Gaya Menulis Blog, Kasih Masukan Dong ..Dech..!

Seperti kemarin ,mumpung masih di rumah dan bisa online, pagi ini saya jalan – jalan menyusuri komplek perumahan blog estate, mampir dari satu rumah ke rumah lainnya. Biasanya saya lebih mendahulukan mampir ke rumah (maksud saya blog)  teman – teman yang terlebih dulu mampir ke kandang saya. Selain lebih mudah mencari jalan menuju ke sana, juga sebagai kunjungan balasan dan ungkapan rasa terima kasih karena mereka sudah meluangkan waktu untuk berkunjung.

Setiap kali jalan – jalan ke blog teman – teman saya selalu menemukan baru yang berbeda dan mampu mengaduk – aduk emosi saya…(uhuugs.. ojo, terlalu didramatisir, gayamu kui lho, Wak, wakkk…!). Saat membaca tulisan – tulisan mereka, saya selalu membanding – bandingkan dengan tulisan di blog saya. Ada perbedaan mendasar yang menjadi perhatian saya, yaitu dalam gaya menulis dari kebanyakan teman -teman dengan gaya menulis yang saya lakukan.
Kok tulisan saya begitu kaku, ibarat tiang listrik, kesannya terlalu formal dan kurang memunculkan “penulis” ( baca : saya)  sebagai seorang sahabat atau teman dalam pikiran pembaca. Terus terang,  saya ingin ada semacam kedekatan sebagai seorang teman yang dikenal, tempat saling berbagi bertukar fikir, komunikatif, dan tidak terkesan menggurui. Justru sebaliknya saya ingin belajar dari teman – teman pembaca atau pengunjung yang telah menyempatkan diri mampir dan membaca tulisan saya.

Maka dari itu, saya mohon kepada teman – teman untuk memberi masukan, tips, ataupun kiat – kiat bagaimana gaya menulis yang baik untuk blog Kandang Bubrah ini, sehingga apa yang dibaca pengunjung bukan sekedar ‘tulisan’ tetapi juga menimbulkan kesan ramah dan bersahabat bagi para pembaca.

Masukan, kiat – kiat maupun saran dari teman – teman begitu berharga dan akan sangat berarti bagi saya..-za-

Salam..

Iklan

27 responses

  1. […] pada postingan ini , bahwa hingga saat ini saya masih terus mencari dan berusaha menemukan gaya menulis dan pendekatan yang paling cocok dan nyaman, baik untuk saya sendiri maupun untuk pembaca blog ini […]

    Suka

  2. Saya sih suka-suka aja kok baca blognya sampean kang. Ga kaku juga. Karena menurut saya tiap orang punya gayanya sendiri..

    Suka

  3. Seadanya dan apa adanya..
    Kalau saya banding2kan dengan blog teman2 yg lain, blog saya blm ada apa-apanya.. tp da kumaha yaah.. Inilah saya, tp saya juga berusaha belajar dr teman-teman biar jadi pintar dan semakin pinter menulis..dan pede 😀

    Suka

    1. begitu ya, teh…
      pokona maju terus pantang mulang…

      Suka

  4. […] Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman – teman yang telah memberi masukan pada postingan sebelumnya tentang gaya menulis blog. […]

    Suka

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Zainal….

    Jangan risau tentang penulisan orang lain atau bagaimana gaya menulis mereka. Apa yang perlu mas Zainal lakukan adalah percaya dengan diri sendiri dan yakin bahawa apa yang ditulis itu serasi dengan gaya menulis mas zainal sendiri.

    Menulis itu mudah. menulis itu sebaiknya dengan santai-santai sambil jari mengetik dan memikirkan apa yang harus ditulis. Terserah dengan orang lain untuk membaca dan membuat nilai tambah kepada apa yang dipostingkan.

    Menurut saya, tulisan mas Zainal sangat bagus, sudah membawa kepada banyak ide dan menginspirasikan orang lain untuk turut serta dalam membicarakannya. Sukses menulis ini mempunyai pelbagai gaya tersendiri tetapi bukan bermaksud membuat semua orang mahu berkomentar di blog kita kerana ada yang suka menjadi pembaca senyap.

    Semoga hati tetap tenang dan tidak keruan dengan gaya menulis orang lain. Tulislah dengan gaya sendiri. Insya Allah, semuanya mudah dan menggembirakan. Yang penting semuanya diakukan semata-mata kerana Allah SWT.

    Salam sukses selalu dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Suka

    1. wassalamu alaikum wr. wb.

      terima kasih banyak ya, mbak Siti atas masukan yang begitu berharga bagi saya ini.

      entah dialami oleh blogger lain yang telah terlebih dahulu mengenal dunia blogging, terus terang saya sering membanding bandingkan tulisan di blog sendiri dengan yang saya baca di blog teman teman.

      olehnya itu, setiap ada kesempatan selalu saya gunakan untuk blogwalk, menikmati dan mengamati tulisan mereka dengan gaya yang khas masing masing blogger, dengan maksud hendak mengambil pelajaran darinya.

      terima kasih kunjungannya,mbak Siti

      salam sukses juga dari Sintang..

      Suka

  6. saya mampir.. 🙂 salam kenal.

    tentang gaya tulisan, masingmasing punya selera mas. ndak perlu sungkan, opotoh… hehehhe

    kalo saya malah… gayanya ra pati genah..

    sampun, suwun 🙂

    Suka

    1. monggo, silahken …dan salam kenal kembali…

      oo..gitu ya, jadi gaya menulis itu soal selera juga…

      saya juga…sama…gayanya ra pati genah..*genah – genah ora nduwe gaya ….nembe rumongso… jhiahahaha..

      Suka

      1. berarti gayanya abstrak, tap apa, tak jadi masalah. asal jangan orangnya yang abstrak. kikikikikiki.

        Suka

      2. kayaknya lebih halus lagi kalau disebut..nglambrang..hahaahahaa..

        Penari hujan..(*angel nyebut jenengmu..tp unik) , ada kiat khusus nggak supaya tetap eksis dengan gaya nglambrang…monggo di share..

        Suka

      3. maap mas, saya termasuk yang ndak eksis di dunia nglambrangan.. 😛

        Suka

  7. lho kalau kamu merasa tulisanmu kaku, lha njur tulisanku piye kang ? .. kaku nehmen tho ? 😛

    Suka

    1. pendapat mbak El sendiri tentng tulisanku gimana…???
      jujur lho ya…

      Suka

      1. renyah kayak emping goreng kang 😛

        Suka

      2. empinge kanginan njur mlempem…

        Suka

  8. Just the way you are. Itu saran saya sih. Karena blog itu mencerminkan diri kita sesungguhnya. Gak perlu bersandiwara untuk memperoleh simpati, tetaplah menjadi diri sendiri dengan menulis apa yang ada dalam pikiran kita selama tidak merugikan atau menyinggung orang lain.

    Orang yang menulis seperti Mas ini biasanya orangnya apa adanya, tidak neko-neko dalam hidup, idealis dan sebenarnya perasa. Betulkah?

    Suka

    1. terima kasih banyak untuk saran dan kunjungannya, mbak Nurme.

      ehmmm…yg kedua itu (saya membacanya sebagai penilaian)…saya jawab : gak tahu..

      Suka

      1. panggil saya Ipie, Mas 🙂

        Maap kalau penilaian saya salah

        Suka

      2. baiklah..Ipie..

        It doesn’t matter, gak ada yang perlu dimaafkan…
        sebelum mata Ipie sempat berkedip sudah saya maafkan kok…*cieee…
        setiap orang sah – sah saja untuk menilai orang lain…

        Suka

  9. Kalau saya gak punya tips, Mas. Wong gaya menulis saya seperti emak kos. Kaku dan kering humor…

    Suka

    1. saya laporkan ke emak kos lho…??
      *huaawaaasssss……..!

      Suka

  10. Met malam Mas…
    Wah ini semacam permintaan yg berat. Gaya menulis. Saya pribadi masih merasa belum menemukan gaya penulisan yg benar2 pas, yg khas saya.
    Bagaimana kalau kita sama-sama mencari gaya penulisan blog yg pas untuk kemudian hari kita berbagi pandangan?

    Salam persahabatan,

    Suka

    1. met malam juga, wilujeung wengi….

      terima kasih sudah mampir, kang…

      tawaran ente itu juga semacam permintaan yang berat lho, mencarinya ke mana, nih….???
      heehee….

      Suka

  11. saya suka mikir gitu mas, kadang suka malu nulis, tulisan saya koq garing ya..kaku..gak gaul dan nyeni kayak blog2nya orang.. tapi wis lah, sing penting aku yo koyo ngene kui..
    mau digaya-gayain yo susah, apa adanya deh

    Suka

    1. tulisane, ibuseno apik kok… saya juga ngiri lho sama gaya menulisnya….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: