Ada Aja Alasannya

al kisah

Suatu hari tetangga Nashruddin ingin meminjam tali jemuran.Nashruddin lalu masuk ke dalam rumahnya dan keluar kembali seraya berkata,”Maaf,keluarga saya sedang memakainya untuk mengeringkan tepung.”

Mendengar jawaban Nashruddin,orang itu berkata,”Bagaimana mungkin mengeringkan tepung dengan tali jemuran ?”

Nashruddin menjawab,”Subhanallah,itu sesuatu yang mungkin bila Anda sudah memiliki niat untuk tidak meminjamkan kepada orang lain.”

Anggaplah kisah Nashruddin hanya sebuah ilustrasi,sebuah contoh betapa kita juga seringkali menjadi orang yang pelit untuk meminjamkan sesuatu milik kita kepada orang lain,entah itu teman,tetangga atau siapa saja yang kita temui dan bermaksud meminjam barang kita.

“Boleh pinjam sepeda motornya sebentar gak ?”

“Aduh,maaf ya.Bukannya gak boleh,tapi bannya bocor.Besok aja ya kalau udah ditambal bannya.”(wow..Perlunya sekarang,bukan besok,Dodol !? Padahal ban nya gak apa-apa)

“Pinjam sandal jepitnya, ya.?”

“Gimana ya..Secara sandal gue belinya di luar negeri lho…??Di supermarket terkenal lagi.”(Ha..Ha..ha..! Baca panduan kepemilikan sandal,dong !

Ah,kenapa selalu ada aja alasan untuk ‘tidak boleh’ dipinjam.??Kenapa masih terlalu suka menunjukkan diri sebagai orang pelit ?

Iklan

16 responses

  1. alasannya ngak masuk akal ya

    Suka

    1. bila sudah memiliki niat
      untuk tidak meminjamkan
      kepada orang lain alasan yang tidak masuk akal pun jadilah…

      Suka

  2. wkwkwkwk,, ada” aja ya gan.. masa ada peraturan tentang sandal.. hehe

    Suka

    1. Hehe..Kali aja ada yang belum tahu cara memakai sandal yang benar…

      Suka

  3. Salam kembali..
    Terima kasih sudah berkunjung..
    Ya saya sependapat,hati-hati dalam meminjamkan barang memang perlu.tapi kita juga harus bisa melihat siapa yang meminjam..Kalau misalnya tetangga meminjam sapu kan tidak perlu hati2 amat..

    Suka

  4. Salam.. πŸ˜‰
    Meski bagaimanapun juga kita mesti hati-hati ketika meminjamkan barang, sebab kebaikan kita kadang malah dijadikan sebagai sasaran orang lain untu berbuat jahat.. :lo:

    Suka

  5. sangat sederhana namun rumit, masalah meminjamkan barang…
    saya sendiri masih bingung… πŸ˜€

    Suka

    1. Mas Zasseka,bingungnya (mungkin) mau dipinjamkan takut rusak atau hilang..-gak dipinjamkan kok gak enak hati..malah kadang kita (saya) udah buruk sangka dulu sama orang yang mau pinjam..

      Suka

      1. Ya betul, begitulah kira-kira.
        tapi memang saya percaya, sesuatu yang hilang (karena di pinjam) akan kembali lagi karena kuasa Tuhan.
        tapi rasa kehilangan itulah yang terkadang, membuat kita jadi tidak ingat akan iklas itu sendiri. πŸ™‚

        Suka

      2. ikhlas memang tak semudah kita mengucapkanya..Sedikit sekali orang yang bisa berbuat ikhlas.
        Saat kita merasa kehilangan sesuatu (karena dipinjam misalnya),dengan mudah kita bisa bilang ‘udah ku ikhlaskan kok. Gak apa2.’ tapi bisa jadi saat itu hati kita belum menerima.Orang bilang lain di mulut lain di hati..Berbuat ikhlas memang sulit,apa lagi kalau kita terlalu merasa memiliki..

        Suka

      3. Ya itulah yang saya maksudkan sobat… πŸ™‚

        Suka

      4. Yah,kita (saya terutama) memang harus lebih giat lagi belajar untuk ikhlas.Menyadari bahwa apa yang kita punya adalah titipan Tuhan semata mungkin bisa menjadi sebuah langkah untuk lebih ikhlas menerima saat kita harus kehilangan apa yang kita punya.Namanya titipan suatu saat pasti akan diambil oleh yang menitipkan.Dan Tuhan punya banyak cara untuk mengambil kembali titipan itu dari kita.Entah itu dicuri,hilang atau rusak..

        Suka

  6. Tulisan ini sungguh penting untuk kita jadikan introspeksi. Padahal kalau kita mudah meminjami, tentu hidup kita juga akan mendapatkan banyak kemudahan.

    Suka

    1. Terima kasih,Ustadz.
      Mudah2an kita (saya sendiri maksudnya ) bisa belajar untuk lebih mudah meminjamkan tanpa harus cari-cari alasan untk bilang “tidak boleh !”..

      Suka

  7. trauma kalii… πŸ˜€

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: