#36. Satu Bulan Satu Buku

Alhamdulillah, seperti kebiasaan yang sering saya lakukan saat berada di rumah memanfaatkan waktu untuk membaca beberapa buku yang saya koleksi.
Mungkin ada yang ingin bertanya, “Zainal kan cuma kuli macul kok punya koleksi buku…?”
Ya, selain mulai berminat untuk belajar menulis (di blog), saya juga suka membaca.
Ada juga sih, teman bahkan istri saya sendiri yang pernah mencibir dan mengatakan kalau saya ini nggaya, kuli kok nggaya kayak orang penting aja, ndadak moco – moco barang, sing penting kuwi kerjo nggolek duit, cari uang.

Ya, saya tahu,

kerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan itu harus. Hari gini siapa sih orangnya yang nggak butuh uang.? Walau pun ada yang bilang uang bukanlah segalanya, tapi di jaman sekarang segala – galanya butuh uang. Jangankan untuk membeli barang kebutuhan sehari – hari, di kota – kota mau buang air kecil aja harus bayar. Bayarnya juga harus pakai uang, bukan pakai daun pisang. Punya uang itu perlu, tapi punya ilmu pengetahuan juga penting. Karenanya, kalau lagi ada uang lebih saya usahakan untuk menggunakan uang tadi untuk membeli buku, buku itu gudang ilmu pengetahuan. Punya uang banyak sekalipun kalau nggak punya ilmu pengetahuan untuk menggunakannya bisa – bisa uangnya habis tanpa bekas.
Eh, tapi tunggu dulu..beli buku supaya bertambah ilmu itu kan butuh uang. Jadi mana yang sebenarnya lebih penting, uang atau ilmu…??
Ah,..embuh yo, entahlah. Punya uang juga mau, banyak ilmu juga kepingin..

Kembali ke buku…
Sejak dua tahun terakhir ini saya selalu berusaha menyisihkan penghasilan dari nguli untuk membeli buku. Niatnya setiap bulan membeli satu buku atau majalah yang isinya tentang ilmu pengetahuan, bukan majalah hiburan. Biasanya kalau majalah saya lebih memilih majalah yang bernuansakan Islam.
Kalau dalam satu bulan belum ada buku yang dibeli karena nggak kebagian jatah, bulan depannya baru beli. Kalau masih belum mampu beli juga, ya bulan berikutnya lagi. Saya batasi sampai tiga bulan baru beli tiga buku sekaligus. Itu pun masih melihat dulu isi dompet. Kalau memungkinkan ya beli tiga buku sekaligus, kalau nggak ya satu atau dua buku. Pokoknya harus ada buku yang dibeli. Terlalu memaksa diri kayaknya, tapi menurut saya lebih baik uangnya berkurang untuk membeli buku daripada uang berkurang sekedar untuk memenuhi keinginan lain yang nggak begitu penting, beli jajanan pasar misalnya, atau sesekali makan di warung nasi atau makan bakso.

Setiap kali pergi ke toko buku saya juga mengajak kedua anak saya. Saya ingin anak – anak juga mengenal buku dan suka membaca. Saya tawarkan kepada anak – anak untuk memilih buku yang mereka sukai. Ketika mereka sudah menemukan buku yang mereka sukai tapi isinya menurut saya kurang mendidik dan tidak sesuai dengan umur mereka, saya minta mereka memilih buku lainnya atau saya beri pilihan.
Untuk Alief si sulung, saya lebih memilih buku – buku penunjang pelajarannya di sekolah. Pernah juga dia minta dibelikan komik, katanya untuk hiburan tapi tidak saya turuti. Mungkin lain kali akan saya belikan untuk dia, anak juga butuh buku yang sesuai dengan perkembangan jiwa dan umurnya. Anak – anak biasanya suka dunia fantasi. Cerita komik – komik super hero lebih menarik bagi mereka daripada buku – buku pelajaran.

image

Saya senang buku dan membaca bukan berarti gaya – gayaan, bagi saya membaca buku adalah belajar, sekalian memberi contoh kepada anak – anak supaya giat membaca dan belajar. Sebagai orang tua kita tentu menginginkan dan mengidam – idamkan memiliki anak – anak yang cerdas, anak – anak yang pintar, anak – anak yang memiliki ilmu yang bermanfaat sebagai bekal mereka menjalani hidup yang semakin kompleks. Ilmu akan didapat melalui belajar. Dan salah satunya dengan membaca buku. Banyak buku berarti banyak yang dibaca, banyak yang dibaca berarti akan banyak menemukan ilmu dan pengetahuan baru.
Terdengar terlalu nggaya ?? Ah, biar saja. Inilah saya. Dan nggaya yang paling saya suka adalah membaca. Kalau ada yang tidak suka gaya saya, tinggal bilang saja. ” Kamu nggaya, Nal. Aku nggak suka.”

Saya sedang tidak kesal atau jengkel pada siapa pun, justru saya sedang merasa kasihan. Kasihan kepada mereka yang nggak suka beli buku dan nggak suka membaca. Kasihan kepada mereka yang punya cukup uang tapi enggan menggunakannya untuk membeli ilmu (baca : buku) dan lebih suka menyimpan uangnya atau menggunakannya untuk foya – foya dan kesenangan. Kasihan kepada mereka yang begitu pelit untuk sebuah buku, tapi begitu royal untuk sebungkus rokok. Mereka yang saya maksud adalah saya. Bukan Anda, bukan sampeyan, bukan riko, bukan ente, bukan you, bukan anjeun, bukan pula penjenengan.

Bulan ini belum ada satu pun buku yang telah saya beli. Isi dompet sedang tidak bersahabat untuk disisihkan. Tak apalah, bulan depan mudah – mudahan bisa menyisihkannya untuk sebuah buku. Namanya juga kuli, penghasilannya tidak pasti. Kadang lumayan, tapi lebih seringnya ya pas – pasan. Besar kecilnya rezeki yang diperoleh sudah ada yang mengatur. Kalau lagi seret tetap berusaha, kalau lagi ada jangan terlalu bangga dan foya – foya dan jangan lupa untuk membeli buku…Satu bulan satu buku cukuplah untuk bisa membuka jendela. jendela ilmu dan jendela dunia……………..@

Ada yang berani bilang, “Gue suka gaya lo…????”

*****
Zainalisme : “kejahatan terbesar yang pernah dilakukan seorang pria adalah pamit kerja mencari uang untuk nafkah anak istri, tetapi begitu mendapatkan uang dipakai untuk senang – senang sendiri.”
Ayo ngaku aja…?!

Iklan

8 responses

  1. wow .. keren kang satu bulan satu buku, kebayang brp ilmu ya yg akan didapat šŸ™‚

    btw, jd pergi muter muter dgn bossnya kang ?

    Suka

    1. asal rajin baca buku Insya Allah tambah ilmu ya, mbak. banyak buku kalau cuma dipajang nggak pernah dibaca sama juga ngapusi.
      satu bulan 1 buku buat saya sudah cukup,mbak. lha wong kuwi wae kadang jih sering ora ketuku,,

      Suka

      1. Jahre yo kang ono sing ngomong ono uwong tuku buku akeh lan larnag larnag mung nggo pajangan ben dikiro pinter ckckckc …. iso isone yo kang

        Suka

      2. jarene saiki sing penting penampilan

        Suka

  2. Ah bener banget Kang. Memumupuk ilmu dengan mengumpulkan buku insyaAllah bakalan jadi investasi yang bagus di masa depan. šŸ™‚ gue suka gaya Lo!

    Suka

    1. iya, kang Dani. saya mulai suka membaca biar tambah wawasan aja, saya sering menyayangkan teman2 yg punya waktu dan uang lebih tp eman2 buat beli buku,, dianggapnya membaca hanya milik mereka yg sekolah atau pegawai saja, padahal agama mengajarkan untuk iqro’ (bacalah..!), kalau diartikan tentu iqro’ punya makna yg sangat luas tidak hanya baca buku, baca buku, koran, majalah hanya salah satu sarana saja.

      Suka

  3. Pengen juga baca, tapi waktu nya ga ada

    Suka

    1. super sibuk ya, Kapril..?
      sesekali perlu juga meluangkan waktu untuk baca buku..asyik lho..??!! heheee..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: