Hemat (Bukan) Pangkal Kaya

Hemat pangkal kaya. Begitu pepatah lama mengatakan. Tapi apa benar jika kita hidup hemat akan menjadi kaya..?
Pertanyaan ini muncul hasil perenungan dan semedi di pinggir sumur seorang Kang Kuli yang sebenarnya punya cita – cita kaya tapi belum kesampaian. Atau mungkin juga ada Kang Kuli lainnya yang juga punya pertanyaan serupa. Walaupun pertanyaan setengah koplak yang entah perlu dijawab atau tidak, tapi setelah di nolar nalar dan diwolak – walik, ternyata hemat bukan satu-satunya pangkal/faktor seseorang menjadi kaya. Seseorang bisa saja kaya karena faktor keturunan atau mungkin karena mendapat harta karun lalu kaya mendadak. Jiahahah…faktor yang kedua ini bisa dibilang “ngimpi.ii….!”

Menurut hasil pemikiran Kang Kuli,berdasarkan penengeran dan meniteni beberapa orang kaya,ternyata kaya itu bukan thok melok karena hemat,tetapi karena kerja. Lho iya to, coba dipikir – pikir sambil nyruput kopi anget atau sambil nglepus rokok linthingan. Percuma saja berhemat pol – polan tapi nggak pernah kerja. Lha terus yang mau dihemat apanya..?? Wong penghasilan saja ora gableg kok arep hemat. Wkwkkk..! Iya kan?
Ini cuma kalkulasi taktis berdasarkan logika ngawur Kang Kuli. Yang benar ya kerja supaya punya penghasilan,punya uang,barulah belajar hemat.!

Saat kita berbicara tentang hidup hemat banyak orang menyangka bahwa hemat itu tidak beda dengan pelit.!! Apa betul begitu ? Tentu saja tidak.! Menurut nalar seorang Kang Kuli, hemat merupakan kondisi antara boros dan pelit. Maksudnya jangan terlalu pelit juga jangan terlalu boros. Hemat adalah sikap menggunakan harta pada hal – hal yang diperlukan. Tidak menghambur – hamburkan dan juga tidak pelit bin kikir alias bakhil.
Sedangkan pelit alias kikir adalah menyimpan dan menimbun harta sampai – sampai untuk keperluan diri sendiri saja pun tidak akan mau mengeluarkan hartanya,apalagi untuk keperluan orang lain.
Saya pernah membaca tentang seorang bernama Charles Huffman yang ditemukan tewas di jalanan di kawasan kumuh Broklyn,New York tanpa sepeser pun uang di sakunya. Polisi yang mengusut kasus itu menemukan bahwa si Huffman ini tinggal di sebuah kamar kost yang dia sewa dengan harga kurang lebih Rp 85.000 setiap minggu.
Sepintas mungkin cerita ini tidak menarik,namun yang mengejutkan dari kamar kost itu polisi juga menemukan buku rekening bank dan sertifikat saham senilai lebih dari $ 500.000,-…….!!!
Bayangkan,kalau kita yang punya harta sebanyak itu mau digunakan untuk apa ?  Apakah mau dengan harta sebanyak itu kita mau tinggal di kamar kost yang sempit dan kumuh seperti si Huffman ?? 
Sayang, si Huffman terlalu keliwat hemat hingga menjadi pelit sampai – sampai dia menelantarkan diri sendiri dan hidupnya berakhir mengenaskan.!!

Cerita si Huffman tadi setidaknya bisa memberi sedikit gambaran untuk membedakan antara hemat dan pelit. Jangan karena ingin hidup hemat lalu menggiring kita menjadi pelit. Sebab, hemat (bukan)  pangkal pelit,dan pelit (bukan)  pangkal kaya. Kalau sudah pelit belum juga kaya artinya harus cepat – cepat sadar dan memohon ampun pada Yang Maha Memberi.  Bagaimana pun harta adalah amanah yang harus dijaga dan ada pertanggungjawabannya kelak di kemudian hari.
Kalau mau kaya harus mau pula bekerja,jangan cuma hemat tapi nggak pernah kerja..yo entek alas entek omah.. Hemat tidak akan menjadikan kita kaya kalau pekerjaan sebagai sumber penghasilan memperoleh harta saja kita tidak punya. Bersenang – senang boleh saja namun alangkah indahnya bila tidak terlalu boros dan menyisihkan sedikit untuk tabungan merupakan hal yang bijak.
Tulisan ngalor ngidul tanpa juntrung ini hanya pendapat pribadi Kang Kuli saja. Belum tentu benar.

Iklan

4 responses

  1. Kayaknya ada bagian yang ga nyambung deh disini…
    ============
    Sayang, si Huffman terlalu keliwat hemat hingga jiahh…kalau soal pertengkaran atau tentang kekurangan pasangan yang diceritakan dengan vulgar kepada orang lain, apalagi kpd yang beda kelamin,menunjukkan seseorang tidak bangga pada pasangannya. Menurut saya,orang itu nggak sedang berniat sharing mencari solusi,inspirasi,dan motivasi supaya bisa memperbaiki hubungan. Malahan bisa jadi dia sedang berusaha memperoleh simpati,empati dan pembenaran untuk menjalin suatu hubungan baru alias perselingkuhan.. pendapat saya mungkin keliru,tapi coba kita menengeri dan meniteni, biasanya kasus perselingkuhan berawal dari curhat – curhatan….karena merasa simpati dan senasib ujung- ujungnya…ya selingkuh….. menjadi pelit sampai – sampai dia menelantarkan diri sendiri dan hidupnya berakhir mengenaskan.!!

    Suka

    1. matur nuwun koreksinya,mbak..

      Suka

  2. Hiratour
    Jl.raya Jatiwaringin Komp.cening ati no.340 ay
    Jatiwaringin pondok gede bekasi 17411
    telp : 021-84970393 fax : 021-84970394
    email : hira_tour@yahoo.com
    hotline service : 0821 11116498

    Suka

  3. Kang kuli jenenge sapa ? 😛

    iyalah Kang, bgmn bisa hemat kalau tenguk tenguk terus ndak kerja ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: