Monthly Archives: Agustus, 2012

A59. Hiatus,apa sich?

Hiatus,definisi yang pastinya saya belum tahu.Apa maksudnya juga saya belum paham.Lha,terus..??
Makanya saya mau nanya..hiatus,apa sich ?

Kalau iya bener yang dimaksud hiatus adalah kondisi dimana seseorang vakum dari mengerjakan suatu aktifitas,contohnya ngeblog,berarti sekarang mungkin saatnya saya untuk hiatus.Saya kira wajar jika seorang blogger hiatus. Tentu saja setiap blogger punya alasan yang berbeda-beda pula kenapa hiatus. Mungkin karena blog sepi pengunjung,sibuk dengan pekerjaan,atau mungkin karena lagi males

Alasan yang terakhir sepertinya cocok buat saya,soalnya saya lagi pengen hiatus.

Mmm..sementara saya hiatus,boleh ya saya minta tolong kepada para sahabat,sebenarnya yang dimaksud hiatus,apa sich ?

Salam…

Iklan

A58. Lagi Males

Lagi males..! Hari ini saya benar-benar lagi malas.Malas yang tidak khusyu’.Malas yang tidak fokus,dan kurang konsentrasi menikmati rasa malas yang sedang dialami..Harusnya saya bisa menikmati rasa malas ini dengan tidak malas-malasan. Pokoknya benar-benar malas yang sebenar-benar malas.. Tapi ternyata saya tidak bisa menikmati rasa malas ini.. Sayang sekali..!!

Tadi saat istri saya bertanya,”Mas,sudah makan apa belum..?” Saya jawab sekenanya,”Belum..! Nanti saja.Lagi malas..!” Sebenarnya saya agak menyesal memberikan jawaban itu,tapi ya mau apa lagi..lha wong lagi males. Waktu saya mengatakan begitu,entah darimana seakan ada yang berbisik.”Disuruh makan aja malas,apalagi suruh kerja..!” (Beeuuh….!).

Setiap orang akan hidup dengan bebannya masing-masing,dan terkadang merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling menderita,paling banyak ditimpa masalah di dunia ini.Padahal kalau mau meluangkan sedikit waktu dan menengok ke kanan-kiri,ternyata masih banyak yang nasibnya lebih buruk jika dibandingkan.Begitulah kebanyakan sudut pandang manusia.Memang tidak salah mengeluhkan keadaan,tapi kalau terus-menerus mengeluh bisa merusak pamor diri sendiri.

Malas [mungkin] adalah suatu penyakit.Jika saat ini ada diantara pembaca yang (kebetulan) juga sedang malas untuk beraktifitas,malas mengerjakan tugas-tugas kantor(bagi yang kerja di kantor),turuti saja nafsu malas itu.Biarkan malas itu tetap malas. Jangan memaksakan diri mengerjakan sesuatu jika sedang malas.Karena sesuatu yang dipaksakan hasilnya pasti kurang maksimal.Contohnya ya tulisan lagi males ini..(Emang selama ini tulisan-tulisanmu maksimal gitu….?? We.he.he..! )

Ah,sudahlah…abaikan saja apa yang Anda baca barusan. Saya juga tidak paham apa maksudnya.Anggap saja tulisan “mblarah” dari pikiran yang lagi males..Untuk membaca lagi saja saya sudah malas.Mau dilanjutkan entah apalagi yang mau saya tuliskan.. Ya itu tadi,lagi males !!
Harusnya sekarang saya mengemasi pakaian dan menyiapkan keperluan untuk besok.Rencananya besok pagi-pagi berangkat ke Ketapang.. Tapi memang benar-benar lagi malas,saya berniat nanti selepas subuh saja berkemas..lagian tidak banyak yang harus disiapkan.Cuma satu tas + isinya..!

Sekali lagi,saya lagi males..! Yang saya inginkan sekarang adalah melayani perasaan malas sepuas-puasnya.Besok pagi baru membangun niat,membangun tenaga dan fokus pada satu tujuan : Saya harus bekerja supaya tetap bisa memberi nafkah anak istri,bisa berbagi,syukur bisa untuk pergi haji.Dengan harapan semua yang dilakukan mendapat Ridho ILLAHI..

Lalu apa kesimpulannya…?? Ternyata malas juga harus tenanan alias sungguh-sungguh,karena kalau dalam keadaan lagi males aja tidak ‘tenanan’ pasti juga tidak tenanan saat mengerjakan yang lain.Nikmati dan turuti saja kalau lagi males sampai benar-benar capek.Jika sudah penat bermalas-malas,sudah puas melayani perasaan malas…akhire rakyo ndelosor dhewe…!! hehe…

Saya Lagi males (bangets)…! Saya tambah “bangets” dengan “s” artinya rasa malasnya sudah benar-benar malas 99,99999%.

Sebentar,sebenarnya saya ngemeng apa ya…?? Tadi saya cuma mau bilang bahwa saya lagi males. Lucu kali ya kalau saya hanya menulis “LAGI MALES[dot]COM”.

Hee.he..he..

Salam..

A57. Sintang (Mulai) Macet

Jalan-jalan di kota Sintang terasa semakin sempit saja.Hampir semua jalan dipenuhi kendaraan yang setiap tahun semakin bertambah.Becak,truk,bus,mobil box,mobil pribadi,dan khususnya sepeda motor jumlahnya semakin meningkat.Padahal luas jalan yang sudah ada belum bertambah,kalau pun bertambah hanya sedikit.Tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah kendaraan.Dengan semakin bertambahnya kendaraan semakin membuat jalan terasa sesak dan mudah sekali macet.Terutama sepeda motor yang sangat jelas sekali pertambahannya,mungkin disebabkan karena mudahnya membeli sepeda motor dengan cara kredit.

Akan lebih terasa lagi Sintang (mulai) macet pada pagi hari dan saat selesai jam kantor serta saat bubaran anak sekolah.Belum lagi antrian panjang di depan setiap SPBU yang sepertinya sudah menjadi rutinitas.Tiada hari tanpa antrian.Sepeda motor,mobil,dan truk berebutan mendapat antrian paling depan.Untuk mendapatkan 2-3 liter bensin guna mengisi tangki sepeda motor saja harus rela antri di bawah terik matahari berjam-jam.Kadang begitu sampai giliran antrian ternyata bensin sudah habis. Uuh..! Ujung-ujungnya membeli di penjual eceran dengan harga lebih mahal tentunya.Pernah sekali saya ikut antri,karena sudah terlalu lama menunggu akhirnya saya putuskan keluar dari antrian.Satu-satunya alternatif supaya tangki sepeda motor terisi ya beli bensin sama penjual eceran.Dimana..?? Ya persis di depan SPBU tempat mengantri tadi.(Beuh….Parahh.!).Harganya selisih Rp 1500,- dari harga di SPBU.Mantap,bukan ??Dan yang tak kalah hebat adalah kenyataan bahwa di kios-kios pengecer itu bensin melimpah sementara di SPBU-nya sudah tutup karena kehabisan stok.(tanda tanya yang besar….).
Ah..kok malah jadi ‘buruk sangka’ begini ya..??

Kembali ke tema (mulai) macet,penuhnya sepeda motor dan kendaraan lainnya di jalan-jalan kota Sintang semakin terasa ketika musim liburan dan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri yang baru berlalu.Hampir di setiap perempatan yang ada lampu bangjo, antrian kendaraan bisa sangat panjang. Hal seperti itu perjalanan kendaraan semakin lama sampai di tujuan.

Orang mudah kredit sepeda
motor, berarti semakin banyak orang yang memiliki sepeda motor. Hampir setiap rumah memiliki sepeda motor lebih dari satu. Apalagi cara memperoleh motor dengan cara mudah sekali
yakni dengan uang muka yang murah. Makanya banyak orang kredit motor, karena dianggap lebih irit biaya transportasi setiap bulannya. Selain itu, juga tentu saja ada pertimbangan lain seperti untuk menjaga gengsi dan lainnya.

Beberapa tahun lalu kalau belanja atau sekedar jalan-jalan ke Pasar Sungai Durian kita masih leluasa berkeliling.Tapi sekarang,untuk memasukinya-dan melewatinya perlu ekstra kesabaran dan perjuangan. Bongkar muat barang di kawasan Pasar Sungai Durian hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas bukanlah hal baruMasalahnya, kemacetan itu bukan hanya kerena bongkar muat barang, tapi juga penyempitan ruas jalan lantaran banyak para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di sejumlah kawasan tersebut.kemacetan terjadi ketika menjelang padatnya aktivitas bongkar muat yang diperparah dengan kesemrawutan lalu lintas. Kondisi demikian sudah hampir menjadi keadaan rutin, yang secara idealnya memang perlu mendapat perhatian serius.

Menangani persoalan kemacetan-khususnya di Sungai Durian-memang tidak mudah dan asal main tertib begitu saja,karena dampaknya bisa sangat luas.Masalah bukan hanya macetnya lalu lintas yang semrawut,banyak persoalan yang melingkupi, untuk masalah di Sungai Durian, maka penyelesaiannya butuh solusi bijak dan memberikan keadilan kepada semua pihak.kalau sudah berhadapan dengan pedagang kaki lima urusannya bukan lagi tertib atau tidak tertib,karena sudah menyangkut urusan perut.Meskipun tidak mudah,semoga pemerintah daerah dapat mencari solusi terbaik menyelesaikan permasalahan ini.
Sintang memang sudah mulai macet…….*

Zainal Abidin

*sumber gambar:pontianakpost.com

A56. Urip Kudu Tenanan

“Urip Kudu Tenanan”

“Pokok’e T wae”

Urip kudu tenanan (hidup harus serius),begitu orang Jawa bilang.
Serius bukan berarti hidup ini penuh dengan ketegangan dan rasa tertekan. Ibaratnya kita berenang di sungai,ikuti saja arusnya tapi jangan sampai ‘kintir’ (hanyut terbawa arus).

Dalam hidup ini juga kita tak (selalu) benar menebak apa yang kita inginkan dapat terwujud.Seperti kata orang tua “kabeh wis tinulis” (semua sudah suratan),dan itu adalah rahasia illahi… Dulu mungkin kita pernah ‘menebak’ setelah lulus sekolah/kuliah punya pekerjaan tetap dan mapan,bisa beli rumah,punya mobil,punya segalanya,lalu menikah,dikaruniai anak-anak lucu dan sehat,selepas kerja melepas penat seharian dengan bercanda dan bercengkerama bersama anak istri di rumah. Mungkin juga kita pernah menebak bahwa pada umur sekian (harus) sudah sukses hidupnya.Dan entah apalagi tebakan-tebakan lain yang begitu banyak.Lalu kenyataan sekarang ternyata semua tebakan itu [masih] meleset..Oh,bagaimana ini…..??

Kadang bingung juga dan bertanya-tanya,kenapa ada orang yang kelihatan santai,tidak terlalu ‘tenanan’ dan kurang kerja keras tapi kehidupannya lebih berhasil daripada yang bekerja lebih keras lagi.Kita yang sudah bekerja keras banting tulang (untung tidak pecah…hehe..!) kehidupannya malah masih begini-begini saja.. Pernah juga terlintas,kenapa kita yang sudah berusaha melamar kerja ke sana sini belum juga diterima kerja..ee..yang kelihatannya tenang-tenang saja di rumah tahu-tahu dapat panggilan kerja di perusahaan yang kita incar..
Lagi-lagi jadi teringat kata orang tua bahwa “rezeki sudah ada yang ngatur dan tidak akan tertukar”. Cukuplah kalimat sederhana ini menjadi motivasi dan membesarkan hati agar tidak terjatuh ke jurang putus asa,kufur nikmat dan tidak bersyukur. Barangkali sekarang belum tiba giliran kita karena bisa jadi kita masih kurang keras dalam berusaha,kurang berdoa,kurang bersedekah,kurang ibadah dan kurang kurang yang lainnya…

Urip kudu tenanan,Hidup harus bersungguh-sungguh.Bagai seorang pemulung yang sedang mengais sampah untuk mendapatkan rezeki halal.Saya juga sedang mengais semangat,mengumpulkan kepingan-kepingan motivasi supaya dapat disusun menjadi semangat yang membara.Lagi-lagi teringat kembali kata para orang tua “Ikhlas marang opo wes kelakon, trimo marang opo kang dilakoni lan pasrah opo kang bakal ono.Ojo lali nyenyuwun lan muji syukur marang Pengeran.”(Ikhlaskan yang telah terjadi,terima yang sedang dialami,dan pasrah/tawakkal apa yang akan terjadi.Jangan lupa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan).Sebagai manusia tentu harus tetap berusaha,belajar dan berdoa.Insya Allah tidak ada usaha dan ilmu yang sia-sia,pasti akan berguna dan membuahkan hasil.Kita tunggu saja waktu waktu panen buat kita. Hidup bukan “cuma mampir ngombe”,kalau “ngombe” terus-terusan akhirnya ya klempoken thok.(bahasa Indonesianya klempoken apa ya….?).Urip kudu tenanan,punya harapan dan tujuan karena Allah menciptakan manusia juga “tenanan” tidak main-main.Apa yang ada sekarang kurang atau lebih tinggal dijalani dan disyukuri. “Teko T wae..!”.Pokoknya T aja…! Apa itu T ?? Tenanan,Tawakkal,Takwa,Terus…..apa lagi ?? Hmmm…terus ya…. tenanan tulisan ini saya akhiri dengan ‘tenanan’,yang TIDAK sesuai dengan RASA dan LIDAH para pembaca,harus tenanan ditinggalkan dan jangan dibawa pulang terlebih-lebih dimasukkan dalam hatiā€¦’ntar malah bisa membuat hidup Anda (tidak) tenanan.
he..he..

Saya bukan seorang motivator ‘tenanan’ yang pandai merangkai kata-kata motivasi yang indah.Sehebat dan seindah apa pun kata-kata motivasinya tinggal kita ‘tenanan’ atau tidak menerapkan dalam kehidupan.seperti kata orang tua,“urip kudu tenanan”…….

Motivasi Berwarna Untuk marsudiyanto.net

%d blogger menyukai ini: