Yang Sahabatku…..

Bukan syair atau puisi, kidung atau tetembangan, hanya sekelumit kerinduan yang tertuang lewat untaian kalimat…

Rasanya baru kemarin kita bermain di sawah,
mencari anak kodok, jangkrik, atau belalang.
Menyusur hampir tiap pematang, berebut precil untuk memancing
Katamu kalau memancing dengan umpan precil dapatnya ikan yang besar – besar.

Rasanya baru kemarin siang
sepulang sekolah kita menggiring sapi dan kerbau menuju pangonan,
bergiliran menjaga ternak kita agar tidak nedak,
dan dengan tekun engkau membakar ubi yang kita curi di ladang orang,
engkau selalu pandai memilih ubi yang mempur
dan menyisakan satu untukku,
lalu saat temaram kita beranjak pulang
memandikan ternak dan jeburan di kali seperti anak – anak pangonan lainnya..

Rasanya baru kemarin petang….
menyambut datangnya kegelapan jagad raya tak lupa engkau menyamper diriku berangkat ke langgar, kita barangkali hanya sekedar ikut ikutan nilai tradisi keluhuran sebuah religi, seperti burung beo yang hanya bisa berucap aa ba ta sa tanpa mengerti dan memahami maknanya, tetapi setidaknya kita menyadari waktu itu bahwa yang kita lakukan ini adalah tuntunan dan tuntutan sebagai pribadi yang mengaku beragama,
kita mengamini terpanjatnya doa doa yang sama,
kita mengaji kitab suci yang sama,
mendengarkan petuah dari guru yang sama,
senarai kebaikan,  kebaktian, ataukah kesalehan yang senantiasa didamba para orang tua kita.

Rasanya juga baru kemarin malam….
ketika bulan purnama kita bermain petak umpet,  slodoran, jumpritan, di halaman pekarangan kita, atau duduk bersama para orang tua yang begitu mesra bercengkerama, berbagi cerita,  harapan, impian, menikmati singkong rebus , ubi jalar, atau jagung godog hasil ladang …
Lampu – lampu ublik mulai padam, sebelum akhirnya saling berpamitan dan berjanji esok melanjutkan cerita kita, cerita kehidupan anak – anak dusun…

……Seiring beranjaknya usia, hari – hari terasa begitu singkat
kita kini sibuk dengan urusan masing – masing
namun aku dan kamu pasti juga tahu
diantara lipatan – lipatan waktu kelak kan ada satu cerita..
tentang dirimu
yang sahabatku…………

Sintang, 27 Oktober 2013

Iklan

4 responses

  1. kemben kemben klambi-klambi pak,…mbiyen mbiyen saiki yo saiki….
    hihihiii….

    Suka

    1. huhuhu…haha…mengenang jaman kosokan watu neng blumbang…mas..

      Suka

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Zainal….

    Satu kenyataan hidup yang tidak bisa kita hindari tentang waktu yang telah melepaskan segalanya di masa lalu. Semua nostalgia indah bersama pasti tetap dalam ingatan untuk dikenang di kemudian hari. lalu kita mulai menghargai saat bersama dan kebahagiaan yang tercipta tanpa kita sedari banyak pengajaran yang terkandung di dalamnya.

    Semoga persahabatan itu terkumpul dengan baik di dalam ikatan yang tidak meragukan walau sejauh mana jarak dan tempat yang memisahkan. Hidup ini menjadi indah jika kita tahu memaknai setiap kronologi yang menyusur bersama kebijakan kita menghadapinya.

    Ungkapan dari untaian kata hati yang hebat buat, yang sahabat…. mudahan dibaca dan difahami hendaknya, jangan hanya disimpan dalam kertas yang tidak bisa berkata-kata. Coretan itu menunjukkan banyak kenangan bersana Yang Sahabat, ya mas Zainal. Ada senyuman pastinya atas tebakan ini. 😉

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. :D.

    Suka

    1. wa ‘alaikum salam warahmatullah. wb..

      begitu banyak cerita terlewat yg trrsimpan dalam pustaka kenangan, saya mungkin hanya sedang sedikit sentimen saja,
      mengenang setiap pertemanan yg pernah terjalin semasa kecil dulu…yang pernah mengisi hari hari terlewati..
      sayangnya sekarang sudah jarang sekali bertemu, masing – masing sibuk dengan urusannya..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: