Ramadhan Bulan Introspeksi Diri

Waktu berjalan begitu cepat.masa setahun tidak terasa.Rasanya baru kemaren ditinggal pergi bulan Ramadhan,kini tinggal beberapa hari lagi sudah menjelma kembali di hadapan kita.Pergantian hari dan perubahan waktu semakin tidak terasa.Dikira baru sehari atau dua hari,tahu-tahu sudah seminggu.Seminggu berlalu tahu-tahu sudah berganti bulan.tak terasa sebulan berlalu begitu saja.Hitung punya hitung sudah satu tahun kita lalui.Dari Ramadhan tahun lalu,sampai ke Ramadhan lagi.Semakin cepat saja rasanya waktu berlalu.

Kita sering lupa,bahwa pergantian hari dan perjalanan waktu ini semakin mengurang jatah usia kita.Bertambah tahun,bertambah pula umur,semakin bertambah dekat saja ke pintu kubur.Dalam masa setahun ini apa yang sudah kita lakukan.? Apa yang sudah kita perbuat untuk kita,untuk orang tua kita,untuk keluarga kita,untuk agama kita,untuk hari esok yang lebih baik,hari yang kekal,hari yang abadi..??
Kita semua mafhum,bahwa yang namanya mati itu pasti.Siapa di dunia ini yang tidak akan mengalami mati ? Semua pasti mati.Lagi-lagi pasti.
Apa kurangnya Liem Sie Liong,Marcos,Soeharto,Kaisar Hirohito,dan banyak lagi tokoh-tokoh dan konglomerat dunia lainnya.Kota mana di dunia ini tidak bisa mereka datangi.Dokter spesialis yang bagaimana tidak bisa mereka gaji.Tablet obat yang seperti apa tidak bisa mereka beli.Semua bisa.Mereka kaya raya,uang berlimpah.
Cuma satu yang mereka tidak bisa cari di dunia ini,yaitu tablet penangkal mati.
Raja Fir’aun yang pernah mengaku dirinya Tuhan,akhirnya mati juga.
Singkatnya kalau ajal sudah tiba,malaikat maut datang menjemput,namanya mati pasti tiba meskipun bersembunyi di lobang semut.

Bulan Ramadhan yang kita jelang ini adalah bulan penuh berkah,bulan tempat menimba pahala dan melebur dosa.Disebut sebagai tempat menimba pahala karena setiap amal kebajikan di bulan Ramadhan oleh Allah dilipat gandakan pahalanya.Memperbanyak infak,sedekah,menyantuni dan menolong anak yatim serta fakir miskin,juga ibadah-ibadah lain,seperti berzikir,membaca Al Quran,sholat sunat dan sebagainya sebagai upaya untk menambah dan meningkatkan deposito akherat.Maksudnya untuk memberatkan timbangan pahala di akherat kelak.

Bulan Ramadhan adalah bulan kualitas.Bulan yang berharga.Sebisa mungkin apa yang kita perbuat adalah perbuatan yang berharga.Mulut tidak mengucapkan kecuali kata-kata yang bermanfaat,bermakna,dan berharga.Telinga tidak mendengarkan kecuali yang berharga.apa saja yang kita lakukan harus dengan niat berharga hanya karena Allah..!

Kita juga harus lebih gigih untuk jujur menilai diri.Kegigihan menilai diri sendiri secara jujur tentu akan memudahkan kita menemukan kekurangan diri uuntuk kemudian memperbaikinya.Gigih dalam memperbaiki diri sendiri itulah hakikat sebenarnya dalam upaya memperbaiki orang lain.Apalah artinya kita sibuk memperbaiki orang lain sementara kita semakin terpuruk dalam keburukan.

Bagaimana mungkin seorang anak rajin mengaji kalau orangtuanya malas beribadah.Bagaimana murid mau giat belajar kalau gurunya malah sibuk SMS-an saat mengajar.Bagaimana rakyat mau hidup sederhana kalau para pemimpinnya justru bermewah-mewahan.

Kalau kita baik dan bisa menjadi teladan,tanpa diminta pun orang akan mengikuti.Bulan Ramadhan tahun ini harusnya kita manfaatkan betul untuk introspeksi diri.Sehingga di akhir Ramadhan kita keluar menjelma sebagai kupu-kupu yang indah dari sebuah kepompong.Yakni kepompong Ramadhan.

Apa tidak kepengen??

Iklan

12 responses

  1. […] untuk kita renungkan bersama dari peringatan malam nuzulul Quran ini apalagi jika dikaitkan sebagai Ramadhan bulan introspeksi diri Yaitu,seberapa pentingkah Al-Quran di mata kita ? Apakah kita hanya menganggap Alquran sebagai […]

    Suka

    1. betul,Pak Onnie..semoga kita termasuk orang yang penuh semangat dan harapan menyambut ramadhan..kita menggarap ampunan,rahmat dan terbebasnya dari siksa api neraka..semoga fisik dan jiwa kita benar2 telah siap menyambut malam 1000 bulan dimana ibadah pada malam itu dilipatgandakan sebanyak 1000 bulan..

      Suka

      1. Amin..Ya Robbal Alamien

        Suka

  2. […] marhaban ya ramadhan bukan hanya sekedar ucapan di mulut saja.Marhaban ya Ramadhan berarti bulan untuk introspeksi diri dan berbenah.Bukan bulan untuk menjadikan kita umat Islam supaya lebih konsumtif dan berperilaku […]

    Suka

  3. […] Ramadhan Bulan Introspeksi Diri […]

    Suka

  4. Ummu El Nurien | Balas

    mudahan kita bisa memanfaatkan ramadhan tahun ini seoptimal mungkin untuk kebaikan, tentunya diawali dengan mengintropeksi diri tentunya .

    Terimakasih mas atas masukannya..

    Suka

    1. Insya Allah,Ummu el Nurien..
      semoga Ramadhan tahun ini ibadah kita bisa lebih baik dan lebih istiqomah..bukan hanya di bulan Ramadhan saja,tapi juga bulan2 berikutnya..kita sama2 mendoakan supaya kita lebih banyak belajar dan mulai untuk taqwim (evaluasi diri) lalu ber-iqomah..

      Suka

  5. Karena rutinitas kerja yang tak kenal waktu menjadikan waktu seakan cepat berlalu. Mungkin ditempat terpencil nan sepi di sana waktu tetap sesuai dengan kurunnya. Selamat menyambut bulan Ramadhan …

    Suka

    1. rasanya sama saja Pak,soalnya saya sendiri tinggal di daerah terpencil..(tapi gak mencil2 amat sih..hehe..)..

      Suka

  6. mungkin karena kita lalai dengan waktu yang kita miliki…kita lebih suka menghabiskan waktu untk nyante2,main2 dan mengejar duniawi dan sedikit sekali waktu untuk berzikir,tafakur,membaca Al Quran,dan berbagai ibadah lain..
    coba kalau kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk beramal soleh..mungkin waktu akan terasa ‘lebih lama’…

    Suka

  7. kenapa waktu itu terasa begitu cepat ya mas sekrang ini?
    apa itu cuma perasaan saya saja?
    atau apakah mas juga merasakan hal yang sama?? hmm 🙄

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: