Monthly Archives: Mei, 2014

The Ngenes Story of Perantauan…

The dash ning ndalan lemah abang kemebul and kemelun behind the truck sing tak tumpaki mergo didamu by the wind.Sound of bak gemlondang because dalan is gemronjal. I nganti mumbul-mumbul jumpalitan on the njero bak mobil. My body is pegel linu ora karuan like diuncal-uncalke.

My konco-konco is bengak-bengok and ngomel-ngomel tak karuan. Some of them pada klenger mabok perjalanan ngglempang turon-turon merem melek. Ridi and Wanto klenger, the smell of muntahan and kringet kecing mbulek nggarai tambah mumet. Ambune of lengo solar nambahi my head more than cenat-cenaut. I feel so mumet. I nyulet udud than ngombe mineral drinking water. Sinambi ngampet ngentut I kebal kebul alone.

Ora suwe Eja is nglilir. I know that he was not bisa turu. The destination is esih adoh. We are going to Desa Baru Lombak, Kecamatan Meliau. Now, we are nembe tekan Bodok. Separo of our destination. Untunge mlaku mbengi and ora patio akeh the car pating sliwer on the street. Nek mlaku awan mesti the dash luwih kandel.

At tengah wengi sekitar jam rolas bengi, we are tekan penyeberangan fery on dermaga Tayan. It is very sepi because pancene wis tengah night.
There are not many kendaraan sing arep nyebrang. Only two truck. The kapal fery not gelem ngeterke. Jarene sesok isuk nembe mlaku meneh nyebrangke.
Oh my Gusti, berarti we must kleleran dhisik tekane isuk. Sleep dhisik wae, iseh ono about four hours to meremke mripat.

We nggelar slemek to sleep. Every one of konco podo nggolek panggonan dhewe – dhewe. Ato, Eja, and Uju ndlosor in front of warung alias emperan and three others ot them in the ngisor wit ketapang. There is a long bangku like amben under the tree. Amotlah for wong telu. Aku dhewe gur see what their are doing. Jane yo wis very sleepy pengen ndang turu,but the body is kroso remek banget because mau ning njero mobil koyo digejrot-gejrotke, dalane pating jlegong ora karuan. Rono rene akeh lobang.

Tinimbang dlongap dlongop ongap angop wae, I sit in the warung kopi. The wind is semribit and adem. Ngopi kayane bisa ngangetke awak. But the warung is closed. Finally, instead of klenger mabok kendaraan and so sleepy, I melu ndlosor in front of emperan toko….
It’s so nelangsa and ora kroso my tear was dleweran kelingan my family. I miss you so much my lovely yayang….

Finally…..I keturon in front of emperan….

Dunia Lain dan Fantasi Imajiner…..

Malam – malam terjaga…
Kulangkahkan kaki menapak wajah bumi.
Begitu senyap hanya suara jangkrik yang berderik dari liang – liang kecil di balik bebatuan. Sesekali  dari kejauhan burung hantu terdengar menggumam kedinginan.

Gumpalan awan berarak menggantung. Ratu malam tak menampakkan wajah ayunya. Langit tampak buram dan pekat. Yang tampak hanya hitam. Sedikit bintang yang masih setia berkedip  menemani datangnya malam.

Hujan sore tadi membuat insan malas beranjak keluar. Semua telah hanyut di atas ranjang mereka. Menikmati anugrah indah Sang Pencipta melalui belaian lembut mimpi.

Angin lembut mendesis membuat dingin semakin terasa menusuk menembus tiap pori – pori kulit. Malam yang begitu dingin dan pekat, tak ada suara manusia hanya bayang – bayang rimbun daun pepohonan, seolah mendekat dari balik kegelapan….

Samar pandanganku menangkap bayangan putih terlihat mematung di antara rimbun semak belukar. Sulit memastikan apakah dia manusia atau bukan. Listrik dari genset di camp sudah padam sejak dua jam lalu membuatku tak bisa mengenali sosok yang berdiri sekitar lima belas langkah di depanku. Cahaya lampu pelita kecil yang bergoyang – goyang tertiup angin mengganggu pandanganku. Mungkin hanya babi hutan yang menggusur tanah. Aih, tapi bayangan itu terlalu tinggi untuk seukuran seekor babi hutan. Penasaran dan sosok itu mulai memancing kecurigaanku……Aku ingin melihatnya lebih dekat..

Baru Tiga langkah kaki…suara anjing terdengar melonglong panjang. Auuuuuuu………..!
Ku urungkan langkah seiring bulu tengkuk yang tiba – tiba mengkuduk berdiri. Ada perasaan seram perlahan merambat. Sekali lagi suara anjing melonglong…
Busyet, semakin seram saja. Apa gerangan sosok putih mematung itu..? Jangan – jangan dia dari bangsa dhemit, hantu, gendoruwo, kuntilanak atau setan yang katanya sering menampakkan diri di hutan ini. Pikiranku mulai terpengaruh tayangan – tayangan film horor yang pernah ku tonton..Bagaimana kalau tiba – tiba sosok misterius itu berbalik dan menampakkan wajah seramnya.? Lalu secepat kilat menerkam tubuhku dan menghisap leherku seperti drakula di film film ..? Atau mencekik leherku.? whuiihhhh….!
Bisa modyar aku.

Aku mulai gentar, terus mendekat ke arahnya atau lebih baik mundur teratur. Mulut mulai komat – kamit membaca ayat – ayat Al Quran yang ku ketahui. Jantung pun mulai berdegup tak beraturan. Keringat dingin mulai terasa menyembul dari lapisan ari menembus pori – pori.

Sejenak menghirup nafas, menyusun kembali nyali dan keberanian..lalu perlahan selangkah demi selangkah aku kian mendekat. Aku sudah nekat. Kalau ia hantu, dhemit atau sejenisnya maka setidaknya diriku  pernah bertemu dan melihatnya. Sudah lama penasaran juga ingin melihat dan bertemu langsung dengan makhluk bernama hantu. Hanya cerita dari teman dan orang – orang saja yang katanya pernah melihat dan bertemu hantu. Tapi belum pernah aku dengar ceritanya ada hantu, dhemit, atau setan makan manusia…jadi mana mungkin dia memakanku. Aku terus meyakinkan diri agar tetap berani.

image

penampakan dari dunia lain....hahaahaa..huhuhu..hihihiiii....

Kini ….sosok itu tinggal berjarak empat langkah dari tempatku berhenti sejenak. Ku dengar suaranya seperti mendesis..Aku semakin merinding. Jangan – jangan dia tengah menghisap darah dari orok bayi yang dicurinya..Hiiihh…!
Ku nyalakan lampu senter yang sengaja sedari tadi dipadamkan.Tiba – tiba sosok itu berbalik badan ke arahku,……………………………………………………………………………………………………………………………huahhh….!!!!!
Jantung serasa berhenti berdegup, darah berhenti mengalir..lampu senter yang terpental jatuh saat aku sangat terkejut tadi masih menyala dan sinarnya tepat ke arah wajah sosok putih misterius itu, dan……..……………………………

“Bajigur…!! bajigur kacang ijo tenan..
“Lha jebul rupamu to,Suk.! Popis sembarangan..nek dicathek ulo manuk empritmu kuwi rakyo modyar kowe……!Huasemm..!”

Heheehe…..

29 Desember 2013

Jomblo, Sekarang, dan Menikah

Mendengar kata jomblo jadi teringat beberapa teman lama yang belum menikah, dan setiap kali ditanya kapan menikah jawabnya hampir selalu sama, “Ngurusi diri sendiri aja masih belum jegos apalagi ngurusi anak orang. Lha kalau aku menikah, bagaimana aku menafkahi istri dan anak – anakku, bagaimana menyekolahkan mereka..bla..bla..bla…”

Dulu, sebelum menikah saya juga sempat kepikiran semacam itu. Takut nggak bisa menafkahi istri. Takut nggak mampu memberi makan anak. Takut nggak bisa bertanggungjawab, dan sebagainya. Hingga pada suatu kesempatan saya ngobrol – ngobrol dengan seorang teman yang sudah menikah lebih dulu dan punya anak.
Dia menyatakan menyesal karena keputusannya menikah, katanya ” Kalau tahu enaknya menikah seperti ini, sudah dari dulu – dulu saya menikah..”

Walaupun asumsinya lain dan sekedar guyonan, apa yang teman ucapkan itu juga menyiratkan sebuah keberanian untuk menentukan sebuah pilihan. Pilihan yang berani, dewasa dan tekad untuk bertanggungjawab : menikah. Bukan hanya pada “enak”nya menikah ; bisa kelonan dan seterusnya hingga meteng lalu punya anak, tetapi juga berani menerima tanggungjawab.

Terlepas dari rejeki,maut,dan jodoh itu Tuhan yang menentukan, maka menikah adalah sebuah pilihan.
Siapa yang tahu, seperti apa dan bagaimana cinta akan datang padanya, hingga pada suatu penggalan waktu dalam hidupnya..
ketika dua pasang mata saling bertemu..
dua jantung yang sama – sama berdetak..
tak ada yang mampu memahami apa artinya..
hanya mata yang saling menatap.
saat itulah kisah dimulai..

Ada dua hal di dunia ini yang tidak berpasangan, yaitu jomblo (sendiri) dan sekarang..
Yang namanya “SEKARANG” itu sangat cepat sekali berlalu..tidak ada penundaan. lewat satu menit bukan lagi SEKARANG, melainkan TADI, satu menit yang akan datang disebut NANTI..
kalau SEKARANG masih JOMBLO hanyalah soal TOMBOL…
pencet TOMBOL dan tentukan pilihanmu SEKARANG…!!!!

hihiks…!

15 Tips Mengendalikan Marah

Marah merupakan salah satu bentuk ekspresi emosional yang dimiliki manusia. Siapa pun pasti pernah merasakan amarah. Kesalahpahaman,miskomunikasi, dan benturan kepentingan antar pribadi seringkali berujung pada situasi memanas yang berujung kemarahan. Banyak sebab yang mengakibatkan timbulnya ‘penyakit’ marah.

Marah itu tidak baik. Maka perlu banyak belajar bagaimana caranya untuk bisa mengendalikan marah. Kita dianjurkan untuk tidak lekas marah ketika menghadapi problema apa pun. Apalagi kalau marah itu dilakukan tanpa sebab. Maka, berikut ini adalah bagaimana tipsnya agar kita bisa mengendalikan marah.

1. Olah nafas.

Ketika marah,tariklah nafas dalam-dalam lewat hidung dan keluarkan perlahan-lahan lewat mulut. Latihlah pernafasan pelan-pelan dengan tarik ulur. Lakukan terus menerus hingga marah menjadi reda.

Namun perlu diperhatikan, jangan sekali-kali menarik nafas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya lewat anus, terutama jika berada di depan orang lain yang sedang marah-marah, karena hal itu bisa mengakibatkan orang tersebut semakin bertambah marah.

2. Olah Pikir.

Pada dasarnya nalar pikiran manusia mampu mengontrol seluruh potensi emosionalnya. Amati dan kenalilah sebab-sebab yang mungkin mengakibatkan timbulnya kemarahan itu. Lihatlah apa yang bisa dilakukan untuk memecahkan kemarahan dan menangani situasi secara rasional. Atau alihkan pikiran kepada hal lain ketika berhadapan dengan pihak lain yang sedang marah. Mungkin beberapa tindakan dibawah ini bisa dicoba.
Pertama, pikirkan dan anggaplah bahwa Anda sedang berhadapan dengan makhluk yang paling kuat di alam semesta ini yang Anda tidak mungkin dapat menandinginya. Anggaplah saja sedang berhadapan dengan dewa atau raksasa yang kuat dan Anda hanyalah makhluk lemah, jadi tinggal diam saja penuh kepasrahan.

Kedua, imajinasikan pikiran bahwa Anda adalah makhluk yang terkuat di alam semesta ini dan seolah olah Anda meremehkan pihak lain. Anggap saja pihak lain sebagai kecoa, semut atau nyamuk yang tidak perlu menanggapinya dengan kemarahan pula.Biarkan dia melakukan apa saja, ini semacam sikap mengalah.
Bukankah tidak mungkin Anda mengayunkan kapak yang besar hanya untuk memukul seekor nyamuk yang menggigit leher Anda…??

13. Olah Rasa
Berusahalah untuk memahami dan berempati kepada orang lain. Ketika mendapati situasi memanas dan memungkinkan timbulnya rasa marah, segeralah alihkan perasaan ini menjadi perasaan lain. Misalnya, ketika terasa hendak marah, Anda bisa saja segera telanjang bulat dan berlari-lari keliling kompleks sambil tertawa riang. Dijamin rasa marah itu akan hilang digantikan rasa malu yang sensasional. hahahaa….!

15. Usahakan untuk tidak marah dan mencari – cari kekurangan dari 15 tips mengendalikan rasa marah yang telah dituliskan oleh Pak’e Ipul ini….

Selamat berjuang mengendalikan rasa marah.

Salam..

%d blogger menyukai ini: