Bro

Bro.. Sebuah panggilan yang mulai akrab dalam kehidupan saya sejak dua tahun terakhir. Awalnya saya agak kagok juga menggunakan panggilan “bro” ini kepada teman – teman saya.

Mungkin karena belum terbiasa dan agak nyleneh saja menurut saya.

Dulu, saat masih tinggal di Magelang teman – teman biasa memanggil dengan sebutan NDES. NDES itu berasal dari kata GONDES yang merupakan singkatan dari GONdrong NDESo. Padahal seumur – umur saya belum pernah memiliki rambut gondrong. Saya sendiri tidak suka menggunakan sebutan NDes, karena kesannya tidak sopan dan kasar, apalagi jika panggilan ini ditujukan kepada orang yang baru dikenal. Kata Gondes – gondrong ndeso – sendiri memuat makna anak yang nakal, tidak patuh aturan dan gembelengan. Hanya kepada teman yang sudah akrab saja panggilan “ndes” digunakan. Piye, ndes…?

Di kota – kota panggilan bro mungkin sudah tidak asing lagi dalam pergaulan sehari – hari. Bagi saya yang tinggal di kampung rasanya masih terdengar aneh . Tetapi lama – lama jadi mafhum juga, karena saat ini panggilan bro juga sudah jadi panggilan kepada teman yang dianggap akrab, atau paling tidak untuk menunjukkan sebuah keakraban.
Bahkan panggilan ” bro ” juga sudah banyak digunakan dalam memberi atau membalas komentar di jejaring sosial dan blog. Beberapa komentar di blog saya juga ada yang menggunakan sebutan ” bro yang ditujukan kepada saya. Terima kasih, bro…!

Kalau ditanya apa sebenarnya arti bro, saya juga tidak tahu pasti. Mungkin yang paling mendekati benar adalah merujuk kepada kata “brother”, sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti saudara. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa ” bro” itu diambil dari kata “bromocorah” , yang berarti tukang begal, tukang rampok, ugal – ugalan dan suka bikin onar. Rasanya tidak mungkin juga ya kalau orang menunjukkan keakraban dengan sebutan ” bro ” yang merujuk kepada “bromocorah”.

Bagi orang yang belum pernah mendengar panggilan ” bro sebelumnya ( seperti saya) dan nggak gaul, mungkin “bro” akan mengacu kepada combroatau brokoli, atau brondong. Bisa juga mengacu kepada orang yang tidak punya kumis dan kepalanya botak alias brondol. Heehehee….!

Akhirnya, panggilan “bro “, “coy “, ndes atau apapun memuat sebuah keakraban yang hanya dimengerti oleh penggunanya. Sebuah panggilan yang berusaha memposisikan percakapan para pemakainya dalam posisi yang setara. Bukan begitu, bro..??

Iklan

22 responses

  1. ha ha..mas bro… 😀

    klo ditamati kata mas bro dan bro itu mulai ngetrend saat gading martin mengucapkan itu kepada penonton ato teman sehostnya [ inbox,sctv]

    bro lebih tepatnya dari ‘brother’

    lebih akrab dan benar,gituh mas bro 😛

    Suka

    1. Ooo..begitu ya .. saya kira yg mempopulerkan malah bakul combro…

      Bro ..combroo….com…brooo
      ..

      Suka

  2. enakan manggil kang 😛

    Suka

    1. nggak pake bro (jadinya kangbro) ya mbak..?
      mbak El sendiri lbh suka dipanggil mbak atau sis.??
      opo malah mbaksis..??

      Suka

      1. kangbro =kang brondong ? :mrgreen:

        aku suka dipanggil Ely saja 😛

        Suka

      2. daku juga lebih suka dipanggil “kangmas ” aja…hahaaha.

        Suka

    2. kangmas itu bukannya panggilan khusus buat istri ya kang ? 😛

      Suka

      1. nggak juga, mbak..
        cuma lbh halus..

        Suka

  3. salam kenal cyiinn….hahaha 😀

    Suka

    1. Salam kenal juga,coy…
      Heheehe…

      Suka

  4. Klo yg cewe dipanggilnya “sis”, menurutku sih lebih bagus hehe daripada dipanggil mbak, bukan begitu bor? 😀 .

    Suka

    1. kedengarannya juga enak, cm agak khawatir aja apa “sis ” jika “sis” itu merujuk kepada siskamling…heehee

      Suka

  5. oke bray… hahaha.. ini ada lagi skrng bray.. diambil dr mana nih ya..

    Suka

    1. tapi bukan dr bra(y) kayaknya…hehe..
      *lulus sensor.

      Suka

      1. hahahaha… ih ih emang punya 🙂

        Suka

      2. barusan nemu, nggak tahu punya siapa kok ketinggalan di sini…hehe

        Suka

      3. wakakakkk… pake deh

        Suka

  6. oh jadi kang gondes toh…. cocok juga 😀 ….. kreatip 😀
    http: //cicaakcerdas .wordpress. com/2013/08/20/lampu-sein-depan-x-ride-banyak-peminatnya-juga-yoo/

    Suka

    1. makasih, bro..! haahaaha.. ikutan bra – bro nih…

      Suka

      1. hahaha ea bo 😀 wkwkwkwk

        Suka

      2. hehehe…mantap cing..!
        tuing tuing…

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: