Cuma Cerita Tapi…

Ya,saya cuma mau cerita tentang Kang Muji yang selepas shalat tarawih tadi menceritakan tentang salah seorang kerabat jauhnya yang kini sedang dirawat di rumah sakit.Kerabatnya tersebut akan menjalani operasi dan memerlukan darah AB.Masalahnya sampai hari ini belum menemukan pendonor darah dengan golongan darah yang sama. Seluruh anggota keluarganya di sini sudah dicek ternyata tidak ada yang cocok.

Sudah lebih tiga hari ini mereka ke sana sini mencari dari bertanya ke tetangga kanan kiri,kenalan,sampai mendatangi beberapa kantor instansi pemerintah hasilnya tetap nihil..

Cerita-lebih tepatnya obrolan saya dengan Kang Muji berlanjut kepada pertanyaan siapa diantara kami yang memiliki golongan darah AB dan berkenan mendonorkannya.?? Sayangnya tak satupun yang memiliki golongan darah tersebut diantara kami.

Ada cerita menarik yang saya dapatkan dari Kang Muji tentang donor darah dan patut dijadikan sebagai contoh untuk kita.Sebuah pelajaran berharga dari satu kata sederhana tapi sering kita sulit melakukannya.Yaitu ikhlas.
Ceritanya begini.(Saya ambil ringkasnya saja).
Suatu ketika Kang Wiyono (kakak ipar Kang Muji) pernah mendonorkan darah kepada seorang bapak yang waktu itu benar2 sangat membutuhkan.Kang Wiyono yang memang sudah sering mendonorkan darahnya pun segera melakukannya. Tanpa diberi atau meminta imbalan apapun.
Selang beberapa bulan kemudian (hampir setahun) Kang Wiyono kedatangan tamu yang ternyata adalah anak dari bapak yang pernah ditolongnya.Tamunya menyerahkan sertifikat tanah atas nama bapak itu dan meminta Kang Wiyono menerimanya.Merasa bukan haknya,sertifikat tanah itu ditolak Kang Wiyono.
Dari si tamu tadi menceritakan bahwa bapak yang pernah menerima darahnya dulu sudah meninggal dunia.Sebelum meninggal,bapaknya pernah menyerahkan sertifikat sebidang tanah dan berwasiat jika ia meninggal agar sertifikat itu diberikan kepada orang yang pernah mendonorkan darah untuknya.
Bersyukurlah bapak itu yang dikaruniai anak soleh. meskipun bukan anak kandung dan satu-satunya anak angkatnya,si anak menyampaikan amanah wasiat tersebut. Subhanallah..!
Yang lebih menakjubkan lagi,Kang Wiyono yang hidupnya sederhana ini, meskipun sempat diterimanya karena dipaksa tamunya,menyerahkan kembali sertifikat itu dan mengatakan dia tidak mengharap apapun kecuali ikhlas karena Allah. Padahal Kang Wiyono tahu sertifikat tanah itu bernilai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Tapi Kang Wiyono lebih memilih kesederhanaannya daripada menukar keikhlasannya dengan harta dunia yang tak seberapa.

Semoga ada hikmah yang bisa dijadikan pelajaran.Maaf jika cara saya menyampaikan ceritanya dengan bahasa yang belepotan..

Iklan

10 responses

  1. wah keren kang zainal πŸ™‚

    Suka

    1. terima kasih,,
      tapi apanya yang keren,Ze..??

      Suka

  2. Hmmm … sepakat sama Uni Izzawa, mudah-mudahan masih banyak orang yang seperti itu ya …

    Suka

    1. sepakat juga dengan uni izzawa untuk bilang..
      Aamiin…….

      hehe..
      terima kasih kunjungannya..
      Salam sukses..

      Suka

  3. mdah2n orang seperti itu masih banyak lagi…. πŸ™‚

    Suka

    1. semoga ya,Mbak izzawa.
      dan kita bisa belajar serta berusaha untuk menjadi salah satunya..

      Suka

      1. aminnnn πŸ™‚

        Suka

  4. wah cerita yang hebat sekali sobat, sejenak aku sendiri merinding. Seperti mendapat pelajaran yang sangat berharga tentang keiklasan… Luar biasa Kang Wiyono itu… yang aku percaya, Allah pasti akan melancarkan riskinya lewat rencana Nya… πŸ™‚

    Suka

    1. saya sendiri ‘mbrebes mili’ mendengar ceritanya,Mas..
      apalagi saat tahu bahwa si anak angkat itu perlu waktu cukup lama menemu Kang Wiyono..soalnya beda kabupaten..
      saya lupa tidak menceritakan ini..

      Suka

      1. wah wah… jadi teringat dengan seorang tukang ojeg. yang aku sendiri tidak tahu dia siapa dan dimana dia tinggal… 😦
        aku hutang nyawa kepadanya…
        tanpa bantuan dia mungkin aku sidah mati sewaktu kecelakaan tahun 2002 silam… 😦
        nama saja tidak tahu apalagi rumahnya, dan sampai sekarang kadang saya sempatkan untuk mencoba mendoakan orang itu, karena cuma itu yang bisa saya lakukan… 😦

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: