Mereka Bukan Pahlawan

Hari ini,10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.Seluruh bangsa Indonesia diajak kembali sejenak mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur mempertahankan dan membela negara dari belenggu penjajah.Namun sebenarnya bukan sekedar mengenang belaka,yang paling penting adalah meneladani semangat perjuangan dan pengorbanan mereka.
Sebut saja Pangeran Diponegoro,Tuanku Imam Bonjol,Pattimura,Teuku Cik Ditiro,Cut Nyak Din,atau Fatahillah,mereka semua rela mengorbankan segalanya.Seluruh harta benda,fikiran,tenaga,waktu,keluarga,bahkan jiwa raga dipertaruhkan untuk perjuangan mengusir penjajah.
Demikian pula arek-arek Soerobojo yang gigih melawan NICA.Tanpa gentar mereka menyongsong serangan musuh,tanggal 10 November 1945.Mereka tidak rela negeri ini dikotori oleh penjajahan bangsa asing.
Sekarang kita lihat realita sekarang.Putra-putri siapakah yang tidak kenal Batman,Superman,Ksatria Baja Hitam,Power Rangers,dan para “pahlawan” fiktif lainnya.Barangkali sebagian besar anak-anak telah mengenalnya.Atau barangkali di antara mereka justru mengidolakannya..?
Hendaknya perlu juga diingat bahwa tokoh-tokoh kartun itu sama sekali tidak layak menjadi idola putra-putri kita.Mereka hanya para “pahlawan” fiktif.Putra-putri kita lebih pantas meniru para pahlawan sejati,bukan malah “terjajah” oleh tokoh-tokoh khayal dari Negeri Antah Berantah.

Sebagai orang tua kita tentu tidak ingin sampai keliru memberikan gambaran tentang “pahlawan” kepada putra-putri kita yang notabene adalah generasi penerus.Cukuplah kita,para orang tua yang baik mengisahkan kehebatan para pahlawan seperti Pangeran Diponegoro,Bung Tomo,Jendral Sudirman,dan lain-lainnya dengan bijak dan penuh kasih sayang.Kita tentu tidak ingin anak-anak kita,tunas-tunas muda itu digerogoti tokoh khayal (fiktif) dalam film kartun yang akan mengganggu jam belajarnya,mengerjakan tugas sekolah/PR,mengaji,bergaul secara sehat dengan teman-temannya,membantu orang tua dan kegiatan bermanfaat lainnya.
Barangkali akan lebih baik jika kita memberikan sedikit waktu untuk mereka,sebab anak-anak lebih membutuhkan perhatian semacam itu.Jangan membiarkan anak-anak kita terlalu asyik dengan Batman,Superman,Power Rangers,atau lainnya sehingga berjam-jam berada di depan layar kaca.Mereka bukan pahlawan,mereka bisa jadi adalah penjajah.!

Posted from WordPress for Android

Iklan

2 responses

  1. Bener mas, acara tv sekarang sudah ngga bisa mengerti…
    mereka hanya kejar rating…
    susahnya minta ampun mas…

    Suka

  2. kenapa kok batman, superman, power rangers bisa jadi penjajah ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: