A57. Sintang (Mulai) Macet

Jalan-jalan di kota Sintang terasa semakin sempit saja.Hampir semua jalan dipenuhi kendaraan yang setiap tahun semakin bertambah.Becak,truk,bus,mobil box,mobil pribadi,dan khususnya sepeda motor jumlahnya semakin meningkat.Padahal luas jalan yang sudah ada belum bertambah,kalau pun bertambah hanya sedikit.Tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah kendaraan.Dengan semakin bertambahnya kendaraan semakin membuat jalan terasa sesak dan mudah sekali macet.Terutama sepeda motor yang sangat jelas sekali pertambahannya,mungkin disebabkan karena mudahnya membeli sepeda motor dengan cara kredit.

Akan lebih terasa lagi Sintang (mulai) macet pada pagi hari dan saat selesai jam kantor serta saat bubaran anak sekolah.Belum lagi antrian panjang di depan setiap SPBU yang sepertinya sudah menjadi rutinitas.Tiada hari tanpa antrian.Sepeda motor,mobil,dan truk berebutan mendapat antrian paling depan.Untuk mendapatkan 2-3 liter bensin guna mengisi tangki sepeda motor saja harus rela antri di bawah terik matahari berjam-jam.Kadang begitu sampai giliran antrian ternyata bensin sudah habis. Uuh..! Ujung-ujungnya membeli di penjual eceran dengan harga lebih mahal tentunya.Pernah sekali saya ikut antri,karena sudah terlalu lama menunggu akhirnya saya putuskan keluar dari antrian.Satu-satunya alternatif supaya tangki sepeda motor terisi ya beli bensin sama penjual eceran.Dimana..?? Ya persis di depan SPBU tempat mengantri tadi.(Beuh….Parahh.!).Harganya selisih Rp 1500,- dari harga di SPBU.Mantap,bukan ??Dan yang tak kalah hebat adalah kenyataan bahwa di kios-kios pengecer itu bensin melimpah sementara di SPBU-nya sudah tutup karena kehabisan stok.(tanda tanya yang besar….).
Ah..kok malah jadi ‘buruk sangka’ begini ya..??

Kembali ke tema (mulai) macet,penuhnya sepeda motor dan kendaraan lainnya di jalan-jalan kota Sintang semakin terasa ketika musim liburan dan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri yang baru berlalu.Hampir di setiap perempatan yang ada lampu bangjo, antrian kendaraan bisa sangat panjang. Hal seperti itu perjalanan kendaraan semakin lama sampai di tujuan.

Orang mudah kredit sepeda
motor, berarti semakin banyak orang yang memiliki sepeda motor. Hampir setiap rumah memiliki sepeda motor lebih dari satu. Apalagi cara memperoleh motor dengan cara mudah sekali
yakni dengan uang muka yang murah. Makanya banyak orang kredit motor, karena dianggap lebih irit biaya transportasi setiap bulannya. Selain itu, juga tentu saja ada pertimbangan lain seperti untuk menjaga gengsi dan lainnya.

Beberapa tahun lalu kalau belanja atau sekedar jalan-jalan ke Pasar Sungai Durian kita masih leluasa berkeliling.Tapi sekarang,untuk memasukinya-dan melewatinya perlu ekstra kesabaran dan perjuangan. Bongkar muat barang di kawasan Pasar Sungai Durian hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas bukanlah hal baruMasalahnya, kemacetan itu bukan hanya kerena bongkar muat barang, tapi juga penyempitan ruas jalan lantaran banyak para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di sejumlah kawasan tersebut.kemacetan terjadi ketika menjelang padatnya aktivitas bongkar muat yang diperparah dengan kesemrawutan lalu lintas. Kondisi demikian sudah hampir menjadi keadaan rutin, yang secara idealnya memang perlu mendapat perhatian serius.

Menangani persoalan kemacetan-khususnya di Sungai Durian-memang tidak mudah dan asal main tertib begitu saja,karena dampaknya bisa sangat luas.Masalah bukan hanya macetnya lalu lintas yang semrawut,banyak persoalan yang melingkupi, untuk masalah di Sungai Durian, maka penyelesaiannya butuh solusi bijak dan memberikan keadilan kepada semua pihak.kalau sudah berhadapan dengan pedagang kaki lima urusannya bukan lagi tertib atau tidak tertib,karena sudah menyangkut urusan perut.Meskipun tidak mudah,semoga pemerintah daerah dapat mencari solusi terbaik menyelesaikan permasalahan ini.
Sintang memang sudah mulai macet…….*

Zainal Abidin

*sumber gambar:pontianakpost.com

Iklan

3 responses

  1. perlu segunung kesabaran menghadapi macet ya

    Suka

  2. haaaaiiii… salam kenal yak blogger sintang 😀

    klo di pontianka juga macetnya parah banget.. terutama pagi dan sore hari.. bedanya kalai disini pas libur lebaran malah sepi,, mungkin banyak yang pulang kampung yak (salah satunya ya kesintang 😀 )

    Suka

    1. salam kenal kembali….

      sebenarnya belum terlalu macet kalau dibanding pontianak,cuma baru terasa macet ..hehe..

      ‘salah satunya’ ya…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: