Merenung Sebentar Sebelum Tidur

Merenung sebentar sebelum tidur…….
Suka duka dalam hidup selalu aja ada dan memang diadakan, sejalan dengan perkembangan jaman negeri ini, manusia tuh lebih banyak yang suka dengan gaya hidup yang “SUKA”, padahal

kesukaan pada “Suka” itu sebenarnya hany fatamurgana dan kamuflase aja. Banyak manusia mencari harta dengan segala cara hanya untuk memenuhi hidup yang lebih “suka” dengan segala eksesnya. Banyak para pencari ilmu agar dia hanya sebatas di “suka”i segelintir manusia dan untuk menaikkan derajat dalam kontek duniawi saja. akhirnya itulah yang banyak menjadi kejanggalan dalam kehidupan dunia yang fana ini.

Merenung sebentar sebelum tidur…..
Cobaan hidup yang selalu bergantian menggambarkan bahwa sisi lain manusia harus introspeksi yang mendalam, kadang manusia banyak mengumpat dengan keadaan ini, yang sebenarnya karena belum bisa menjalani hidup ini yang sesuai dengan kehendak Sang Pencipta,, tapi manusia lebih suka dengan apa yang menjadi keinginannya bisa terkabul semuanya. padahal Tuhan berkata lain, sehingga manusia kadang benyak menyalahkan takdir yang telah ditulis di Lauh Mahfudz, sedikit demi sedikit ujian itu akan terealisasi dalam kehidupan di dunia ini sesuai dengan kemampuan derajat manusia itu sendiri.sehingga manusia dengan ijin-Nya dapat melaluinya dengan nikmat yang luar biasa. itulah kehidupan dunia penuh dengan resiko……..“wamal hayatad dunya illa mata’ul ghurur…

Kadang manusia di beri cobaan dan ujian yang seakan seperti rantai yang tak putus, sambung menyambung datang bak gulungan ombak menerpa pantai, dan datangnya tak menunggu diri siap dulu dan kuat dulu menghadapi, kuat lemahnya diri dalam menghadapi tes dan ujian oleh Allah sebenar telah di atur rapi oleh Allah, dan sebenarnya juga tidak melampaui batas kesanggupan, tapi kemudian masa lalu keteguhan hati dan kejadian yang melingkupi seorang hamba, dr perbuatan dosa dan kesalahan itu akan membuat seseorang menjadi lemah, seperti pemain sepak bola yang jarang main dan sibuk makan makannan yang menjadi kesalahannya sehingga perutnya gendut, sebenarnya lapangan bola ya luasnya segitu gitu saja, tapi ketika perut telah gendut, dan banyak mengkonsumsi rokok dan minuman keras lantas lapangan yang sama menjadi sulit di lewati dengan berlari. nafas mudah ngos ngosan, jadi bukan salah peraturan bola atau lapangan makin lebar, tapi diri sendiri yang menganiaya diri sehingga tak kuat menghadapi tes yang sederhana,,

Merenung sebentar sebelum tidur….
Ternyata ujian / cobaan sama dengan rezeki. Bisa datang kapan saja dan dari mana saja tanpa disangka – sangka. Dari segala arah. Bisa bergantian, bisa berbarengan.
Setiap manusia pasti akan diberi tes ujian dan manusia sama sekali tidak berhak mendikte Tuhan agar semua keinginannya terwujud,manusia tinggal menjalani…….

Iklan

17 responses

  1. Artikel yg inspiratif… 🙂
    – Terima kasih sdh berkunjung ke blog saya… 😀 –

    Suka

    1. terima kasih,,baru belajar nge blog,Pak..
      saya ngiri sama blog nya njenengan,,bagaimana caranya ya.?

      Suka

      1. Apanya yg bikin iri mas? Perasaan blog saya biasa saja, nggak bisa dipakai unt ‘neko-neko’, lha wong blog WP yg gratisan… hehehe.. 😛

        Suka

      2. Tapi uapik dan menarik lho,mas…

        Suka

  2. wa alaikum salam warahmatullah wb.

    Bunda Siti terlalu berlebihan jika menganggap tulisan ini menginspirasi,,hanya renungan kecil kecilan sebelum tidur saja..daripada susah mau pejamkan mata..
    Ya, terima kasih doanya semoga di ijabah oleh Allah.

    Suka

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Seharusnya kita bersyukur dengan segala nikmat bahagia dan derita yang didatangkan silih berganti untuk kita dapat merasai bahawa semua ujian nikmat itu sebagai cara Allah SWT memberi perhatian kepada kita. hanya manusia sahaja yang tidak sadar diri.

    Renungan sebelum tidur yang menginspirasikan untuk insaf diri.
    terima kasih mas Zainal, mudahan diganjari Allah SWT atas pesan yang bermanfaatn ini. aamiin.

    Salam ukhuwwah dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Suka

  4. Mantap renungannya

    Suka

    1. lagi rodo waras ki mbak…hehe…
      ya kadang2 aja pengen merenung..ada waktunya manusia itu akan sampai pada satu titik…titik jenuh.. udah jenuh ndableg dan ndegil yo harus mulai belajar merenung..meski kadang cuma merenung thok..prakteknya mbuh…hahaha

      Suka

      1. lagi rodo waras wae renungane mantap.
        lha yen pas waras beneran kira2 gmn ya?

        Suka

      2. nek lagi waras malah ora tahu merenung,mbak…haha..

        Suka

  5. Kita memang tak pernah tahu ya Kang

    Suka

    1. Kalau tahu ya penak, mbak…bisa antisipasi sebelumnya..
      Tapi malah membuat kita nggak waspada..(kayane..lho..??)

      Suka

      1. berdasar pengalaman pribadi ? 😛

        Suka

      2. Cuma sekedar mengungkap apa yang dirasa dan alami,mbak..

        Suka

  6. met merenung…….

    Suka

    1. Enakkan tidur daripada merenung…hehehe…

      Suka

  7. Tuhan Maha Cerdas dan Maha Toleran, tidak akan membebankan ujian di luar kemampuan hambaNya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: