Ngeless

Angin berhembus lembut. Burung – burung kenari berkicau merdu. Butir – butir embun jatuh berguguran membasahi dedaunan. Bunga – bunga liar  indah bersemi.

Ken Dedes dan Ken Arok  sedang duduk berdua di taman istana keputren.

“Kakang, sepertinya pagi ini engkau tampak gelisah. Apa yang sedang melanda pikiranmu, Kakang.? Sampai – sampai 34 kali panggilanku tidak engkau jawab. Apa handphonemu rusak, Kakang..?”

“Ouh, tidak ada apa – apa, Ken Dedes. Maafkan aku tidak sempat menjawab telepon darimu..Banyak urusan yang harus aku kerjakan. Aku juga lupa mengirimkan SMS padamu…” Ken Arok sedikit gagap menjawab pertanyaan Ken Dedes.

” Kakang Ken Arok, aku tahu ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku. Aku bisa merasakannya. Katakanlah padaku apa yang sedang melanda jiwamu, Kakang…”

Sejenak Ken Arok terdiam. Menghirup nafas dalam – dalam hingga ruas – ruas iga mengembang. Lalu berkata.
” Ken Dedes, kau tahu aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kehilangan dirimu. Tetapi sepertinya titah kodrat tak menghendaki kita untuk hidup bersama dalam ikatan cinta tulus ini…”

” Aku juga mencintaimu Kakang Ken Arok. Tetapi…Kenapa engkau bisa berkata seperti itu, Kakang..?”

“Ketahuilah Ken Dedes.Aku baru saja membaca status Tunggul Ametung di fb-nya, dia menginginkan dirimu menjadi permaisurinya. Tunggul Ametung juga mengatakan akan menghabisi siapa pun yang menghalangi niatnya. Engkau pasti telah tahu bagaimana seorang Tunggul Ametung jika keinginannya tidak terpenuhi. Sebagai Adipati yang berkuasa dia bisa saja mengerahkan seluruh prajurit untuk meluluhlantakkan musuh – musuhnya….”

” Demi kehormatan cintamu, Kakang, kenapa engkau yang selama ini di mataku adalah lelaki gagah berani tiba – tiba menjadi seorang penakut. Apakah Tunggul Ametung mengancam dirimu Kakang…?”

“Ken Dedes, sedikit pun aku tak gentar menghadapi segala rintangan apa pun. Apalah artinya ancaman seorang Tunggul Ametung bagiku. Sekalipun leherku terpenggal aku rela berkorban demi ketulusan cinta ini..”

“Ah, aku sungguh sangat tentram mendengarnya,Kakang. Aku berharap semua yang kau katakan bukan sekedar pemanis bibir dan rayuan gombal belaka…”

Kedua insan yang sedang dilanda cinta itu pun terdiam dan saling berpandangan. Hanya sorot mata penuh kerinduan yang memancar. Perlahan keduanya saling mendekatkan wajah, ketika tiba – tiba….
“kring kringgg……”
Terdengar nada berdering di handphone Ken Arok. Sebuah SMS masuk. Ken Arok bermaksud mematikan handphone berharap tak ada nada dering apa pun yang mengganggu dan merusak suasana. Namun tiba – tiba dalam sekelebat Ken Dedes telah menyambar handphone tersebut dan dibacanya SMS yang baru masuk itu…

” Ini SMS siapa, Kakang. pake sayang – sayangan segala….Jawab, Kakang…?!”

“Anuu….Ken Dedes….nganuu….anuu….enggg…”
seketika wajah Ken Arok pucat pasi

“Hah…ona anu ona anu….masih mau #ngeless..hah.! Pantas 34 kali aku telpon kamu mailbox melulu….Rupanya ada yang lain di hatimu…Dasar gombal….!” Terimalah ini … Hoooy..jangan lari Ken Oli.. Hiyaaatt..ciyyatt..
ciyaaatttttt…bres.. bresss..!

Iklan

8 responses

  1. SMS soko Ken Umang, bro ? 🙂

    Suka

    1. hahaaaa..aku luwih memilih SMS-an sama Aura Kasih aja Mas.. Ken Umang wis kadaluarso..hehehe

      Suka

  2. Hahahahahaha. Semoga bukan cerita kisah nyata Kang..

    Suka

    1. ooh,,tentu saja bukan, cuma sering terjadi di sekitar kita. Hebatnya lelaki selalu saja ada alasan utk menutupi kecurangannya. Entah karena saking pintarnya laki laki atau malah wanitanya yg terlalu serakah dngan cinta hingga tidak pernah rela bila lelakinya mulai melirik yg lain. Sesekali sampeyan perlu mempraktekkannya hahaa…

      Suka

  3. Ini paling paling based on true story yo, wakaka.. 😆

    Suka

    1. haaaaaa….isyin daku..jadi tersipu sipu malu dan wajahku jadi merona ..hahaa

      Suka

  4. wah .. cembukor ya kang ? 😛

    Suka

    1. dari awal saya menulis ini sudah mengira akan ada yg memberi koment seperti ini..
      begitulah wanita hanya bisa mengucapkan “berbagi itu indah” ,tp tak pernah sedikitpun bisa menerima kenyataan ketika diajak utk berbagi hati…hahaaa.
      termasuk mbak El kayaknya..hahahaa

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: