Monthly Archives: Juni, 2014

Kelingan Tatapan Cinta..

The rain sound gemrojog sak nduwure the roof. I heard sound jlegar jleger like mercon. It’s suoro gludug. The lightning mak clorot many time. The rain so deres today. Kleang or godong garing miber up to my windows because kesebul the wind. Trees geal geol also almost fall. It’s so dangerous and medeni.

Instead of lenger-lenger amergo keselen megawe on awan mau I turon-turon or leyeh-leyeh in the dipan papan that pojokane sempal because of wis gapuk. Lemud so akeh ngang-nging sak cedak’e kuping.

Continue reading →

Iklan

Di Sini Ada Sinyal

Iya..di sini ada sinyal. Bukan cuma bisa buat nelpon dan kirim SMS,tapi juga bisa internetan.
Rasanya seperti nemu intan berlian saja ketemu sinyal/jaringan internet di hutan yang biasanya jauh dari jangkauan jaringan. Jangankan buat internetan,untuk nelpon dan kirim SMS saja kadang harus berburu sinyal dulu ke dataran yang lebih tinggi dan lapang.

Biasanya, kalau lagi berada di hutan seperti sekarang,untuk bisa mengakses internet saya harus menunggu “turun gunung” dulu dan pergi ke kota kecamatan terdekat. Itu pun tidak tentu, kadang setengah bulan sekali atau malah sebulan sekali.

Senang rasanya bisa mengakses internet di tengah hutan. Yah, paling tidak saya bisa membaca berita sehingga tidak ketinggalan info. Dan yang tak kalah penting serta menyenangkan adalah saya bisa (kembali) ngeblog tanpa harus menunggu “turun gunung” terlebih dahulu.

Namun sayangnya, masih saja ada kendala lainnya. Jauhnya tempat kerja dari “keramaian” berdampak pula pada sulitnya mendapatkan penjual pulsa. Kampung terdekat dari tempat saya kerja sekarang belum ada penjual pulsa. Perlu hampir satu jam perjalanan dengan sepeda motor dengan melewati jalan tanah merah yang jika turun hujan akan sangat licin dan becek.
Sudah begitu, tidak ada pula pulsa dengan nominal yang lain kecuali 10000 dalam bentuk voucher. Harganya bervariasi antara Rp. 15 – 17 ribu/ voucher.

Terbatasnya kuota pulsa membuat saya harus pandai berhemat. Tidak setiap hari harus mengakses internet apalagi sekedar membuka facebook untuk menulis status,atau membuka blog dan hal lainnya yang ada sangkut pautnya dengan dunia blogging. Jadi, harap dimaklumi kalau ada beberapa komentar di blog yang terlambat saya balas. Dua atau tiga hari sekali bolehlah mengakses internet, kadang juga seminggu sekali. Beberapa hari ini memang agak sering internetan karena dapat gratisan dari operator. Hihiks..! Lho, sayang kan kalau gratisan dibiarkan saja nggak kepakai…???

Toh dengan terbatasnya kuota pulsa dan susahnya membeli pulsa ada hikmahnya juga agar belajar untuk lebih berhemat lagi. Juga tidak terlalu banyak waktu terbuang menghadapi gagdet/smartphone. Sebab, saya punya kebiasaan jelek ketika sedang berinternet ria,yakni sering lupa waktu. Huuuuhhh….!!
Ada saat dimana seseorang harus meninggalkan sementara (atau sama sekali) aktivitasnya di internet.Sebab kehidupan nyata masih menanti dengan segala keriuhan dan kesibukannya. Kehidupan sesaat setelah kita log out dari akun dunia maya apa pun. Bukan begitu, Kece…????

Cinta itu……

Dikisahkan,,
“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630)

bahasa rinduku

terlintas ingin kembali menuangkan isi hati lewat kata
hingga lama daku menimbang
memastikan hasrat jiwa apakah masih menggelora atau tidak

ku buka kembali
mencoba memutar waktu
membuka lipatan demi lipatan
mencari kisah yang barangkali masih tercecer
agar dapat kutuliskan menjadi kisah untuk kuceritakan padamu

malam ini terasa sunyi dan hampa
seperti malam ketika aku meninggalkanmu
tanpa kata terucap hanya dua pasang mata saling bertatap
jantung yang berdegup dan bibir rapat terkatup.

kala itu
berusaha keras kulepaskan kepedihan dari hati
semakin bergelora semangat untuk menapaki jalan hidup
ini sebelum bersama, dalam kesendirian dan kesepian
berkelana..
hingga jemaripun saling bertaut menghangatkan..

dan cinta, senantiasa menentramkan setiap
pengembaraan..
maka ketika keterpisahaan musti terjadi
kenanglah diriku sebagai teman dari hatimu..
bahkan ketika tinggal hati yang pernah saling percaya,
mungkin tak lagi saling tahu ada dimana..
tinggallah kerinduan membelenggu keduanya..

senandung kenangan perlahan mengalun
…potong bebek angsa masak dikuali….
Nyonya kian tua sering minta nambah lagi…
serong ke kiri serong ke kanan..
lalala ..lalala..laaa..laaa…

%d blogger menyukai ini: