Mengikuti Olympiade Sains Nasional

Beberapa hari lalu, tepatnya dari tanggal 8 – 10 April 2013 saya berkesempatan menemani dan mengantarkan anak mbarep

(bahasa Jawa artinya anak sulung) mengikuti Olimpiade Sains Nasional SD/MI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013. Olimpiade Sains ini memperlombakan dua mata pelajaran, yakni matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) .
Olimpiade diikuti oleh 42 siswa SD/MI untuk masing – masing mata pelajaran yang mewakili 14 kabupaten / kota di Kalimantan Barat.

.

Senang dan bangga rasanya bisa mengantarkan dan menemani anak lanang ke Pontianak. Maklum saja, orang kampung seperti saya jarang sekali (yang betul bukan jarang tapi tidak pernah..) punya kesempatan untuk jalan – jalan ke ibukota propinsi Kalimantan Barat itu.
Apalagi ini bukan jalan – jalan tamasya atau piknik, saya mengantar Alief„anak mbarep saya untuk mengikuti Olympiade Sains Nasional SD/MI tingkat Propinsi Kalimantan Barat tahun 2013.
“Mengantar anak ke Ptk hampir semua org bisa.
Mengantar anak ke Ptk dlm event spt itu tdk semua org mengalami….”
Demikian komentar Pak Setyo Wardoyo menanggapi status saya di Facebook..
Saya tidak bermaksud memamerkan prestasi anak mbarep saya yang mungkin bagi sebagian orang tidak seberapa artinya. Namun,rasanya tidak salah jika saya ingin berbagi kebahagiaan ini dan berbagi sedikit cerita.

Sekilas tentang olimpiade sains /matematika dan IPA

Olimpiade Sains adalah suatu perlombaan yang menggunakan matematika dan IPA sebagai materi utama lomba. Kegiatan tersebut diadakan sebagai wahana bagi siswa SD mengembangkan bakat dan minat bidang matematika dan IPA sehingga dapat berkreasi sesuai kemampuannya, disamping untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman tentang matematika, penalaran dan komunikasi matematika untuk memecahkan masalah Matematika.Selain itu juga untuk memotivasi siswa agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual„emosional, dan spiritial berdasarkan norma yang sehat sehingga memacu kemampuan berpikir nalar.

Selain mendapat hadiah pemenang kegiatan olimpiade ini juga akan diikutsertakan dalam kegiatan serupa di tingkat yang lebih tinggi.
Penyelenggaraan olimpiade dimulai dari tingkat lokal antar sekolah dalam satu kecamatan. Pemenang dari kecamatan selanjutnya maju ke tingkat kabupaten / kota mewakili kecamatan setempat. Dan begitu seterusnya hingga di dapat juara di tingkat nasional. Juara atau pemenang olimpiade tingkat nasional inilah yang akan mewakili negara mengikuti olimpiade di tingkat internasional.

Materi olimpiade untuk matematika meliputi aljabar aritmatika yang memuat operasi hitung dasar berbagai bilangan, geometri, statistika / memuat penyajian dan kecenderungan data, dan pengukuran (berat, panjang, luas,waktu, kecepatan dan sebagainya) .

Biasanya materi lomba olimpiade lebih rumit dari materi pelajaran biasa di sekolah, sehingga butuh waktu lebih lama untuk mengerjakan satu soal olimpiade, di samping juga perlu kejelian dan ketekunan dari peserta dalam membaca soal. Lebih rumitnya karena soal – soal tersebut mengkombinasikan beberapa materi sekaligus. Jadi, bagi sekolah yang akan mengikuti olimpiade diharapkan mempunyai persiapan khusus untuk siswanya yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Misalnya dengan memberikan pelajaran tambahan setelah atau di luar jam pelajaran di sekolah. Namun langkah ini baru dapat dilakukan setelah sebelumnya memilih siswa yang benar – benar memiliki bakat dan minat di bidangnya : matematika dan IPA. Biasanya siswa tersebut lebih suka menghadapi soal yang dianggap lebih menantang daripada memecahkan soal pelajaran biasa di kelas.

Alief terpilih di sekolah

Saya kaget bercampur senang,dan bangga tentunya…,ketika pihak sekolah memberitahukan bahwa Alief terpilih untuk mengikuti olimpiade sains mewakili sekolahnya. Saya juga diminta untuk lebih banyak lagi memberikan perhatian dalam kegiatan belajarnya di rumah. Sayang, karena harus sering blusukan ke sana – sini mengais rezeki,saya tidak bisa berbuat banyak..(*abaikan ..).

Setelah berhasil melewati beberapa tahapan sebelumnya, akhirnya Alief maju ke olimpiade tingkat provinsi,menjadi wakil Kabupaten Sintang untuk pelajaran Matematika bersama dua pemenang lainnya. Yaitu pemenang kedua dan ketiga.
Awalnya saya tidak terlalu berharap bahwa Alief bisa menjadi pemenang di tingkat kabupaten,mengingat persaingannya yang cukup berat. Tapi, alhamdulillah, meski dengan sarana dan prasarana belajar seadanya di rumah maupun di sekolah, ternyata dia bisa membuktikan bahwa anak desa juga patut diperhitungkan. Alief menjadi pemenang pertama di tingkat kabupaten.(Hohow..nyombong dikit boleh dong..jarang-jarang lho wong ndesit,saking ndesone, bisa nyombong..hehe..).Itu artinya dia lolos untuk maju ke tingkat berikutnya : tingkat provinsi.

Saya bersyukur, bahwa anak seorang kuli bisa menorehkan prestasi meskipun itu belum seberapa bila mengingat jalan yang harus dilaluinya masih panjang, masih banyak rintangan di depan sana yang tidak tahu apa dan bagaimana bentuknya. Mendaki, landai ,lurus, ataukah berlobang di sana sini. Namun setidaknya langkah kecilnya saat ini bisa membuka jalan yang lebih baik.
Walaupun baru bisa lolos ke tingkat provinsi saya patut bersyukur bahwa Alief bisa membawa nama baik untuk sekolah, guru, dan orang tua.
Terima kasih untuk semua guru- guru di sekolah,terutama Bu Windi yang telah dengan tekun dan sabar melatih,membimbing,mendidik dan mengajari Alief.

*sayangnya belum diketahui siapa pemenang dari perlombaan itu,karena harus menunggu hasil koreksi dewan juri. Pemenangnya baru akan diumumkan tanggal 23 April….

Iklan

2 responses

  1. Gimana kabar Alif? Dapat rangking berapa jadinya di tingkat propinsi?
    Wah… senengnya ya, bisa ikut OSN. Selamat ya Lif… bikin bapakmu lebih bangga lagi Nak. 🙂

    Suka

    1. Alif belum masuk nominasi di tgkat provinsi…selain kelelahan stlah perjalanan 10 jam langsung lomba, faktr mental jg,spertinya Alif demam panggung…
      Terlepas dr itu semua,sbgai orng tua saya cukup bangga karena Alif yg hanya bocah ndeso anak buruh macul bisa ikut OSN …

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: