Jalan Rusak Parah Kian Hancur

Kerusakan jalan yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat kian memprihatinkan. Mulai dari Sanggau, Sekadau, Sintang, hingga Kapuas Hulu. Jalan Simpang Tayan /Simpang Ampar hingga Sosok juga rusak parah, ditambah lagi musim hujan seperti sekarang kian becek dan berlumpur. Jalan yang mulanya beraspal sekarang sudah tidak lagi terlihat aspalnya, tinggal tanah merah bekas timbunan yang sudah berubah menjadi lumpur. Meski pun masih menyisakan beberapa kilometer yang beraspal tetapi kondisinya banyak lobang yang cukup dalam di sana sini. Sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dalam perjalanan berangkat ke Tayan, saya sempat melihat sebuah truk mengangkut barang dagangan yang terguling di jalan antara Sosok dan Simpang Ampar. Truk beserta muatannya yang berhamburan ke jalan sangat mengganggu kendaraan lain yang akan melintas

image

sebuah truk terguling, untung nggak ada korban jiwa...

. Kendaraan dari arah berlawanan harus menunggu untuk bisa melewatinya karena hanya satu sisi jalan saja yang tersisa. Hampir sepanjang jalan dari Sosok hingga Simpang Tayan mengalami kerusakan yang sangat parah., Kondisi jalan sebenarnya sudah tidak layak lagi untuk dilewati kendaraan, terutama roda empat. Ruas jalan yang rusak lebih mirip kubangan.

Jalan yang rusak parah dari Sosok hingga Simpang Tayan menimbulkan reaksi dari masyarakat. Spanduk – spanduk yang berisikan tulisan keprihatinan, kekecewaan dan kekesalan terhadap pemerintah sudah bertebaran di pinggiran jalan.Wajar saja masyarakat protes dan mengeluh, karena kondisi jalan yang rusak tentu sedikit banyak akan membawa dampak yang dapat merugikan. Bahkan kalimat – kalimat cacian dan hujatan kepada pemerintah daerah juga terpampang jelas.

Pemerintah seharusnya segera melakukan upaya perbaikan jalan yang rusak. Jika dibiarkan tidak segera diupayakan perbaikan, kerusakan jalan di berbagai wilayah di Kalimantan Barat berpotensi merugikan masyarakat luas. Harga barang di daerah perhuluan akan semakin tinggi karena biaya transportasi yang juga naik. Ketersediaan barang kebutuhan juga akan menipis. Bayangkan daerah pedalaman, mereka akan sulit mendapatkan barang kebutuhan sehari – hari dikarenakan distribusi/penyaluran barang yang tersendat. Walaupun punya uang tetapi kalau barang kebutuhan pokok tidak ada, ya bagaimana bisa hidup. Kasihan masyarakat.

Kerugian lain dengan kondisi jalan yang rusak seperti saat ini adalah soal waktu. Perjalanan ke suatu tempat yang semestinya dapat ditempuh 2 – 3 jam, karena jalan rusak dan hancur bisa memakan waktu dua kali lipat dari semestinya. Lama waktu tempuhnya menjadi bertambah. Banyak urusan akhirnya menjadi terkendala. Bukan hanya rugi waktu, namun juga rugi tenaga.

Saya tidak bisa membayangkan, seandainya ada mobil atau ambulans yang mengantar orang sakit dan hendak dirujuk ke rumah sakit. Iya kalau segera sampai ke rumah sakit yang akan dituju serta mendapat perawatan/tertolong, (maaf) bagaimana kalau sampai meninggal dalam perjalanan karena jalan rusak dan mobilnya terjebak/terbenam dalam lumpur…? . Bukan hanya rugi waktu dan rugi secara finansial, tetapi juga rugi secara psikologis.

Entah sampai kapan kondisi jalan rusak yang lebih mirip kubangan ini akan terus berlangsung…
Semoga pemerintah, baik pemda maupun pemerintah pusat segera melakukan upaya perbaikan jalan rusak yang kian hancur tersebut.

Tayan, Januari 2014

Posted from Kidule Omah

Iklan

2 responses

  1. yaampuuun. sama aja ternyata ya Kang. Dimari juga banyak banget lubang gede di jalan dan tadi pagi ada truk yang muatan granitnya berhamburan di jalan protokol. Alhasil Jakarta jadi semakin macet…

    Suka

    1. merata kayaknya di seluruh negeri tercinta nusantara tanah air kita semua yah..?? di marih lebih parah lagi bro, yg difoto itu udah yg paling bagus kondisinya..
      kadang ngiri sama jalan tikus, dr dulu lalu lintasnya aman2 aja nggak pernah macet atw berlobang, belom pernah ada ceritanya tikus kepalanya diperban gara2 tabrakan ya.. hihihihi..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: