk keduanya.Banyak omong dan omongannya banyak.! Sama saja.
Ada satu yang sudah pasti : ‘Saya bukan (belum) termasuk orang yang banyak duit tapi masih termasuk salah satu dari manusia di dunia yang bercita-cita punya banyak duit..!”

Kata-kata ‘banyak omong’ Pak Dhe itu mengingatkan saya pada sebuah hadits Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Salam yang diriwayatkan Imam Bukhari yang artinya,“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah selalu berkata benar atau diam.”
Dari hadits ini tersirat sebuah pesan kepada manusia yang beriman kepada Allah dan hari kiamat untuk selalu menjaga lisan agar berkata benar.Berkata haruslah dengan ilmu.Berkata tanpa ilmu sama saja sok tahu.Tong kosong nyaring bunyinya.! Banyak omong tapi tidak tahu alias tidak didasari ilmu.Seseorang yang banyak
omong biasanya isi pembicaraannya cenderung membual atau ada kebohongan yang disembunyikan, tujuannya tidak lain untuk memberikan kesan bahwa yang dibicarakan adalah hal yang sempurna,omongannya meyakinkan dan penuh energi. Dia biasanya
berusaha memberikan janji-janji yang nyatanya adalah palsu belaka.

Alangkah menyedihkan jika banyak omong dan tidak memiliki ilmu,kata-kata yang terucap hanya menjadi omong kosong tanpa arti,tanpa makna dan tanpa manfaat sama sekali.Padahal semua perkataan,pendengaran,penglihatan dan hati kelak akan diminta pertanggungjawabn di hadapan Allah pada hari kiamat.Dalam Al Quran dijelaskan :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan,dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS.Al ISRAA :36)

Sudah saatnya saya harus belajar supaya lebih banyak DIAM.Diam dari perkataan yang sia-sia.Diam dari perkataan dusta.Diam dari keluh kesah.Diam dari kata-kata yang menyakitkan,komentar dan celetukan yang tidak ada gunanya.Diam dari sok tahu dan sok pandai.Diam dari berlebihan kata.Diam dari banyak omong..!

@

Iklan

7 responses

  1. Aamiin.
    Terima kasih doa dan kunjungannya.
    Semoga kita termasuk golongan orang2 yang selalu berkata benar seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW melalui hadist di atas.Dan mudah2an kalimat terakhir yang terucap saat ajal menjemput adalah kalimat toyibah,”La ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.. ” yang akan mengantarkan kita kepada surga-Nya…

    Suka

  2. mudah-mudahan bisa selalu menjaga lisan. apa yang diucapkan adalah sesuatu yang benar dan bermanfaat

    Suka

  3. Salam Kenal Untuk Semuanya Yaa… 🙂

    Suka

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Jika bicara banyak dan isinya penuh dengan nasihat, pesan dan teguran yang baik, menurut saya tidak mengapa asal sahaja tahu apa yang dibicarakan. Jika sebaliknya, maka diam itu lebih baik. Diam itu adalah sebahagian daripada disiplin rohani yang menunjangkan kebenaran dan menggelakkan kita berbuat dosa lebih banyak.

    Untuk mengganti kondisi diam yang tidak bermanfaat, maka jadikan buku sebagai teman yang menghiburkan.
    Tulisan saudara memberi pesan yang baik buat saya memuhasabah diri. Terima kasih.
    Salam sejahtera.

    Suka

    1. Wa alaikum salam warahmatullah wa barakatuhu…
      Saya sependapat dengan anda,Siti Fatimah Ahmad.
      Setidaknya dengan diam dari kata-kata yang sia-sia bisa menghindarkan kita dari dosa dan masalah.
      Namun ada juga diam yang justru kadang menjadi masalah.Yaitu diam karena licik,dendam dan dengki.Kelihatannya diam tetapi menyimpan rencana jahat di belakang..

      Suka

  5. diam adalah emas , bukan begitu

    Suka

    1. Kadang-kadang….! Saya lebih melihat bahwa diam itu tidak selalu emas.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: