Monthly Archives: Desember, 2013

Pengharapan di Malam Tahun Baru

..malam tahun baru..

Tahun 2013 beberapa jam lagi akan berakhir, pintu tahun 2014 akan segera terbuka. Biasanya ada  beberapa orang yang bertanya, ” Malam tahun baru kemana, Sob..?…? ” , ” Ada acara malam tahun baru nggak..? ” dan sebagainya.

Setiap orang tentu punya hak dan cara masing – masing dalam menyambut datangnya tahun baru. Entah dengan perayaan atau ada juga yang merenungi apa yang telah diperbuat / lakukan selama tahun 2013 ? Apakah hal baik atau buruk.? Kalau hal baik, apakah ada manfaat yang dirasakan dari apa yang diperbuat selama setahun berlalu ?
Kalau hal buruk, bagaimana memperbaikinya..?

Mungkin itu pertanyaan – pertanyaan yang ada pada diri masing – masing. Yang jelas semua yang kita lakukan tidak selalu baik, juga tidak semuanya buruk. Bagaimana pun manusia hidup di dunia ini tidak pernah lepas dari keburukan dan kesalahan. Namun sebagai manusia yang dianugrahkan hati nurani, setidaknya bisa berkaca dari kesalahan – kesalahan yang telah diperbuat agar bisa memperbaikinya. Tentu dengan berbuat hal – hal positif . Syukur – syukur yang bisa bermanfaat bagi diri dan orang – orang yang berada di sekitarnya.

Kadang kita mengira bahwa hidup ini adalah pilihan mutlak kita, namun sebenarnya manusia tidak pernah merdeka sepenuhnya untuk memilih. Nyatanya, apa pun yang kita usahakan tidak selalu sesuai dengan kenyataan dan ternyata kita selalu dihadapkan pada satu keputusan, bertahan dengan segala kerelaan atau mungkir sebagai pecundang..

Papan catur bernama hidup ini memang rumit, namun peluang untuk menguasai medan tetap terbuka lebar. Manusia hanya berhak melangkah pada langkah yang diangggap paling nyaman, paling baik dan tawakkal adalah kata terakhir setelah berusaha sekuat tenaga serta berdoa sekuat hati…itulah titah kodrat yang harus dijalani : ketetapan Yang Maha Rahman.

Saya ucapkan selamat untuk sahabat pembaca yang telah berhasil melakukan hal baik dan bermanfaat dan tetap semangat bagi yang belum berhasil ( saya sendiri ) karena masih terbuka lebar kesempatan di tahun mendatang.

Sepenggal pengharapan di malam tahun baru, semoga Allah jangan pernah mengambil kejernihan hati kita, karena hanya dengan
segumpal daging di dada yang tersisa sebagai berkah dari – Nya, untuk menikmati seluruh keindahan dunia ini….

Masih banyak bahan yang dapat untuk kita renungkan, namun detik – detik terasa berlalu begitu cepat. Suara riuh letup petasan dan terompet warna – warni mulai bersahutan…
Selamat menikmati detik – detik terakhir tahun 2013 dan selamat menyambut datangnya tahun baru 2014…

Selamat Tahun Baru 2014..

Iklan

Sepanjang Galah

Awal dan pungkas dari kehidupan manusia, sosok peran dan kehadiran seorang ibu rasanya sesuatu tak bisa dipungkiri..

Ibu, ada atau tiadanya seorang ibu secara wadag jasmani, akan selalu mengingatkan tentang ketegaran dan welas asih seorang perempuan yang titisan darahnya mengalir dalam nadi setiap pribadi yang terlahir di jagad raya.
Perempuan yang dengan ketulusan cintanya merelakan derai air mata mengalir menahan derita atas rasa sakit saat melahirkan ‘kita’, yang dengan segenap ketulusan tanpa pamrih
memberikan setiap tetes air susunya disaat ‘kita’ mengawali menghirup nafas hingga dengan tertatih belajar menginjakkan kaki… Perempuan yang serasa tak pernah mengering sepanjang waktu mencucurkan peluh keringat, saksi atas kerelaan ikhtiar suci untuk memanjakan anak – anaknya…..

………kasih ibu……
tak terhingga sepanjang masa……

Sepantasnya dari tempat kita berada kini, entah di antara jeda waktu keterpisahan ataupun keberdampingan, mewujudkan ikhtiar kebaktian meski hanya terlantun dalam sebaris doa pengharapan. Sebab senyatanya, sebesar apa pun cinta kasih dan kebaktian kita kepada ibu, ibarat mung sak upo selawase ora bakal ngalahake gedhene klopo…..(ibarat sebutir nasi selamanya tak akan mampu menyamai besarnya kelapa…)
……

……kasih ibu…
hanya memberi tak harap kembali..bagai sang surya menyinari dunia……

Berbahagialah insan – insan yang masih ketunggon ibunya, puaskanlah hasrat ikhtiar kebaktian padanya. Terpikir bagi mereka yang entah karena sesuatu hal tak bisa merasakan kehangatan dan belai lembut tangan sang ibu, hanya sesosok dalam kenangan, menghadirkannya dalam munajad akan menjadi keindahan spiritual tersendiri.Senyatanya, sebagai siapa pun kita hari ini, senyatanya hanya seorang bayi kecil yang pernah terlahir dari rahim suci seorang ibu…

∞∞∞∞

……” Ibu, maafkanlah segala dosa dan kesalahanku, yang dapat meluluhlantakkan semua ikhtiar kebaktianku dan melukai hatimu…

……Ibu, do’akanlah aku, hingga Tuhan selalu merahmatkan dan memberkahkan kemanfaatan pada setiap tarikan nafasku dalam menjalani titah kodrat yang kutempuh ini…..

………ku haturkan terima kasih setulus – tulusnya untukmu, Ibu……

==== SELAMAT HARI IBU ====

** ” Sehat selalu ya, simbokku. panjang umur, santai – santai momong cucu…”

” Iya, Le. Doa Simbok untukmu selalu. Kamu tetep anak lanang Simbok yang bagus dhewe dan unyu – unyu…..”

\(^_^)/

JEDA

image

….pertemanan itu untuk saling melengkapi dan saling menguatkan, entah dalam batas apapun dan berada dalam ruang apapun, yang terkadang memang kita tidak menyadarinya..
image

… teman bukan tentang siapa lebih penting dan siapa lebih terhormat..namun selalu menjadi teman baik itu lebih penting dan lebih terhormat…..

Di Kala Sang Bulan Purnama

Sebentar….
Rembulan tengah purnama, sinar cahayanya menerangi seluruh penjuru langit dan jagat raya. Bintang gemintang bertaburan menghias angkasa, udara begitu sejuk, semilir angin yang sepoi, dan kabut tipis menyelimuti bukit.

Betapa nikmat tersaji begitu rapi dalam bejana – bejana indah, terpajang di atas meja – meja waktu, dan senantiasa  berganti menu dan cara penyajian yang beda.

Hingga bila pada satu penggalan waktu tiba – tiba terasa sangat getir, pahit, atau terasa sangat berbeda dari sebelumnya, semata untuk menjaga agar semakin peka dalam merasa dan semakin dekat dengan Sang Penyaji..Sebab senyatanya, suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman, dengan keikhlasan atau tidak ikhlas, terima atau tidak terima, selera atau tidak selera, setiap menu hidangan yang Dia sajikan selalu dalam takaran dan racikan laa yukalifullahu nafsan illa wus’aha…..( Allah tidak akan menimpakan sesuatu apa pun kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuan -red)

Gemeriyap bintang di langit, sinar rembulan purnama yang teduh, desah serangga malam, suara jangkrik, keriuhan anak – anak kecil bermain petak umpet, slodoran, atau duduk bercengkerama dengan orang – orang terkasih, adalah keindahan yang biasa dan masih bisa dinikmati, sejak dulu saat belia hingga rembulan purnama kali ini….

Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, dan berkurangnya fungsi – fungsi pengindraan, penglihatan, dan pendengaran, semua keindahan itu akan semakin sulit dirasakan.. Sebab senyatanya tak ada seorang pun yang mampu menjamin dirinya sendiri bahwa esok semua pengindraan ini masih normal dan menjalankan fungsi sebagaimana mestinya..

“…coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang…..”  (Ebiet G. Ade)

%d blogger menyukai ini: