Bahasa Hantu Belau

Satu SMS masuk..
“nDul, hari minggu kita berangkat. (tanda tangan pesan : 53t!4 M3n4nT! w4l4u p3r!H)”

Saya balas : “Ya. tanda tangan pesanmu kok gaul temen. Koyo ABG wae hahaa..”

SMS balasan kembali masuk : ” Embuh iki, paling – paling kerjaan anakku.”

Saya tidak membalasnya lagi. Malas.

Bukan tentang malas membalas SMS itu yang ingin saya bahas, tapi tentang tulisan tanda tangan pesan/SMS tadi yang menjadi perhatian.
Anak si pengirim SMS yang saya terima memang masih ABG, atau istilah yang lebih gaul sekarang adalah alay.

Saya membayangkan apa jadinya Bahasa Indonesia di masa datang ketika para suku alay ini telah dewasa. Apakah masih menggunakan bahasa alay mereka dalam menulis atau sudah berganti dengan bahasa gaul yang lebih up to date pada masanya. Bukan tulisan saja, masih ada istilah – istilah gaul dalam bahasa suku alay  yang sering digunakan dalam komunikasi sehari – hari. Saya yang tidak gaul ini tidak begitu paham apa maksudnya. Mungkin bukan hanya saya, di luar sana saya yakin masih banyak para orang tua yang juga tidak mengerti dengan bahasa gaul anak – anak mereka yang ‘baru gede’ dan 4L@y.
Coba tanyakan kepada Mbok Darmi atau Mbah Karyo yang tinggal di kampung apa mereka ngeh ketika mendengar kata ‘kepoo’, jomblo, kamseupay, lebay atau lainnya. Yakin mereka hanya akan manthuk – manthuk atau malah plonga – plongo karena bingung. Ah, tidak usah jauh – jauh sampai ke Mbok Darmi atau Mbah Karyo yang barangkali bahasa Indonesia saja masih medok dan belepotan. Sekarang perhatikan kita dan anak – anak kita saja, yang setiap saat berada di sekeliling kita.

Bagi saya, atau mungkin juga Anda yang belum mengerti tulisan suku allay tentu akan dibuat bingung sesaat ketika menerima SMS atau membaca tulisan para suku AL@y di status facebook mereka….

Cy4n6Q… QmO dLaM iDopQhO q tWo, qMo
mANk cLiD wAd cYanK m qHo, tPhE qMo pLu
tHwO mY LuPi..

Q L3l@H dLaM pH3n4nT!4n..

Bayangkan seorang anak SD atau SMP selalu menggunakan tulisan Alay hampir setiap saat untuk berkomunikasi dengan semua orang, dan hal itu terus berlanjut hingga dia kuliah, apa dampaknya..???? Kalau hanya untuk digunakan dalam komunikasi terbatas sesama mereka yang akrab kita bisa memaklumi, mungkin. Lalu bagaimana seandainya jika tulisan – tulisan Alay itu juga digunakan untuk menuliskan pelajaran di sekolah, menuliskan puluhan status mereka di media sosial atau digunakan untuk menulis postingan di blog.?

Saya sedang tidak alergi atau apriori dengan tulisan suku Alay, toh tidak sedikit para blogger yang membela tulisan Alay dengan berbagai argumentasi. Silahkan berkreatifitas dan ber – Allay ria dengan tulisan dan bahasa gaulnya. Yang perlu diperhatikan adalah dampak dari tulisan Allay terhadap pola pikir dan perkembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, bahasa nasional dan bahasa persatuan di masa datang.

Saya tahu dan sadar bahwa saya bukan seorang ahli tata bahasa, penguasaan bahasa saya juga masih sangat rendah. Tapi mari kita berpikir sejenak dan memberi perhatian kepada tulisan Allay yang mungkin sedang digunakan anak – anak kita dalam menuliskan SMS, status di media sosial, atau bahkan [mungkin] untuk menuliskan pelajaran di sekolah.

You’re what you are write.
Kalau diterjemahkan bebas kurang lebih artinya siapa dirimu terlihat dari tulisanmu. Apa yang kita tulis adalah cerminan dari kepribadian. Kemampuan seseorang dalam berpikir secara logis dapat dilihat dari apa dan bagaimana dia menuliskan pesan atau kalimatnya. Kalimat yang kacau balau tidak karuan menunjukkan cara berpikir yang kusut dan kacau balau pula. Tulisan yang jernih menunjukkan sejauh mana penulisnya mampu menggunakan nalarnya dalam berpikir secara jernih pula.

Manusia merupakan makhluk kebiasaan. Perkembangan dan perubahan dalam hidup seseorang tergantung kepada kebiasaannya. Demikian juga perkembangan pola pikirnya. Kebiasaan menulis secara kacau balau semacam tulisan Alay secara bertahun – tahun kelak akan mempengaruhi kemampuan cara berpikir nalar setelah dewasa.Tegurlah anak – anak kita atau teman – temannya yang sering menggunakan tulisan Alay dalam menuliskan pesan atau kalimatnya. Jangan biarkan mereka melatih diri dalam berpikir dengan tulisan dan kalimat – kalimat yang kacau balau.
Tanpa disadari menulis kalimat bertahun – tahun secara kusut dan kacau balau, tidak karuan kesana kemari, akan mempengaruhi pola berpikir yang juga kacau balau dan silang selimpat.

Boleh percaya boleh tidak…!

Iklan

4 responses

  1. […] Mas Hendro) sempat bingung juga mau menggunakan bahasa apa karena dia lebih tua. Kalau menggunakan bahasa Indonesia yang tidak mengenal tingkatan seperti dalam bahasa Jawa rasanya kurang sopan. Akhirnya saya memilih […]

    Suka

  2. bikin pening kepala bahasanya, bro?

    Suka

    1. kliyeng2 bingung dewe, Mas. kadang gregeten nek oleh SMS tulisane :p4 k@B4r cuy…!

      welah, dikirane ALay po piye..?

      Suka

  3. nek Alay ngono marai ngelu kang, neko neko pancen boso saiki, saake Bhs indonesia , durung nek dicampur campur nganggo boso linggis

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: