Menunda-nunda Amal

Pengalaman ini sangat berharga bagi saya agar tidak menunda-nunda amal kebaikan. Kejadian berawal karena sudah seminggu ini saya menganggur dalam arti tidak punya penghasilan uang.Sebagai kuli serabutan ya tentu saja penghasilan utama saya dari upah menjual tenaga.Kalau tidak dapat obyekan ya tidak punya penghasilan.
Semua makhluk hidup sudah dijamin rezekinya oleh Allah,saya yakin hal itu benar.Namun rezeki itu tak akan datang sendiri tanpa kita jemput.Menjemputnya tentu harus dengan usaha dan kerja keras dibarengi do’a.Jika sudah berusaha maksimal soal hasil biarlah Ar Rozzaqu,Sang Pemberi Rizki yang menentukan.Kewajiban manusia hanya berusaha selebihnya Allah yang punya kuasa.

Sebagai manusia biasa,jujur beberapa hari terakhir ini saya gundah gelisah karena tidak punya penghasilan sementara kebutuhan sehari-hari harus tetap terpenuhi.Di zaman sekarang sulit rasanya untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan dan terlepas dari uang.Memang uang bukanlah segalanya,tapi kalau tidak punya ya kepala agak cenat- cenut juga.Entah kenapa “makhluk” yang satu ini begitu dahsyat mempengaruhi manusia.
Bolak-balik saya intip “berankas” ternyata isinya tinggal selembar uang pecahan 50.000 rupiah.Alhamdulillah,belum kosong sama sekali.Dalam hati saya berniat menyedekahkan satu-satunya lembaran uang itu.Hanya saja saat itu saya agak ragu,memberikan uang itu kepada seoarang anak yatim atau kepada seorang janda jompo yang keduanya juga tetangga saya.Tekad saya,Allah pasti akan memberikan ganti yang lebih baik dan memberikan jalan keluar dari masalah saya. Seperti yang pernah saya dengar dari ceramah ustadz bahwa dengan sedekah akan memudahkan urusan,menolak penyakit dan menambah harta dan jika mengalami kesulitan maka bersedekahlah.Insya Allah,akan dimudahkan kesulitan tersebut oleh Allah.
Rasa ragu ditambah jiwa pelit membuat niat sedekah itu semakin menggantung antara jadi atau tidak jadi.Disatu sisi saya yakin sedekah akan mengatasi kesulitan saya.Disisi lain syetan juga tak kalah terus berbisik,” sayang kalau uang itu disedekahkan nanti  tidak punya lagi.”
Dua hari saya biarkan uang itu tetap di tempatnya tidak saya pakai. Dan sore ini saya ingin memakainya untuk suatu keperluan.Astagfirullah,ternyata uang itu sudah tidak ada.Istri saya tidak mungkin mengambilnya tanpa izin.Saya ubek-ubek saku juga dompet barangkai terselip juga nihil hasilnya.Uang itu hilang begitu saja seperti ditelan bumi.Saya juga tidak berani menuduh seseoran telah mencurinya karena seharian ini saya tetap di rumah dan tidak ada orang lain datang.

Saya baru sadar bahwa saya telah menukar niat hingga akhirnya kehilangan uang yang akan saya sedekahkan.Barangkali ini peringatan buat saya agar tidak menunda-nunda amal kebaikan.Menyesal saya tidak lekas-lekas segera melaksanakan sedekah begitu niat itu datang.Nilai uangnya bagi orang lain mungkin tak seberapa,tetapi kehilangan momen berbuat kebaikan itulah yang membuat rugi.Rugi karena tidak mendapat balasan pahala sedekah ditambah lagi kehilangan uang.

Mudah-mudahan kejadian ini membawa hikmah.Saat niat berbuat amal kebaikan datang jangan menunda-nunda lagi.Kesempatan tak selalu datang dua kali.So,never put off till tomorrow what you can do today.

*salam

Posted from WordPress for Android

Iklan

One response

  1. Alhamdulillah…sayapun jadi diingatkan untuk memperbanyak sodaqoh.Baik kita dalam keadaan baik (banyak rezeki) maupun dalam keadaan sulit.Terima kasih….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: