Monthly Archives: Maret, 2014

ihktiar

temaram melebur angkasa
dalam tarikan nafas yang mulai tenang

sayap – sayap kesadaran rapi terbentang
menerbangkan keyakinan yang acapkali terkikis
dan tertutup debu – debu kotor
di dinding bathin

Tuhan..
bersama tenggelamnya matahari senja ini
ikhlaskanlah aku menghadapi
kekuatan – kekuatan yang menantang ini
untuk mencapai kemudahan..

Ah, tiba – tiba aku teringat
sepenggal kalimat
dan rasanya sangat pantas untuk selalu ku ingat

bismillahirrohmaanirrahiim…

image

Iklan

Bebasan Boso Jowo #2

Mangan timun dicampur uyah, timbang ngalamun nulis basa Jawa wae ah..

Yo idep – idep nguri – nguri kabudayan lan basa Jawa, karo nerusake postingan Bebasan Lan Sanepan Boso Jowo #1 wingi kae..

Emban cindhe emban siladan
(slendang iratan pring) : kasih / ora adil.
Maksudnya :Pilih kasih.

Embat-embat celarat (klarap) :
wong nyambut gawe kanthi ngati-ati banget .
Maksudnya : Sangat berhati – hati dalam bekerja

Emprit abuntut bedhug :
perkara sing maune sepele dadi gedhe / ngambra-
ambra.
Masalah yang tadinya sepele menjadi besar karena merembet kemana – mana

Endhas pethak ketiban
empyak : wong kang bola-bali nemu cilaka.
semakna dengan : Sudah jatuh tertimpa tangga

Enggon welut didoli udhet :
panggone wong pinter dipameri kepinteran sing ora sepirowa.
Semakna dengan menebar garam di laut

Esuk dhele sore tempe : wong
kang ora tetep atine (mencla – mencle).
Orang yang nggak punya pendirian

Gagak nganggo lar-e merak :
wong asor / wong cilik tumindak kaya wong luhur
(gedhe).
Orang biasa yang berlagak sperti orang kaya/borju karbitan

Gajah alingan suket teki : lair
lan bathine ora padha, mesthi bakal ketara .
Lain di mulut lain di hati, pasti akan ketahuan juga

Gajah perang karo gajah, kancil
mati ing tengahe : wong
gedhe sing padha pasulayan, wong cilik sing dadi korbane.
Para penguasa yang berselisih, rakyat yang jadi korban

Gawe luwangan kanggo
ngurungi luwangan : golek
utang kanggo nyaur utang .
Gali lobang tutup lobang

Gayuk-gayuk tuna, nggayuh-nggayuh luput : samubarang kang dikarepake ora bisa keturutan .
Apa yang diinginkan/dicita-citakan selalu gagal/tidak tercapai

Gliyak-gliyak tumindak, sareh
pakoleh : senajan alon-alon
anggone tumindak, nanging
bisa kaleksanan karepe .
Biar pelan asal keinginan terlaksana

Gupak pulute ora mangan
nangkane : melu rekasa
nanging ora melu ngrasakake kepenake.
Tidak makan nangka tapi kena getahnya

(n)Jagakake endhoge si blorok
njagagake barang kang durung mesthi ana lan orane .
Mengharap sesuatu yang tidak pasti

(n)Jajah desa milang kori
lelungan menyang ngendi – endi .
Berkelana ke berbagai belahan bumi

Jer basuki mawa bea :
samubarang gegayuhan mbutuhake wragat.
Segala sesuatu/keinginan perlu modal

Pitik walik sobo baskom:
………???????…hmmmm…..apa ya..??

image

nah, iki jenenge Pitik walik sobo baskom alias ingkung..heheehe..

2 × 365 Hari

Awal dari go-Blog

Bulan ini, tepatnya tanggal berapa saya lupa [yang jelas masih di bulan Maret], untuk pertama kali saya berkenalan dengan wordpress.
Berawal dari seringnya keluar malam dan keluyuran di dunia maya,mengunjungi tempat – tempat yang menyajikan  entertainment edukatif (wyiiihh..!) bernama blog,sebelum akhirnya saya kepincut dengan senyuman dan lirikan mata genit sebuah platform blog bernama wordpress. Padahal waktu itu hubungan saya dengan “si Biru Facebook” sedang mesra – mesranya. Hampir tiada hari terlewatkan tanpa kehadirannya si Biru…Sehari saja tidak menemuinya rasanya seperti makan sayur nangka muda tanpa bumbu..*Seperti apa rasanya ? Silahkan mempraktekkannya sendiri..*#hwoo!, yang pasti nggedabul..heheee..
Hadirnya Si Biru sedikit merubah hidup saya, dari yang dulunya goblog banget tentang internet alias gaptek dan tidak menyukai tulis menulis perlahan mulai mengenalkan saya pada dunia penulisan, walaupun saat itu baru sebatas menulis status.
Setelah sekian lama menjalin hubungan dengan Si Biru, muncul sifat mata keranjang ,karena ada yang menurut saya lebih cantik dan menarik, yaitu blog. Entah siapa yang memulainya, akhirnya saya menjalin hubungan perselingkuhan dengan satu platform blog bernama MWB , sebuah platform blog spesialis untuk handphone (tapi tersedia juga versi desktop).
Karena adanya unsur keterpaksaan serta hanya menuruti ego sesaat yang terlalu menggebu – gebu, hubungan dengan MWB juga tidak langgeng. Hanya beberapa bulan saja akhirnya saya memilih untuk mundur teratur. Walau sebenarnya MWB bersedia rela dan pasrah saat “diotak- atik onderdilnya” tetap saja ada rasa kurang puas. Bukan karena “pelayanan” dari MWB yang tidak memuaskan, ada beberapa kelebihan yang tidak berhasil saya temukan bersama MWB.
Alhasil, hubungan “cinta sesaat” itupun berakhir menggantung hingga saat ini, putus tidak berlanjut pun enggak..

Hingga pada suatu siang yang sudah tidak perawan lagi alias siang bolong, [heehehe….] saya bertemu dan nekad berkenalan dengan Blogspot.Dan, suerr…! hubungan dengan yang satu ini hanya sebatas kecupan di kening saja, kalau akhirnya si dia ternoda dengan satu postingan saya itu karena dia terlalu pasrah dan waktu itu saya khilaf tidak sanggup lagi menahan gejolak yang membara melihatnya pasrah bongkokan. hahaaa..*alasan..!

Saya tidak betah lagi .Dan dengan santainya tanpa memikirkan bagaimana hancurnya perasaan si blogspot, akhirnya saya kabur meninggalkan noda hitam bagi blogspot..

Petualangan kisah asmara sesaat itu belum juga berakhir. Setelah meninggalkan blogspot tanpa perasaan, saya menjalin hubungan tanpa status dengan Si Merah My Opera dan kembali berakhir begitu saja. Setelah ternoda segera ditinggalkan begitu saja. *teganya ..teganya …teganya..!

Setelah lelah berpetualang tanpa arah tujuan itu, saya memutuskan untuk rujuk kembali kepada “istri tuasi Biru, Facebook yang sekian lama terabaikan. Sambil masih sering lirik sana lirik sini mencari calon korban petualangan berikutnya.
Saya merawat kembali Si Biru, saya dandani dengan make up yang lebih baru dan fresh, agar tidak terlihat lumutan lagi. Giginya dipasangi kawat gigi, rambutnya juga direbonding dan disemir pirang mirip sama luwak kebun tebu. Mandinya juga di spa sebelah rumah. Walaupun tidak begitu berhasil, namun tampilan baru akun Si Biru Facebook saya sedikit lebih cantik dari sebelumnya. Hubungan kami kembali harmonis. Huhuiy….!
Sayang itu hanya sesaat, karena (lagi-lagi) ada kehadiran pihak kesekian dalam hubungan di luar nikah bersama Si Biru…Saat itu hati ini mulai kembali tergoda rayuan maut WordPress.

Go- Blog bersama WordPress

Singkat kata singkat cerita…
Hati ini (mungkin) telah tertambat pada sosok wordpress dan tak akan pindah ke lain hati..(*ciee..cieehhh…). Selain dia rela menggratiskan dirinya untuk dinodai dengan tulisan tanpo waton-ku, kehadirannya juga telah membuat saya [merasa] benar – benar go-blog. Meski masih sering memperlakukannya dengan semena – mena serta jarang memberinya “nafkah” semata – mata hanya soal berbagi waktu. Nyatanya, secantik apa pun penampilan dan hangatnya sambutan wordpress di dunia maya masih lebih cantik serta lebih hangat pelukan istri dan anak – anak di dunia nyata.
(ehemm..!).

Mau dibawa kemana hubungan kita..?

Entahlah..  Biar lagu yang menjawab..(#cling..!)

Hari – hari yang telah terlewati, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Musim pun berganti, dari musim durian hingga musim orang bayar hutang dan kreditan hubungan dengan wordpress kian terasa begitu hangat dan mesra….*ceilehhh…*
Hingga tanpa sadar, dari hubungan itu lahirlah beberapa “anak” yang dibilang ganteng nggak juga, dibilang cantik juga nggak terlalu menawan. Yang jelas, sampai hari ini hubungan kami baik – baik saja.

Ada banyak hal telah terlewati dan menjadi pengalaman tak terlupakan bersama wordpress. Bersamanya saya menemukan teman – teman baru di dunia maya. Banyak pelajaran berharga dari teman – teman yang benar – benar blogger, dimana mereka dengan berbagai kepribadian dan karakter berbeda, latar belakang yang beragam, tanpa memandang status sosial dapat membaur dan menjalin keakraban sebagai teman. Teman dunia maya.

Namun….
Masih banyak hal yang perlu diketahui, sebanyak apa – apa yang semestinya diketahui meski tak semua hal dapat diketahui. Seiring berjalannya waktu, proses pembelajaran akan terus berlanjut selama hayat masih dikandung badan. Demikian juga halnya dengan Blog KandangBubrah. Kekurangan di sana sini adalah bagian dari ketidaksempurnaan seorang pemilik akun yang melanglang dibelakangnya. Terus meyakinkan diri agar tetap semangat dan tak henti berbenah adalah ikhtiar yang sepatutnya dengan tekun terus dilakukan.

Banyak yang ingin diceritakan dengan 2 × 365 hari bersama wordpress…
Tapi jempolku wis pegel-pegel ngetik..yang membaca juga sudah kelap – kelip…pokok’e thank you, wordpress. For let flying me with you so far.

*postingan SETU LEGI..(Senajan Tua Lebay-lebay Gitu deh.) .
hihiks…

Antara Sintang dan Jerman

Teruntuk : Dinda Ely

Dua tahun telah berlalu, rasanya baru kemarin terakhir kita bertemu. Waktu begitu cepatnya berlalu ya…dan tak pernah kita menyadarinya tahu – tahu sudah sekian tahun terlewatkan.
Oh iya, aku lupa belum menanyakan keadaanmu. Aku berharap kamu baik – baik saja di sana. Aku doakan semoga Allah selalu berkenan meningkatkan kasih sayang – Nya untuk dirimu, kebahagian dan ridho- Nya senantiasa menyelimuti hari – harimu. Aamiin.

Kamu masih ingat ketika dulu pertama kali kita bertemu..? Ah, aku sudah lupa bagaimana mimik wajahmu ketika itu. Hanya beberapa penggal saja cerita tentang kita yang masih ku ingat. itupun samar – samar entah hanya khayalan liarku saja.

Kadang aku tersenyum seorang diri saat teringat kembali keluguan dan kedunguan yang pernah ku lakukan saat itu. Mungkin kamu mentertawakanku, tapi bagiku tak mengapa. Asalkan daku bisa mengenalmu, itu adalah anugerah terindah dalam hidup yang belum pernah ku alami sebelumnya.

Sepasang sorot mata tajam penuh keriangan mengiringi langkahmu setiap kali ku mengajakmu mengayuh sepeda,  bersama angin yang berhembus lembut, tetes embun yang membasahi dedaunan, dan bunga bunga liar mekar bersemi… Serta merta pandanganmu berbinar saat ku bisikkan…
“Sayaang, lihatlah dan perhatikan gunung gunung yang gagah nan tinggi menjulang itu, sungai yang mengalir, rumput ilalang dan rumpun padi dihamparan sawah, deburan ombak, bukit bukit yang menghijau, hirup semesra mesranya udara pegunungan yang sejuk dan dengarkanlah nyanyian alam yang diwakili hembusan angin dan kicauan burung burung… sangat indah kan sayaaang……”

Ketika sejarah hidup adalah tentang perjalanan kisah cinta kasih, maka tentangmu, adalah prasasti abadi dari kesuritauladanan paling asazi atas setiap jejak dan langkah cintaku,
Betapa aku menyimpannya dalam dalam dengan sehebat hebatnya keberanian, jauh lebih hebat dari keberanian sang Dewa Kegelapan menyelimuti semesta malam..
Sungguh, aku sangat mencintaimu,..

image

isshh....so sweet.! ngonthel nganti kaken ninen..

Antara Sintang dan Jerman…cinta semakin dalam…

Suit..suiitttt….!!
Kayaknya perlu diklarifikasi …
Tulisan ini hanyalah tulisan tanpo waton belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, peristiwa atau kejadian merupakan faktor kesengajaan saja… e eh..bukan kesengajaan ding, tapi kesalahan teknis …hihihihi..

**WEeh,ndahne atine Ely berbunga – bunga dan mimik wajahnya merah merona tersipyuh malu – malu kalau saja tulisan ini daku kirimkan via email…mesti njur ngguling – ngguling karo mesam – mesem dewe. hahaaa..

Suwer…iki ming upamane Ely ning Jerman terus “Si Mata Biru” Meyer lagi sakwetoro manggon ning Sintang kirim layang kangen ..

%d blogger menyukai ini: