Pasak Bumi

Daripada waktu luang sore ini berlalu begitu saja, sepulang dari kerja saya mengajak seorang teman bernama Ris pergi ke hutan di lereng bukit sebelah untuk mencari pasak bumi.
Berbekal sebilah parang/golok kami memasuki hutan. Kebetulan beberapa hari yang lalu Ris menemukan sebatang pasak bumi, jadi kami berdua langsung menuju TKP ( Tempat Kayu Pasakbumi)  tersebut. Karena cuma ada satu batang saja, kami berniat mencari lainnya juga.
Setelah mencari – cari disekitar pasak bumi tersebut tumbuh, akhirnya kami menemukan empat pasak bumi lainnya. Rencananya pasak bumi tersebut selain untuk direbus sebagai jamu di sini juga akan dibawa pulang ke rumah.

Kayu pasak bumi, seperti yang pernah saya dengar, katanya hanya tumbuh di hutan Kalimantan. Mengenai kebenarannya saya sendiri tidak tahu. Bisa jadi pasak bumi juga terdapat di daerah lain selain Kalimantan. Untuk lebih jelasnya silahkan bertanya kepada ahli tumbuh – tumbuhan atau dukun pijat terdekat. Lho…!? hehe…

Ciri khas utama kayu pasak bumi adalah tidak memiliki akar lain kecuali satu akar tunjang yang biasanya tumbuh lurus menancap ke dalam tanah. Ciri – ciri lainya adalah batang kayu bagian atas juga tidak bercabang dan tidak memiliki ranting. Batang pokoknya menyatu utuh dari ujung akar hingga pucuk batang atas. Jika terpaksa batang pokok pasak bumi patah karena tertimpa kayu lain yang roboh atau karena tertebas, biasanya batang pokok akan mengering hingga akhirnya lapuk, dan dari pangkal batang / dari akarnya akan tumbuh tunas baru lagi.
Yang juga khas dari pasak bumi yaitu daunnya tidak akan hancur atau sobek jika diremas – remas. Tidak seperti daun kayu pada umumnya, daun pasak bumi lebih kaku dan tebal dan elastis. Kalau kita robek, ada semacam serat menyerupai benang yang lembut terdapat di dalam daun pasak bumi.
image

image

image

Untuk bisa mendapatkan akarnya secara utuh, biasanya dilakukan dengan cara mencabut akar pasak bumi tersebut dari dalam tanah. Sebenarnya bisa juga dengan cara menggali tanah sekeliling akar, namun butuh waktu agak lama dan lebih repot. Karena akar pasak bumi bisa mencapai +1 m, bisa dibayangkan berapa besarnya lobang yang akan digali. Kalau kita gali, paling tidak diameter galian juga satu meter agar dapat mencapai kedalaman akar pasak bumi. Bisa – bisa kita dikira mau membuat sumur bukannya menggali akar pasak bumi.

Mungkin ada diantara para sahabat blogger/pembaca yang berpikiran bahwa untuk dapat mencabut akar pasak bumi bukannya lebih berat dan butuh tenaga yang kuat.? Tentu saja, apa lagi biasanya pasak bumi tumbuh di tanah yang kering dan keras. Setelah bertahun – tahun tumbuh pasti akarnya sangat kokoh dan sulit dicabut.
Tetapi dengan metode khusus dan teknik tertentu…(yeeaahhhh…bahasane jiaan ngaya tenan iki….hehehee..) akar pasak bumi dapat tercabut dengan mudah tanpa harus kehilangan banyak tenaga.

Lalu bagaimana cara mudah mencabut akar pasak bumi tersebut…?
Nah, langkah – langkah berikut ini biasa saya praktekkan ketika mencabut akar pasak bumi dan pasak bumi pun dapat dicabut dengan mudah. Siapa tahu suatu saat ada diantara sahabat berada di hutan Kalimantan, kebetulan bertemu pasak bumi dan ingin mencabutnya untuk dibawa pulang bisa mencobanya.
Siapkan juga alat yang diperlukan, yaitu :

1. Siapkan seutas tali dari rotan atau tali nilon secukupnya, tapi jangan ‘Tali Kutang’ lho ya seperti judul lagu campur sari yang dinyanyikan Cak Dikin yang sedang saya dengarkan dari pemutar MP3 teman sambil menulis postingan ini..

2. Sebatang kayu dipotong panjangnya 2 – 3 m untuk menuas. Usahakan kayu yang cukup besar dan kuat/keras.

3. Gergaji, kapak, atau parang/golok.

4. Sebotol air minum.

Adapun langkah langkah mencabut akar pasak bumi adalah :

1. Jangan lupa baca doa terlebih dahulu. Doa itu penting lho ya, sebelum memulai suatu pekerjaan apa pun sangat dianjurkan untuk berdoa. Bukan begitu, sob..?

2. Potong batang pasak bumi bagian atas dengan gergaji/kapak/parang. Usahakan agar potongan tersebut rata (bagian bawah/akar yang menancap) untuk memudahkan langkah selanjutnya. Jarak potongan dari tanah kira – kira 10 cm. Gunanya agar bisa dipasang tali.

3. Ikatkan tali rotan/tali nilon tadi ke akar pasak bumi tadi.

4. Hentak/tumbuk akar pasak bumi terlebih dahulu dengan salah satu ujung kayu penuas. Bisa juga menggunakan balok/kayu lain, atau kapak. Tumbuk/ pukul akar pasak bumi tersebut hingga lebih terbenam lagi ke tanah. Fungsinya untuk mengendorkan akar dari himpitan tanah disekeliling akar biar longgar.

5. Setelah dibenamkan, pasang kayu penuas pada tali kemudian tuas akar pasak bumi hingga tercabut. Kalau merasa cukup kuat tenaganya boleh juga dicabut dengan tangan, tetapi resiko pinggang keseleo ditanggung sendiri lho ya…

6. Akar pasak bumi telah berhasil dicabut. Nah, sekarang silahkan minum air yang telah disiapkan tadi. Tentu merasa haus setelah melakukan 5 langkah sebelumnya.

Sampai di sini saja postingan kali ini, selain kantuk yang mulai terasa juga jempol sudah pegel – pegel mengetik….Mudah – mudahan ada manfaatnya.
Oh, iya saya hampir lupa…
Pasak bumi sudah lama dipercaya dan dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat/jamu. Apa saja khasiat yang didapat dan terkandung dari pasak bumi.? Embuh yo, saya nggak begitu paham..heheehee….

met malam.

Tayan, 16 Januari 2014.

Iklan

11 responses

  1. […] Pasak Bumi Pasak bumi biasanya tumbuh ditanah pegunungan atau tanah berbukit, walaupun tidak jarang pula dpat dijumpai di […]

    Suka

  2. oooolaaa… ta pikir pasak bumi kuwi material bangunan yang digunakan untuk memperkuat pondasi suatu bangunan, ternyata ada juga tanamannya toh? 😆

    Suka

    1. dan sebatang akar pasak bumi yang mendarat tepat dijidat bisa berkhasiat menambah kecerdasan lho…kalau tidak percaya kapanpun bersedia menthungi kok..heheee

      Suka

  3. baru tahu aku kang ttg pasak bumi dann wujud tanaman itu, gunane apa ? nggoogle dulu ah, soale sing nduwe blog pelit njelaskan hihihi

    Suka

    1. hihi…silahkan googling aja,mbak.. bukannya pelit menjelaskan tapi eman jempolku ndak keram karena kakean mijet keypad…hehehee

      Suka

      1. alasan lan ngeles kang iku jenenge hihihi

        Suka

      2. tenan kok mbak, aku ora paham gunane pasak bumi, jarene keno nggo tombo demam, sakit perut, menambah vitalitas, dan mengobati sakit pinggang…

        Suka

  4. Kang, nyong dikirimi ngeneh lah… Mbok jere sapa payu nang kene…

    Suka

    1. temenan apa ora kiye…? anane mung sethithik.. kayane perlu dicoba ya.??

      Suka

      1. Temenan koh..
        nang kana mbok akeh wit kaya kue ?

        Suka

      2. nek di arani akeh ya ora akeh bangetlah, nggolete madan angel..nggon2an..ora kabeh alas ana kayu pasak bumi. apa maning siki akeh alas dibuka nggo perkebunan sawit..

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: