A56. Urip Kudu Tenanan

“Urip Kudu Tenanan”

“Pokok’e T wae”

Urip kudu tenanan (hidup harus serius),begitu orang Jawa bilang.
Serius bukan berarti hidup ini penuh dengan ketegangan dan rasa tertekan. Ibaratnya kita berenang di sungai,ikuti saja arusnya tapi jangan sampai ‘kintir’ (hanyut terbawa arus).

Dalam hidup ini juga kita tak (selalu) benar menebak apa yang kita inginkan dapat terwujud.Seperti kata orang tua “kabeh wis tinulis” (semua sudah suratan),dan itu adalah rahasia illahi… Dulu mungkin kita pernah ‘menebak’ setelah lulus sekolah/kuliah punya pekerjaan tetap dan mapan,bisa beli rumah,punya mobil,punya segalanya,lalu menikah,dikaruniai anak-anak lucu dan sehat,selepas kerja melepas penat seharian dengan bercanda dan bercengkerama bersama anak istri di rumah. Mungkin juga kita pernah menebak bahwa pada umur sekian (harus) sudah sukses hidupnya.Dan entah apalagi tebakan-tebakan lain yang begitu banyak.Lalu kenyataan sekarang ternyata semua tebakan itu [masih] meleset..Oh,bagaimana ini…..??

Kadang bingung juga dan bertanya-tanya,kenapa ada orang yang kelihatan santai,tidak terlalu ‘tenanan’ dan kurang kerja keras tapi kehidupannya lebih berhasil daripada yang bekerja lebih keras lagi.Kita yang sudah bekerja keras banting tulang (untung tidak pecah…hehe..!) kehidupannya malah masih begini-begini saja.. Pernah juga terlintas,kenapa kita yang sudah berusaha melamar kerja ke sana sini belum juga diterima kerja..ee..yang kelihatannya tenang-tenang saja di rumah tahu-tahu dapat panggilan kerja di perusahaan yang kita incar..
Lagi-lagi jadi teringat kata orang tua bahwa “rezeki sudah ada yang ngatur dan tidak akan tertukar”. Cukuplah kalimat sederhana ini menjadi motivasi dan membesarkan hati agar tidak terjatuh ke jurang putus asa,kufur nikmat dan tidak bersyukur. Barangkali sekarang belum tiba giliran kita karena bisa jadi kita masih kurang keras dalam berusaha,kurang berdoa,kurang bersedekah,kurang ibadah dan kurang kurang yang lainnya…

Urip kudu tenanan,Hidup harus bersungguh-sungguh.Bagai seorang pemulung yang sedang mengais sampah untuk mendapatkan rezeki halal.Saya juga sedang mengais semangat,mengumpulkan kepingan-kepingan motivasi supaya dapat disusun menjadi semangat yang membara.Lagi-lagi teringat kembali kata para orang tua “Ikhlas marang opo wes kelakon, trimo marang opo kang dilakoni lan pasrah opo kang bakal ono.Ojo lali nyenyuwun lan muji syukur marang Pengeran.”(Ikhlaskan yang telah terjadi,terima yang sedang dialami,dan pasrah/tawakkal apa yang akan terjadi.Jangan lupa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan).Sebagai manusia tentu harus tetap berusaha,belajar dan berdoa.Insya Allah tidak ada usaha dan ilmu yang sia-sia,pasti akan berguna dan membuahkan hasil.Kita tunggu saja waktu waktu panen buat kita. Hidup bukan “cuma mampir ngombe”,kalau “ngombe” terus-terusan akhirnya ya klempoken thok.(bahasa Indonesianya klempoken apa ya….?).Urip kudu tenanan,punya harapan dan tujuan karena Allah menciptakan manusia juga “tenanan” tidak main-main.Apa yang ada sekarang kurang atau lebih tinggal dijalani dan disyukuri. “Teko T wae..!”.Pokoknya T aja…! Apa itu T ?? Tenanan,Tawakkal,Takwa,Terus…..apa lagi ?? Hmmm…terus ya…. tenanan tulisan ini saya akhiri dengan ‘tenanan’,yang TIDAK sesuai dengan RASA dan LIDAH para pembaca,harus tenanan ditinggalkan dan jangan dibawa pulang terlebih-lebih dimasukkan dalam hati…’ntar malah bisa membuat hidup Anda (tidak) tenanan.
he..he..

Saya bukan seorang motivator ‘tenanan’ yang pandai merangkai kata-kata motivasi yang indah.Sehebat dan seindah apa pun kata-kata motivasinya tinggal kita ‘tenanan’ atau tidak menerapkan dalam kehidupan.seperti kata orang tua,“urip kudu tenanan”…….

Motivasi Berwarna Untuk marsudiyanto.net

Iklan

11 responses

  1. The loan doesn’t care that how bad can be your credit score however
    it manages your overall repayment capacity and steady way to obtain income.
    As long as you take presctiption a safe and secure website, you should have no fears of your personal information being intercepted.
    Bad credit loans are offered to any or all people
    suffering from credit problems like arrears, payment default, and overdue or county court judgments against their name.

    Suka

  2. pesen e bapakQ nggeh ngoten mas, opo ae sing mbok pilih nduk,..mboh iku bapak setuju opo ora,..syarat e mung siji.Kudu Tenanan

    Suka

  3. […] apa kesimpulannya…?? Ternyata malas juga harus tenanan alias sungguh-sungguh,karena kalau dalam keadaan lagi males aja tidak ‘tenanan’ pasti […]

    Suka

  4. ya gan dalam hal apapun emang harus tenanan, kalau ingin hasilnya maksimal…

    Suka

  5. seorang disebut ahli, karena mereka serius menekuni satu keilmuan tertentu yang sesuai dengan bidang keahliannya… maka betul bahwa urip ku tenanan

    Suka

  6. Mboten nopo Mas, niku mpon sae.
    Sekecil apapun itu jika bermanfaat, bagikanlah.
    He…he…

    Suka

    1. maunya bagi2 yang besar,mas.-tapi durung duwe…

      Suka

  7. meskipun mas zainal bukan seorang motivator ‘tenanan’, postingan zuper duper sekali 🙂

    Suka

    1. zuper duper artinya apa ya…??
      (#sambil buka primbon…)

      Suka

  8. Dalam hal apapun, kita “Kudu Tenanan”, nggak boleh setengah2…
    Makasih atas partisipasinya.
    Salam!

    Suka

    1. terima kasih juga untuk kesediaan Bapak menyertakan tulisan (bukan tulisan sebenarnya..#jadi teringat postingan Bapak “Jaman Palsu” ) saya dalam GA-nya.. sebenarnya nggak terlalu percaya diri ikut GA-nya,tulisannya masih amburadul.Baru belajar ngeblog,mohon bimbingannya juga Pak..
      Salam sukses dan salam sejahtera untuk Pak Mars,terima kasih kunjungannya..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: