Hidup Sukses

“Cari duit susah benar. Nasibe dhewe kok yo ngene yo, nDul. Nelongso temen. Kapan bisa hidup enak dan sukses kalau begini terus….?”

“Daripada menyalahkan nasib lebih baik kita introspeksi diri..Sebenarnya mencari duit itu nggak susah kalau kita mengerti jalan mendapatkannya. Orang – orang seperti kita ini tahunya cuma satu jalan saja, jadi kuli jual tenaga, makanya terlihat dan terasa susah…Coba kalau ngerti dan berani melewati jalan lain, mungkin akan lain ceritanya…”

” Bukan menyalahkan nasib, nDul. Cuma lagi mikir kapan bisa sukses…!”

” Semua orang pasti ingin sukses dan hidup enak. Siapa pun ingin meraih keberhasilan dalam hidup…”

” Termasuk kamu juga ya, nDul..?”

” Woo ya tentu saja. Jangankan kita yang masih waras dan normal, wong gendheng dan gila aja pengen sukses kok….Kalau nggak percaya, tanya aja sendiri sana….! Mereka yang kita anggap serta terlihat gendheng dan gila itu, bisa jadi karena terlalu besar keinginan untuk sukses tapi tidak kesampaian, saking capeknya mikir nggak kunjung sukses akhirnya jadi stress hingga gendheng sendiri…”

” Hahaaa…! Ono – ono wae, nDul. Tapi ada benarnya juga. Contohnya juga banyak yang seperti itu, gagal jadi lurah terus jadi gemblung, gagal jadi anggota dewan sampe dibela – belain habis uang ratusan juta lalu stress,.. Saiki, kita tukar pendapat kenapa hidup kita masih begini – begini aja belum bisa sukses..?”

” Sukses itu tergantung bagaimana kita memandang arti sukses seperti apa. Tapi, kebanyakan orang jaman sekarang, ukuran sukses biasanya dilihat dari materi..rumahnya mewah apa tidak?, mobilnya berapa, sapinya berapa, kebunnya luas dimana – mana, tabungan depositonya terus meningkat, punya istri cantik dan memikat…..dan seterusnya, baru disebut sukses. Orang akan menganggap kita sukses kalau pulang dari merantau mengadu nasib terus bisa membangun rumah, beli kebun yang luas, atau bisa beli sepeda motor baru, syukur bisa beli mobil mewah sekalian…”

” Lahiyo, bener itu, nDul. Lalu, bagaimana seharusnya kita lakukan agar bisa hidup sukses seperti yang kamu bilang barusan….??”

” Aku juga tidak tahu, kita sama – sama masih nguli, sama – sama senasib dan merasa belum hidup sukses. Seperti yang aku katakan tadi, daripada menyalahkan nasib lebih baik kita introspeksi diri..”

” Maksudmu..?”

” Ya setidaknya kita mengenali untuk kemudian memperbaiki apa yang dirasa kurang pada diri sendiri. Berkaca pada diriku sendiri, aku melihat beberapa hal yang dilupakan sehingga hidup masih begini saja dan belum meraih sukses..”

” Apa saja hal yang kamu maksudkan, nDul…?”

” Yang pertama, niat. Kalau boleh aku bertanya padamu, apa kamu punya niat ingin hidup sukses..?”

” Hmmm..! Ya, pastinya begitu. Lalu…?”

” Seperti kamu, aku juga punya niat yang sama untuk hidup sukses. Tapi, terkadang niat tersebut kurang kuat untuk melakukan usaha secara sungguh – sungguh. Lebih tepatnya mungkin hanya keinginan, bukan niat. Beda lho antara niat dan ingin. Niat bisa menimbulkan dorongan atau motivasi yang kuat, tapi “ingin atau keinginan’ bisa jadi hanya pemanis bibir. Orang yang punya niat kuat biasanya dibarengin keinginan dan tekad mewujudkan niatnya, dan orang yang hanya “ingin” belum tentu punya niat…”

” Wah, tumben tumbenan omonganmu begitu mantap. Aku kira kamu sedang mabuk ya..? Walaupun begitu aku suka, justru di saat kamu seperti orang yang mabuk ini, seakan kamu mahaguru yang hebat..hehee… .?”

” Coba lihat kembali, niat kita untuk hidup sukses itu supaya apa, supaya kita dapat pujian orang dan dibilang hebat, ‘ Wah, kamu hebat ya bisa sukses..!’ atau niatnya kalau kelak sudah sukses supaya bisa lebih banyak berbagi dan menolong sesama..? Mungkin sebaiknya, kita meluruskan kembali niat kita agar dibimbing oleh Allah menuju jalan kesuksesan.. Kamu masih ingat nasehat dari guru ngaji kita, bahwa segala amal perbuatan yang kita lakukan tergantung bagaimana niat kita….?”

” Ya, ya,, aku ingat. Katakanlah sekarang niat kita sudah ada dan kuat, lalu bagaimana lagi selanjutnya….”

” Niat sudah kuat, tinggal bagaimana kita mengejawantahkan niat tersebut ke dalam perbuatan. Kiat jaga niat kita tadi agar tetap kuat dan terus bekerja keras. Bila perlu lebih keras lagi di atas rata – rata.”

” Oo, jadi hal kedua yang perlu kita pertanyakan apakah selama ini sudah cukup bekerja keras untuk bisa meraih hidup sukses.? Ya, ya.masuk akal sekali. Aku sendiri merasa belum seperti itu.”

” Yah, begitulah. Namun, bekerja keras saja juga belum cukup. Bekerja semestinya dibarengi doa, mendekatkan diri kepada Maha Pencipta. Kalau kita dekat dengan Yang Maha Kuasa, Insya Allah kesuksesan yang kita cita – citakan juga semakin dekat..”

” Omonganmu seperti seorang ustadz saja. Tapi benar juga..Aku sering merasakan seolah segala kerja keras yang telah dilakukan tiada artinya, nasibku tetap begini saja. Sudah capek – capek hasilnya tidak memuaskan..”

” Itu pertanda kalau kita juga melupakan satu hal lagi, yaitu ikhlas. Kita merasa terbebani dan terpaksa melakukan pekerjaan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan yang dia lakukan sebagai kesenangan, sehingga dia akan menikmati segala hal yang dikerjakan dengan senang hati. Menurut beberapa buku tentang hidup sukses yang pernah ku baca seperti itu….”

” Hmm, rasanya semakin menarik mendengar omonganmu, nDul.. Masih ada lagi yang lainnya…??”

” Ada. Kamu tahu, kenapa hidup kita masih begini saja belum kunjung sukses, salah satu sebabnya ‘mungkin’ karena kita jarang memberi. Hukum sebab akibat.. kalau jarang memberi jarang pula menerima, sedikit memberi ya sedikit pula diberi atau menerima… Dalam bahasa agama, karena kita jarang atau bahkan tidak pernah sedekah…”

” Apa yang akan disedekahkan, lha wong nggak punya, harusnya kita ini malah termasuk orang yang berhak menerima sedekah. Kita ini kan orang miskin, orang nggak punya….”

” Nah, itu masalahnya. Kita lebih suka menjadi tangan di bawah daripada menjadi tangan di atas. Suka menerima tapi ogah memberi. Katanya tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah….?”

” Iya, aku tahu. Kita sendiri aja masih susah….”

” Yo wis, yang ku katakan juga belum tentu benar. Dari awal kita hanya ingin bertukar pikiran, aku mengatakan apa yang aku pikirkan, sebatas yang aku bisa tahu sambil berkaca diri…. Sebenarnya masih ada hal lain lagi yang menurutku membuat hidup kita belum sukses.Mungkin kau masih mau mendengarkan….?”

” Seperti kataku tadi..walaupun sepertinya kamu sedang mabuk, tapi omonganmu ada benarnya. Apa hal lain itu…?”

” Yang terakhir, sabar dan tawakkal. Tawakkal dalam arti setelah berusaha dengan segala ikhtiar terbaik, saatnya menyerahkan kembali pada ketetapan Allah Swt. Karena hanya Dialah Pemberi segala kesuksesan dan Dialah pemberi segala keinginan…”

” Wah..wah..aku salut sama kamu,nDul. Sebenarnya kamu itu ngerti dan pinter, tapi kok ya nasibmu masih seperti aku juga…belum sukses…!”

” Kan, sudah aku jelaskan dari tadi. Belum bisa meraih sukses karena banyak yang harus dibenahi. Mulai dari niat, usaha dan kerja keras, kemudian keikhlasan, kedekatan dengan Sang pencipta, dan seterusnya……Hingga akhirnya aku mendapati sebuah kesimpulan bahwa kita bisa dikatakan SUKSES HIDUP itu kuncinya sederhana saja… Jangan lupa ambegkan (bernafas)…..!!! Wakakakkkkkkkk……”

” Wkwkwkwwkkkk…..! Wooo lha …asem tenan kok..Tapi yo bener, nek lali ambegkan berarti modyar dan gagal hidup…. wkkwkwkkkkkk….”

“Wis, saiki turu wae, wis wengi….”

Tayan, Januari 2014.

Iklan

10 responses

  1. sukses itu relatif mnrtku kang tergantung siapa yg ditanya bener nggak ? 😛

    Suka

    1. jadi nggak ada tolak ukur seseorang sukses atau belum…? apa maksudnya begitu, mbak…?

      Suka

      1. maksudku sukses org beda beda persepsinya ya kang, kl buatku bisa bahagia tiap hari itu saja sudha mrpkn suatu kesuksesan 🙂

        Suka

      2. begitu ya, mbak..?
        sebagian orang ada juga yang beranggapan bahwa hidupnya akan bahagia bila dia telah bisa meraih sukses, ada juga yang begitu sukses justru malah tidak bahagia…
        eee..tapi yo embuh ding, soale jare simbah wong urip iku mung wang sinawang…

        kalau menurutku sukses itu yang bisa mencapai apa yang diinginkan..ingin bahagia setiap hari : tercapai, ingin punya keluarga harmonis : tercapai, ingin beli rumah : tercapai…. pokok’ e opo kepingin opo keturutan berarti sukses, nek ngono kui piye menurut mbak El..?

        Suka

      3. yo pancen ngono kang 🙂

        Suka

  2. SUKSES BAHAGIA “BISA SENYUM”

    Suka

    1. senyum2 sendiri berarti bahagia juga ya, Bu Guru..?

      Suka

  3. sukses salah satu tandanya kalau kita juga bisa memberi manfaat buat orang lain, masbro 🙂

    Suka

    1. yang dimaksud ‘memberi manfaat’ menurut Mas Hendro sendiri bagaimana…? apa termasuk di dalamnya ” dimanfaatkan (oleh orang lain)” juga termasuk memberi manfaat lho Mas..?! hehee

      Suka

      1. kalau dimanfaatkan orang lain untuk kebaikan atau hal2 yg baik ya gak apa-apa lah 🙂 itung2 berbuat amal 🙂

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: