Setengah (1/2) Kopdar

Saya tidak tahu, yang benar judul postingan ini ditulis ‘Setengah Kopdar’ atau ‘1/2 Kopdar ‘. Saya juga baru mendengar istilah ‘setengah Kopdar’ (1/2 Kopdar) sekitar 10 menit yang lalu, setelah diberitahu lewat telpon sama Mas Yudhi Hendro, pemilik blog Yudhi Hendro Berbagi Cerita. Ini kali ketiga saya dan mas Hendro berkomunikasi lewat telpon. Awalnya saya yang menelpon terlebih dahulu. Sekedar mencari teman ngobrol daripada sepi sendirian di camp, tapi bukan berarti Mas Hendro jadi tempat pelampiasan rasa sepi lho ya…hahaaaahaa.
Alhamdulillah telpon saya tidak diangkat, mungkin Mas Hendronya sedang sibuk, pikir saya.
Sekitar lima menit kemudian, malah Mas Hendro yang balik telpon. Ahai, cuk di lam tib..alias pucuk dicita ulam tiba… Pulsa mung – mungan eman arep telpon malah ditelpon, rakyo kebeneran banget tho..? Kalau pun harus kehabisan pulsa biar Mas Hendro aja..hahaaa…

Acara ngobrol ngalor ngidul lewat telpon pun terjadilah. Cerita tentang keluarga, teman, tentang kerja hingga tentang bagaimana sebaiknya menanggapi  atau memberi komentar di blog. Saya merasa nggak enak sendiri karena lebih mendominasi obrolan.Duh, nyuwun pangapunten nggih, Mas Hendro, dasare kulo tiyang ndeso ingkang cubluk kirang toto…..
Acara obrolan lewat telepon yang diprakarsai Mas Hendro sebagai sponsor utama (maksudnya yang korban pulsa hehee….) begitu lancar tidak putus – putus.
image

Mas Hendro memberitahu saya bahwa dua kali telpon telponan kami terdahulu dia jadikan sebagai postingan di blognya. Judulnya “Setengah (1/2) Kopdar. Mungkin karena tingkatannya lebih tinggi dari sekedar saling mengunjungi blog, membaca dan berkomentar di postingan, maka saling telpon telponan antara saya dan Mas Hendro diistilahkannya dengan ‘Setengah (1/2) Kopdar’. Kami memang belum pernah bertemu secara langsung, baru lewat telpon. Baru ada rencana untuk kopdar, kebetulan tempat tinggal saya dan Mas Hendro tetangga kabupaten.
Sekitar satu jam lebih perjalanan dengan sepeda motor dari desa saya ke Nanga Pinoh, ibukota Kabupaten Melawi. Tidak disangka, berkat ngeblog saya bisa bertemu dan berkenalan dengan Mas Hendro.

Saya sendiri belum sempat membaca postingan Mas Hendro tentang “setengah kopdar’ tersebut karena terkendala tidak bisa konek ke internet. Di tempat saya mencari sesuap nasi sekarang, jauh dari jangkauan sinyal. Untuk bisa telpon harus berjuang mendapatkan sinyal dahulu, itu pun sering putus – putus. Ketika turun gunung baru bisa membuka internet. Kalau kebetulan pergi ke kota terdekat, selain menelpon biasanya selalu saya sempatkan untuk internetan. Tapi yang sering saya prioritaskan justru membuka internet, semacam aji mumpung begitu. Itu juga salah satu alasan kenapa saya jarang ngeblog, lebih sering berada ditempat yang sulit jangkaun sinyal.

Setengah (1/2) kopdar saya dengan Mas Hendro berawal dari saling komentar di postingan dan saya meminta nomer hp Mas Hendro. Dia mengirimkan nomer hp-nya via email. Lalu terjadilah telpon telponan. Waktu pertama kali telpon (1/2 kopdar dengan Mas Hendro) sempat bingung juga mau menggunakan bahasa apa karena dia lebih tua. Kalau menggunakan bahasa Indonesia yang tidak mengenal tingkatan seperti dalam bahasa Jawa rasanya kurang sopan. Akhirnya saya memilih ngomong pakai boso Jowo tingkat menengah (boso Jowo kromo madyo).

Rupanya Mas Hendro sudah cukup lama berada di Kalimantan, sudah 18 tahun, sejak tahun 1995 hingga saat ini bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang kehutanan. Asalnya dari Semarang dan pernah tinggal di Jogja sejak SMA hingga lulus kuliah.

Untuk bisa sampai ke tempatnya bekerja dekat perbatasan Kalbar dan Kalteng ditempuh melalui jalur sungai menggunakan speed boat. Dari Nanga Pinoh sekitar 3 jam. Walaupun ada jalan darat namun hanya berupa jalan tanah dan pada saat musim hujan seperti sekarang sangat sulit untuk melewatinya. Resiko jika melalui jalan darat harus siap bermalam di tengah perjalanan karena mobil mogok atau amblas di jalan yang berlumpur.

Ternyata Mas Hendro hanya tinggal sendiri di asrama perusahaan, maksudnya tidak bersama keluarga. Karena anak – anaknya harus melanjutkan sekolah, kini Mas Hendro juga harus tinggal terpisah dari keluarga. Istri dan anak – anak Mas Hendro tinggal di Pontianak. Biasanya sebulan sekali Mas Hendro pulang ke Pontianak untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarga. Pulang ke rumahnya di Pontianak menjadi agenda wajib setiap bulan baginya.

1/2 Kopdar yang kedua waktu Mas Hendro sedang berada di Pontianak. Kami ngobrol lewat telpon cukup lama, hampir satu jam, dari jam lima sore dan berakhir ketika menjelang magrib.
Terhitung sudah tiga kali saya dan Mas Hendro 1/2 kopdar. Yang ketiga kalinya baru saja berlalu lima belas menit yang lalu. Kami mengobrol lama sekali, sesekali agak serius tapi lebih banyak guyonan dan ngalor ngidul.
Walaupun belum pernah bertemu secara langsung rasanya sudah lama saling kenal. (Apa karena saya yang sok akrab ya…? hehe…). Tidak terasa tahu – tahu sudah lewat jam sepuluh malam. Bukan waktu yang tepat lagi untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul, dan obrolan lewat telpon itu pun berakhir.
Terima kasih Mas Hendro sudah berkenan meluangkan waktu menelpon dan ngobrol ngalor ngidul. Mudah – mudahan suatu saat kita bisa bertemu dan 100% kopdar…….salam paseduluran.

Z 41 NAL

18 Januari 2014

Iklan

12 responses

  1. Wah, lengkap banget reviewnya. Nggak kalah sama jurnalis atau wartawan dalam membuat reportase berita. Kalau ikut lomba review postingan pasti menang, bro

    Suka

  2. Wow, lengkap banget dan detil review 1/2 kopdarnya. Nggak kalah dengan jurnalis atau wartawan dalam membuat ulasan. Kalau ikut lomba atau ngontes pasti menang ini.

    Suka

    1. ..apa iya, Mas.? saya masih takut ikutan ngontes, Mas…takut yang lainnya pada minder…hahaaaa..

      Suka

  3. 1/2 kopdar hahahaha istilah baru denger.. skypean termasuk juga gak ya

    Suka

    1. skype-an termasuk 1/4 kopdar,bu…hahahaa..

      Suka

  4. kalau chatingan gitu atau ngobrol lewat email termasuk 1/2 kopdar gak ya, mbak..?

    Suka

  5. Hahah, ada lagi istilahnya 1/2Kopdar…. 😀

    Suka

    1. iya nih, masbro… besok lusa bisa jadi muncul juga 1/2 kopyor…hahaa

      Suka

      1. Hahaha…ada-ada saja 😀

        Suka

  6. wah seneng ya kang bisa ngobrol langsung dgn sesama Blogger apalagi sama mas Yudhi .. jad kapan rencana full kopdarannya ? 😛

    Suka

    1. ya seneng, mbak. selain nambah teman jg sekalian silaturrahim.
      Mbak Ely sendiri udah pernah mengalami 1/2 kopdar pa belum..?

      Belum tahu kapan bisa ketemu secara langsung, mbak…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: