Di Sini Ada Sinyal

Iya..di sini ada sinyal. Bukan cuma bisa buat nelpon dan kirim SMS,tapi juga bisa internetan.
Rasanya seperti nemu intan berlian saja ketemu sinyal/jaringan internet di hutan yang biasanya jauh dari jangkauan jaringan. Jangankan buat internetan,untuk nelpon dan kirim SMS saja kadang harus berburu sinyal dulu ke dataran yang lebih tinggi dan lapang.

Biasanya, kalau lagi berada di hutan seperti sekarang,untuk bisa mengakses internet saya harus menunggu “turun gunung” dulu dan pergi ke kota kecamatan terdekat. Itu pun tidak tentu, kadang setengah bulan sekali atau malah sebulan sekali.

Senang rasanya bisa mengakses internet di tengah hutan. Yah, paling tidak saya bisa membaca berita sehingga tidak ketinggalan info. Dan yang tak kalah penting serta menyenangkan adalah saya bisa (kembali) ngeblog tanpa harus menunggu “turun gunung” terlebih dahulu.

Namun sayangnya, masih saja ada kendala lainnya. Jauhnya tempat kerja dari “keramaian” berdampak pula pada sulitnya mendapatkan penjual pulsa. Kampung terdekat dari tempat saya kerja sekarang belum ada penjual pulsa. Perlu hampir satu jam perjalanan dengan sepeda motor dengan melewati jalan tanah merah yang jika turun hujan akan sangat licin dan becek.
Sudah begitu, tidak ada pula pulsa dengan nominal yang lain kecuali 10000 dalam bentuk voucher. Harganya bervariasi antara Rp. 15 – 17 ribu/ voucher.

Terbatasnya kuota pulsa membuat saya harus pandai berhemat. Tidak setiap hari harus mengakses internet apalagi sekedar membuka facebook untuk menulis status,atau membuka blog dan hal lainnya yang ada sangkut pautnya dengan dunia blogging. Jadi, harap dimaklumi kalau ada beberapa komentar di blog yang terlambat saya balas. Dua atau tiga hari sekali bolehlah mengakses internet, kadang juga seminggu sekali. Beberapa hari ini memang agak sering internetan karena dapat gratisan dari operator. Hihiks..! Lho, sayang kan kalau gratisan dibiarkan saja nggak kepakai…???

Toh dengan terbatasnya kuota pulsa dan susahnya membeli pulsa ada hikmahnya juga agar belajar untuk lebih berhemat lagi. Juga tidak terlalu banyak waktu terbuang menghadapi gagdet/smartphone. Sebab, saya punya kebiasaan jelek ketika sedang berinternet ria,yakni sering lupa waktu. Huuuuhhh….!!
Ada saat dimana seseorang harus meninggalkan sementara (atau sama sekali) aktivitasnya di internet.Sebab kehidupan nyata masih menanti dengan segala keriuhan dan kesibukannya. Kehidupan sesaat setelah kita log out dari akun dunia maya apa pun. Bukan begitu, Kece…????

Iklan

7 responses

  1. Ngaso ineten sedelok ora apa apa kang 😛

    Suka

    1. iya,mbak. ning rasane drijine keri keri piye ngono lho nek orang menceti keypad sinambi online..hihiks..
      opo pancene internet wis dadi syndrome ya..?? hehee..

      Suka

  2. Kalo gak konek internet rasanya memang jauh dari peradaban… :mrgreen:

    Suka

    1. begitulah..mungkin karena sekarang kita hidup di era internet,coba kalau hidup di jamannya Firaun..hehehe..
      kyaknya kini internet sdh menjadi semacam kebutuhan..itulah sebabnya pengeluaran uang terbesar masyarakat kita selain untuk membeli kebutuhan pokok,pangan dan sandang..berikutnya adlah utk beli pulsa dan rokok…

      Suka

      1. kalau jaman Fir’aun mungkin masyarakatnya beli kertas papyrus.. :mrgreen:

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: