Hutangku Hutangmu

“Anakku,pagi ini ku khitan dirimu seperti janjiku kemarin.Ada bahagia dan sedikit bangga yang tak pernah Ayah rasa sebelumnya.Tentu aku bahagia sampai hari ini masih diberi kekuatan untuk menjagamu,menjaga amanah Tuhanku,juga Tuhanmu.Aku bahagia,bahwa engkau telah tumbuh semakin dewasa.Aku juga bahagia bahwa hari ini satu hutangku telah ku tunaikan.Mengkhitan dirimu.

Anakku,maafkan jika tak ada pesta besar untuk merayakan kebahagian ini.Kenduri kecil nanti sore bukan untuk menyenangkanmu.Tapi ku ingin mengajakmu berterima kasih pada Tuhanku,juga Tuhanmu.Tuhan kita.! Bukan untuk menunjukkan “kita bisa !” pada orang lain.
Bukan untuk memamerkan apa yang kita peroleh.Itu hutang yang harus aku dan kamu tunaikan pada orang lain di sekeliling kita.

Anakku,apa pun yang aku dan kamu dapatkan,semua itu hutang yang kelak akan ditagih oleh Tuhanku,juga Tuhanmu.Tuhan kita.
Jangan pernah engkau merasa semuanya pemberian cuma-cuma.
Pendengaranmu,adalah hutang apa-apa yang kau dengar.
Penglihatanmu,adalah hutang pada apa-apa yang kau dengar.
Hatimu,adalah hutang apa-apa yang tersimpan di dalamnya.
Hartamu,adalah hutang apa-apa yang kamu belanjakan.
Waktumu,adalah hutang apa-apa yang kau habiskan bersamanya.
Hutang yang terlalu banyak untuk ku sebutkan.
Hutangku,hutangmu.Hutang kita.

Anakku,hutangku padamu masih belum ku tunaikan seluruhnya.Tugas menjadikanmu shaleh sejatinya bukan bersumber dari mana-mana,ia pertama kali bermuara dariku.Orang tuamu.
Lalu bagaimana aku membaikan hidupmu dan mengajarkanmu tentang keshalehan sementara kata-kata shaleh masih jauh dariku ?
Aku jelas berhutang untuk menshalehkan diri sendiri dalam ini.
Memberimu tempat bernaung sekedar tak tertimpa panas dan hujan juga belum ku tunaikan.
Menyediakan waktu bersamamu untuk mengeja kebaikan-kebaikan hidup adalah hutangku yang juga belum ku tunaikan.
Semakin menumpuk saja hutangku.Belum lagi kewajibanku bergaul dengan sesama,
Kewajibanku kepada Tuhanku,Tuhanmu.Tuhan kita.

Anakku,hidup ini adalah hutang dan semua harus ditunaikan.
Engkau adalah generasi matahari,kelak kau tahu hutang-hutangmu.
Hutangmu padaku hanya satu : “Tunaikan hutangmu !”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: