Sisa Obrolan

Sejujurnya saya sedang tidak punya ide untuk menulis.Seperti biasa,selalu nano-nano pikirannya kalau mau menulis.Mau menuliskan tentang menu buka puasa tadi sore yang ‘ajeg’ kok ya kebangeten rasanya.Masak iya menu ‘sambal korek’ dan lalapan daun singkong rebus ditambah secangkir teh kurang gula mau dibeber-beberkan jadi postingan…
(lha sing mbok tulis ki opo,Dul…! Haha.)

Tidak terasa ya sudah sepertiga pertama Ramadhan dilalui,sementara belum ada peningkatan kualitas puasanya.(Setidaknya itu yang sedang saya pikirkan. Bagaimana tidak ?? Coba pikir,puasanya cuma sebatas menahan lapar,dahaga dan syahwat,thok.!! Tidak lebih.! Saya kadang mikir,lha kalau puasa cuma menahan rasa lapar,haus sama nggak berhubungan suami-istri kambing juga bisa. Iya,kan ??
Kambing jantan dan betina dipisahkan,dikasih batas di kandang terus nggak dikasih makan minum seharian dari subuh sampai magrib. Nggak makan,nggak minum,nggak kawin tuh kambing..Puasa.!
Sama dengan…..(sambil nunjuk diri saya sendiri..!!).
Konyol kan.? Ya jelas konyol kalau puasa cuma seperti itu.Cuma dapat lapar sama haus.Nilainya kurang.Kalau bisa ditulis di raport paling-paling nilainya MERAH.
Apa nggak ‘tragis ? Seharian ‘mati-matian’ menahan diri berpuasa cuma dapat nilai merah.
Bagaimana mau dapat nilai baik coba,ngaku sedang puasa tapi mulutnya masih ngomongin tetangga,kupingnya ikut-ikutan nimbrung waktu dengar gosip terbaru,matanya masih plirak-plirik dan ijo waktu liat yang ‘kinclong dan klimis’,,hatinya…?? Wow..! lebih dahsyat lagi..bukannya belajar merasa bagaimana derita fakir miskin yang ‘kekurangan’ makan,eee..malah sibuk memikirkan ‘kekurangan’ menu buat buka puasa nanti sore.Sudah ada cendol masih kurang belum ada sirupnya,nasi lengkap sama lauk dan sayur masih kurang lengkap belum ada cuci mulutnya…sibuk cari jajanan..
Waktunya kerja malah ngiler,katanya lemes.:)
Lha terus kapan kualitas puasanya meningkat kalau dari Ramadhan ke Ramadhan begitu ??

Okelah kuantitasnya dapat.Sebulan penuh puasa nggak ada bolongnya.Tapi masa iya mau begitu terus.?? Dari tahun ke tahun tidak ada pertambahan nilai. Puasanya hanya dzohirnya saja.Jasmaninya thok.Batinnya tetap tumpul..pul..!
Katanya hidup harus to be excellen [sok inggris-inggrisan..hehe.,padahal ora mudheng..!],bertambahnya kebaikan sesudah kebaikan.
Bertambahnya nilai.
Lha kalau tetap ‘aku masih seperti yang duluu…’(lagu..) ya jangan mimpi dapat predikat takwa seperti yang tercantum dalam Al Quran “la’allakum tattaquun…” iya kan..??

*coretan ini cuma sisa obrolan ringan dari saya,untuk diri saya sendiri..mudah-mudahan tidak ada kesamaan ‘isi’ dengan pembaca…
Seperti itulah puasa kita..(eh salah !) saya maksudnya..
Parah kan..??
Anda ??

Iklan

10 responses

  1. ustad mau nanya?,,, sudah bedug magrib belum?, :mrgreen:

    Suka

    1. pertanyaanya akan kami tampung…!

      Hehe..,

      Suka

      1. diusahakan dipercepat ustad,,
        karena saya sudah minum ( loh???)

        Suka

  2. Mas Triyoga.. sama2 belajar ke arah sana ya..jangan sungkan untuk tetap saling mengingatkan..

    Suka

  3. Kayaknya apa yang dirasakan jamaah nih. Sama maksudnya. hehehe

    Suka

    1. maaf, kalau ada kesamaan murni bukan kesengajaan lho ya,mas.
      tapi…
      *hehe..

      Suka

      1. Tapi itu fakta jaman sekarang. *hoho

        Suka

      2. itulah PR buat kita..
        supaya terus meningkatkan kualitas ibadah kita..

        Suka

      3. Mantap mas. Mungkin bisa jadi refleksi diri kedepannya. hehe

        Suka

  4. jleb dah… lumayan sih ada mirip-miripnya juga dengan yang saya rasakan ha ha 😀

    yang paling terasa ya itu karena sudah terbiasa jadi orang orang miskin ya jadi agak gimana gitu puasa bisa peduli kepada yang lebih miskin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: