Acara Komedi Sahur Ramadhan Memprihatinkan

Meskipun awam saya prihatin pada tayangan komedi sahur yang cenderung melecehkan dan tidak membawa pesan moral yang baik, padahal acara sahur seharusnya diisi
dengan hal-hal yang bermanfaat.Stasiun televisi bertanggungjawab
menyajikan tayangan mendidik dan bermoral kepada penontonnya, bukan malah merusak moral masyarakat.

Acara-acara komedi justru cenderung menampilkan adegan yang melecehkan dan merendahkan martabat orang berkondisi fisik atau berorientasi seks dan identitas gender tertentu.Biasanya yang sering jadi bahan ejekan adalah orang bertubuh pendek atau susunan gigi yang tidak biasa.Ditambah lagi ‘adegan kekerasan’ dan ‘penganiayaan’ yang meskipun hanya dilakukan sebagai bagian skenario komedi serta ‘menggunakan property dari bahan yang tidak berbahaya’.Di tengah atau akhir tayangan biasanya juga diselipkan acara kuis yang [lagi-lagi menurut saya yang awam] tidak lebih sebuah olok-olok.Orang dewasa yang bisa menjawab bahwa ‘produk A’ yang mensponsori tayangan komedi tersebut (misalnya) diteriaki : kamu hebat ! kamu pintar dan seterusnya,kemudian diberi hadiah jutaan bahkan puluhan juta rupiah.
Gila ! Apanya yang hebat wong sudah jelas-jelas sponsornya terlihat di layar kaca.Ironisnya,orang yang menjawab pun bersorak kegirangan,berseri-seri dan bangga.
Yach,mungkin karena hadiahnya itu orang bersorak.Namun,sebagai orang dewasa yang cuma benar menjawab pertanyaan mudah seperti contoh di atas lalu pantas bersorak kegirangan.???
Seandainya yang menjawab anak TK/SD lalu diteriaki :”Wah,kamu hebat.” “Anak pintar !” dst,wajar saja dan kita barangkali bisa maklum.
Lha ini orang dewasa,akil baligh bahkan sudah disebut orang tua.

Acara Canda dan humor (Komedi) memang perlu asalkan bernilai dan berdampak positif dan tidak justru berdampak dan bernilai negatif seperti menimbulkan luka hati atau ketersinggungan pihak/orang lain.Sekali lagi,stasiun televisi bertanggung jawab menayangkan acara yang mendidik dan bermoral.stasiun televisi harus
memiliki kesadaran sensor untuk mencegah terjadinya pelanggaran pada acara-acara yang ditayangkannya.

    Jangan menjadikan simbol-simbol Islam (tauhid, risalah, wahyu dan dien) sebagai bahan gurauan.

Firman Allah: “Dan jika kamu tanyakan mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu),tentulah mereka akan menjawab,“Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. at-Taubah:65)

    Jangan menjadikan kebohongan dan mengada-ada sebagai alat untuk menjadikan orang lain tertawa. Jangan mengandung penghinaan, meremehkan dan merendahkan orang lain.

Masih banyak ide dan cara lain yang lebih cerdas,lebih bermartabat serta bermanfaat untuk membuat orang tertawa.
“Hai orang-orang yang beriman,janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) ; dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan)
lebih baik dari wanita (yang
mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” (QS. al- Hujurat:11)

Canda,komedi atau humor itu perlu

    tapi yang sehat, cerdas,positif dan menyegarkan.

Bukan begitu ??
*

Iklan

9 responses

  1. sayang sanksinya cuma ‘teguran’…jadi kurang memberi efek jera..

    Suka

  2. penontonnya juga akhirnya ‘terpaksa’ tertawa..

    *salam,trm kasih sudah berkunjung..

    Suka

  3. *jarang lihat tv, cuma dengar*
    kelucuannya sering dipaksakan..

    Suka

  4. Betyul tuw, apalagi lawakannya si O…. yang sampe dipanggil KPI. Haduuuh x_x

    Suka

  5. Bener gan, setuju. Ane juga miris dengan lawakan pelawak kita sekarang

    Suka

    1. yach begitulah..kita harus pandai memilah dan memilih acara tv yang lebih bermanfaat apalagi kalau menonton bersama anak2..
      kita perlu tayangan yang memberikan keramahan
      bagi anak-anak Indonesia.

      Suka

  6. Benar mas. Sekarang udah jarang pesan moral yang diberikan seperti para dagelan jaman dulu nih. Hehe

    Suka

    1. beda zaman beda pesan ya Mas..
      kalau dulu pesan moral sekarang “setelah pesan-pesan berikut ini..!”(muncul iklan..)
      saya sering ‘mbatin’ penonton tidak pesan apa-apa…
      Hehe..

      Suka

      1. Bener juga ya. Hehehe. .
        Mungkin itung-itung amal kali mas.
        Kan di bulan ramadhan bisa berlipat2 tuh.
        CMIIW. 😀

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: