3 Musuh Terbesar (Belajar) Menulis di Blog

Hari kedua tantangan 100 Hari Menulis (ngeblog)….

Baiklah, sesuai dengan judulnya 3 Musuh Terbesar (Belajar) Menulis di blog, saya akan merangkum musuh – musuh yang harus saya hadapi selama ini, selama hampir dua tahun belajar menjadi seorang blogger. Mungkin teman – teman pernah merasakan apa yang saya alami.

Musuh yang saya maksud di sini bukan musuh yang nyata dan bisa kita hajar bila di depan mata. Tetapi musuh – musuh tersebut terdapat dalam diri kita. (Subjek dari kalimat ini sebaiknya ‘kita’ atau ‘saya’ ya…??)

1. Malas

Musuh yang pertama adalah malas. Waktu pertama kali membuat blog semangat menggebu – gebu, semangat untuk mengunjungi blog, semangat membuat postingan. Lama – lama mulai jenuh dan menjadi malas, terutama malas menulis postingan.

Apa sobat blogger semua pernah mengalami rasa malas ?  Lalu bagaimana cara melawan kemalasannya..?

2. Bimbang /ragu – ragu

Musuh kedua adalah bimbang. Setelah blog sudah dibuat, muncul suatu kebimbangan.
Bimbang yang saya alami di sini adalah tentang judul blog dan isi tulisan yang akan saya buat. Apa yang akan saya tuliskan di blog.?
Lagian saya ini bukan orang yang memiliki keahlian khusus.
Kalau blog  diberi judul “Dunia Sastra” saya bukan sastrawan dan sama sekali tidak paham sastra. Jika menulis tentang tutorial internet, saya bukan seorang master web. Mau menulis artikel dalam bahasa Inggris, wong mengucap kata – kata dalam bahasa Inggris lidahnya ketelan. Ngertinya cuma “owh no owh yes, ouh yes ooh no..!
Terus kalau seandainya membahas tentang dunia perbengkelan, saya ngertinya paling – paling cuma ” terima bongkar, tidak terima pasang..”

Akhirnya blog saya jadi vegetarian juga, isi blog ngalor – ngidul alias gado – gado. Selain itu judul blog juga sudah beberapa kali gonta – ganti nama.

3. Suka membanding – bandingkan

Musuh yang ketiga adalah suka membanding – bandingkan.
Biasanya ketika mengunjungi blog lain saya sering berpikir, ” blog ini keren, isinya juga bagus dan bermanfaat, sedang blog saya amburadul nggak jelas..”
“blog ini tampaknya sederhana tapi enak dibaca…”
“blog si A banyak pengunjungnya, blog ku kok sepi – sepi aja …”
Pikiran – pikiran semacam itu sering muncul ketika saya mengunjungi blog lain. Ujung – ujungnya malah membuat saya jadi malas untuk lanjut ngeblog apa enggak ya..?

Apa benar rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput di halaman sendiri…?

Itulah 3 musuh terbesar menjadi seorang blogger yang saya alami. Bagaimana dengan sobat blogger semua..? Pernahkah juga mengalami hal serupa…?

Salam persohibloggeran..

Iklan

17 responses

  1. Bagi blogger pemula memang butuh keberanian buat nulis konten. Saya baru belajar ngeblog sudilah sekiranya mampir ke blog saya Blog Gaek Tangka sekedar memberikan rewiew mas, terimakasih.

    Suka

  2. tuku obat nyamuk kang 😀

    Suka

    1. obat nyamuk po ngamuk ki..??

      Suka

      1. lho knp aku nulis komen di atas ya ? 🙄

        Suka

  3. tidak percaya diri masuk di mana tuh kang? nomor tiga ya?

    salam kenaal ^^

    Suka

    1. tidak percaya diri termasuk musuh juga ya..? waduh, harusnya jadi musuh no 4 tuh, saya malah nggak kepikiran ke situ, makasih sudah menambahkan, salam kenal kembali…

      terima kasih sudah berkunjung….

      Suka

  4. Penyakit males juga kadang datang melanda 🙂

    Suka

    1. asal jangan keseringan melanda aja ya, Bu.
      soalnya kalau lagi males ngapa2 juga tetep males, ngeblog males, kerjo males, tapi maem doyan wae…kwkwkwkkkk

      Suka

  5. Terbatasnya waktu kang, bkn alasan tp mmg bgt, jd ya maap klo BW atau ngeblog nya jarang2..

    Suka

    1. ya ya ya.Banyak
      yang menjadi pertimbangan selain dari kegiatan sehari-hari di dunia nyata yang
      menguras banyak waktu. Memang tidak sepatutnya waktu kita habiskan untuk
      berselancar di dunia maya. Karena kehidupan yang sebenarnya adalah sesaat
      setelah logout dari akun media sosial mana pun. Ada saat dimana kita harus mengurangi intensitas di dunia maya, Ada waktunya juga dimana kita untuk sesaat melupakan sama sekali dunia maya..ehmmm…
      (*aku nek bar mamam lawuh endok kok rodo pinter dan bijak yo…hahahaàaaa.)

      Suka

  6. Semua mulai nomor 1-3 pernah aku alami, bro. Kuncinya gampang, kok. Jangan malas, jangan bimbang dan jangan membanding-bandingkan. Mangan ora mangan sing penting nulis 🙂

    Suka

    1. huaahaaa..bener buanget,Mas…mangan ora mangan sing penting nulis..rampung nulis njur klenger…hehehee

      Suka

  7. kerep kerepe no siji lan loro kang

    Suka

    1. ee…tak kiro aku dhewe sing kerep males lan bimbang, jebul yo ono kancane tow…??
      njur kepiye carane ben ora males, mbak..?
      tuku obat antimalas dan antibimbang pow…?

      Suka

  8. Bimbang, ragu-ragu dan suka membandingkan kadang memang jadi penghalangterbesar…

    Suka

    1. maaf mas Dani, baru balas komentarnya,
      saya benar2 tidak tahu kalau ada komentar
      mas Dani di postingan ini, sy baru tahu
      setwlah buka kotak spam, ternyata komen
      mas Dani sempat ngumpet di sana
      beberapa hari. sy tidak tahu kenapa..?
      Benar sekali mas, bimbang dan suka
      membandingkan, malah jadi nggak pede,
      sy dulu sering mengalaminya, sekrang
      sudah mulai berkurang. Mas Dani punya
      tips khusus buat mengatasinya dong, kalau
      nggak keberatan monggo berbagi
      pengalamannya..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: