Monthly Archives: Juli, 2014

Tipe Ucapan Selamat Lebaran

Semakin majunya teknologi serta terbatasnya ruang gerak dan waktu manusia untuk berkunjung ke banyak orang bisa “digantikan” dengan saling bertukar pesan. Walaupun terpisahkan jarak dan waktu kita tetap bisa mengucapkan selamat idul fitri dan meminta maaf lewat SMS, facebook,twiter, email, chating atau media on line lainnya.
Saling berkirim ucapan lebaran dan permintaan maaf menjadi hal menyenangkan untuk dilakukan kepada teman,saudara, atau kepada keluarga yang berada jauh. Bukan hanya berupa tulisan, tapi bisa juga berupa gambar atau kartu ucapan selamat lebaran dan permintaan maaf yang menarik.

Ada beberapa tipe ucapan selamat lebaran dan permintaan maaf yang biasa dikirimkan lewat SMS, email, facebook, blog, atau chatting.

1.Tipe ucapan selamat lebaran yang puitis

Contohnya :

Terselip khilaf dalam candaku. Tergores luka dalam tawaku, terbelit pilu dalam tingkahku, tersinggung rasa dalam bicaraku.
Andai jemari tak bisa saling berjabat,jika raga tak sempat bersua. SMS dikirim pengganti diri, memohon maaf setulus hati..
-Selamat Idul Fitri-

2. Tipe ucapan selamat lebaran lucu
Contoh :

“Seindah dan sepanjang apapun ucapan selamat idul fitri yang kamu kirimkan,jawabanku tetap “Sama-sama”…

image

asal edit ....

“Menurut notifikasi di gagdetku, BBM (Bulan Berkah & Magfirah) telah berlalu, setelah sebulan puasa PREMIUM (Pre Makan & Minum), kini saatnya mendownload hati yang fitri, saling tag maaf, dan nge-remove-i sakit hati, memblokir kebencian…saatnya saling share kasih sayang dan maaf-maafan….”

3. Tipe ucapan selamat lebaran  Alay
(warning..! tidak disarankan untuk dikirimkan kepada Embah, Kakek, Nenek, Ortu, apalagi Atasan di kantor..
Contoh: “Ban9, SMS siapa ini ban9?? IsinYa k0q paKai “MaaF, SYan9!?”
Ban9, ToLon9 don9 maaFin aYe,ban9!
KaLo Ka9ak, HaTi ‘ni taK tenan9.
Ban9, MinaL aiDin waL faidZin ban9!”

3. Tipe ucapan lebaran dalam bahasa daerah
Contoh : (bahasa Jawa) ” Nadyan netra tansasmita, lathi tanwicara. Hamung aksara tinata minangka duta. Kanthi linambaran tulus lan andhap asoring manah, kulo ngaturaken sedaya kalepatan mugi sagedo kalebur ing dinten riyadi suci meniko. Wilujeng Idul Fitri …”

(Bahasa Sunda) : “Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate,urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu
Minna Wa Minkum. Wilujeng Idul Fitri, sim kuring neda dihapunten
samudaya kalepatan. boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa
lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan..”

4. Tipe ucapan selamat lebaran berupa pantun / parik’an
Contoh : ” Bunga mawar semerbak mewangi,
Sebagai penghias di hari fitri,
SMS ini pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi..”

Selamat Idul Fitri..”

*Contoh parik’an (bahasa Jawa) :

“Ketumbar mrico kecap asin
Nyuwun ngapuro lahir bathin”

“Mangan kupat ning ngisor ondo
Godong nipah digawe atep
Sedoyo lepat nyuwun ngapuro
Ketemu meneh ning tahun ngarep…”

=========***=======

Akhir kata,saya beserta segenap crew Blog KandangBubrah (perasaan saya sendirian deh ding..) mengucapkan “Selamat berlebaran, mohon maaf lahir dan bathin.Taqobalallahu minna waminkum……”

Iklan

Hikmah Do’a Sebelum Makan

Namanya manusia dalam usahanya untuk mencari uang, lebih tepatnya mencari makan atau lebih tepatnya lagi (mungkin..) mencari nafkah itu banyak caranya. Dan cara yang terburuk adalah melalui jalan haram. Namun cara yang lebih buruk lagi adalah menghalalkan segala cara. Tak peduli, baik dengan cara halal atau haram disikat habis asalkan bisa mendapatkan uang dan bisa memenuhi kebutuhan maupun keinginannya.
Jangankan dengan cara yang haram, mencari uang melalui jalan yang halal pun bisa bermasalah jika tidak memperhatikan etika dan melanggar nilai – nilai kesopanan, misalnya menggelar dagangan di lapak orang lain tanpa izin, Atau bekerja sebagai pengemis, karena dengan pekerjaannya mengemis itu ada unsur menipu orang lain).

Dalam usahanya mencari nafkah itu, kadang kala sebagaian dari kita tidak menyadari atau tidak mengetahui dari mana uang yang didapatkan, darimana sumbernya. Atau kadang nafkah yang didapat masih belum ‘halal’ sehingga masuk ke dalam perut lalu menjadi darah/daging bercampur aduk. Sebab itulah agama Islam menganjurkan,tepatnya mengajarkan umatnya untuk berdoa sebelum makan dengan membaca : “Allahumma Barik Lana fiimaa Razaqtanaa Wa Qiina ‘Adzabannaar…”( Ya Allah, berikanlah keberkahan atas rizki yang telah Engkau karuniakan kepada kami,dan jauhkanlah kami dari siksa neraka..)
Do’a yang sangat simple dan pastinya semua muslim hafal karena doa tersebut telah diajarkan sejak kecil. Lalu apa hikmah dibalik anjuran membacanya..?
Dengan membaca doa tersebut merupakan bentuk kepasrahan kita terhadap apa yang telah kita makan. Tanpa adanya “campur tangan” Tuhan tak mungkin kita dapat menggerakkan tangan untuk mengambil lalu menyuapkan makanan ke dalam mulut, mengunyah, dan merasakan enak tidaknya rasa makanan. Tanpa disadari dengan membaca do’a tersebut merupakan wujud ketauhidan kita.

Dalam lafadz “Bariklanaa fii ma razaqtanaa”, (meminta keberkahan atas rizki yang telah diberikan-Nya), selain kita meminta “keberkahan” sekaligus meminta “kesucian” dari rezeki yang belum ‘bersih’ yang kita makan dan masuk ke dalam perut. Hal ini merupakan wujud ketauhidan kepada Dzat Pemberi Rezeki, bahwa siapa yang berwenang mengampuni dan membersihkan rezeki yang belum halal, kecuali Pemberi Rezeki itu sendiri.

Dari makanan pula kadang kala menjadi sebab seseorang masuk ke dalam neraka.  Maka dengan lafadz “Wa qii na adzabanaar” (memohon agar dijauhkan dari siksa neraka), kita meminta ampun dan ridlo atas apa yang kita makan, mungkin saja yang telah masuk ke dalam perut kita merupakan sesuatu yang kita lengah saat mendapatkannya yang menyebabkan terselip makanan atau rezeki yang masih syubhat. Namun hal ini bukan berarti kita dipersilahkan mencuri, korupsi, menipu, menjual diri atau menjadi mucikari demi sesuap nasi karena beranggapan bahwa dengan membaca do’a tersebut kemudian urusan selesai. Tentu yang demikian tidak dibenarkan sama sekali, bukan saja tidak benar secara etika dan norma sosial apalagi secara agama.

Mencari nafkah memang susah, namun kita tetap harus berjuang dan tetap semangat, serta tidak lupa selalu berdoa memohon kepada Alloh Swt, Dzat Pemberi Rezeki agar dijauhkan dari jalan yang haram. Kepasrahan setelah segala ikhtiar yang telah ditempuh mesti tetap terjaga. Maka dengan lafadz “Allahumma” menjadi pelajaran bagi kita bagaimana mengesakan permohonan sekaligus bentuk kepasrahan hanya kepada Allah semata.
Doa tersebut juga menjadi pelajaran bagi kita bahwa dalam hal mencari rezeki, terlebih lagi untuk menafkahi keluarga tak hanya cukup dengan “label halal” saja, namun lebih diutamakan yang mengandung berkah. Sebanyak apapun rezeki yang kita peroleh bila tanpa mengandung berkah tidak akan membuat seseorang menjadi sukses dan maju, apalagi menjadikan seseorang hidup bahagia.

Dalam bulan Ramadhan yang  barokah ini saya menasehati diri saya sendiri pada khususnya, agar tetap menjaga langkah dalam mencari rezeki agar tidak menempuh jalan yang dapat menyeret kita ke lobang neraka dan tetap berada dijalur yang mendapatkan keridhoan-Nya.
Sehingga rezeki yang diperoleh bukan saja halal, tapi juga mengandung berkah : kebaikan yang selalu bertambah nilainya.
Wallahu a’laamu bish shawaab….

SCP : Permasalahan Khas di Lokasi PETI

Maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tidak saja menimbulkan dampak lingkungan dan dampak ekonomi (baca posting sebelumnya : PETI Merusak Lingkungan, Menunjang Ekonomi), tetapi juga mempunyai dampak sosial pada perilaku masyarakat. Baik perilaku para penambang emas itu sendiri maupun perilaku masyarakat sekitar wilayah penambangan.

Permasalahan khas para penambang selain diburu razia aparat dan penyakit, adalah kehidupan malam para penambang di lokasi PETI. Selain itu juga bagaimana para penambang mampu mengelola pendapatan mereka secara baik dan benar. Namun saya lebih tertarik untuk membedah sedikit tentang kehidupan malam para penambang.

Disetiap lokasi penambangan biasanya terdapat banyak kantin yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Bukan saja menjual minuman ringan seperti cola atau soda, tetapi umumnya kantin-kantin ini menjual minuman keras, dari bir, arak tradisional dan aneka minuman keras lainnya.
Setiap kantin biasanya dijaga oleh dua atau tiga wanita muda berusia 17-18 tahun, bahkan ada yang masih seusia SMP. Dengan dandanan yang menor dan pakaian seksi,mereka membaur dengan para pengunjung kantin, tugas mereka menemani mereka minum terus. Sebagai pelengkap suasana, di kantin disediakan juga karaoke dan diputar musik haouse dari speaker besar. Suara dentuman musik house yang menghentak saling beradu antar kantin yang berjejer. Listriknya darimana..? Listrik berasal dari genset atau dinamo yang digerakkan mesin diesel.
Di kantin (meski tidak semuanya) juga menyediakan kamar khusus untuk bercinta. Hmmm..!
Tidak takut penyakit..??
“Kan ada pengaman, Bang !” ujar Hen menjelaskan.

Para pelayan kantin mendapatkan uang dari tamu dengan cara mengambil selisih penjualan  minuman. Besarnya selisih penjualan yang para pelayan kantin ambil tergantung siapa yang minum di kantinnya. Misalnya, pemilik kantin menetapkan harga Rp. 30 ribu untuk sebotol bir, jika yang minum seorang bos tambang, pelayan kantin bisa menjual bir tadi dengan harga Rp 80 ribu. Jika yang minum hanya buruh/penambang biasa, pelayan bisa menjualnya dengan harga lebih rendah dibanding harga yang dia berikan kepada bos tambang. Semakin banyak minuman yang dia jual, semakin besar juga pendapatan pelayan kantin. Apalagi jika pelayan kantin tersebut merelakan diri menjadi pemuas nafsu syahwat para penambang nakal dan hidung belang.

Praktek perjudian juga marak menghiasi dan melengkapi kehidupan malam para penambang. Yang paling banyak adalah permainan judi dadu yang digoncang para bandar. Jika malam minggu datang, lapak-lapak judi lebih ramai dikerumuni para pemasang taruhan daripada malam hari-hari lain. Sebab biasanya para penambang mendapatkan ‘jatah pinjaman uang malam minggu’ dari bos-bos mereka. Parahnya, diantara para pemasang juga terdapat anak-anak belasan tahun yang turut mengadu untung di meja judi.
Tak jarang pula perkelahian antar penambang mewarnai kehidupan malam para penambang. Dalam keadaan mabuk karena menenggak minuman keras, sangat rentan timbul perkelahian yang dipicu masalah sepele. Hanya karena tidak ditemani pelayan kantin atau tersenggol pengunjung lain, tak segan mereka saling baku pukul. Bahkan, peredaran obat-obatan terlarang dan narkoba sudah bukan rahasia lagi di kalangan penambang emas. 

Penambangan emas tanpa izin juga rawan konflik memperebutkan lahan penambangan. Baik antar penambang emas itu sendiri, maupun antar pemilik tanah yang saling klaim lahan yang ditambang sebagai lokasi/tanah mereka.  Biasanya konflik antar pemilik tanah seputar masalah batas, namun seringkali berakhir damai dan saling sepakat mengenai batas masing-masing. Perebutan batas tanah ini menjadi penting sebagai acuan untuk memungut “pajak” sewa tanah pada para penambang. Besarnya pungutan bervariasi, tergantung kesepakatan antara pemilik lokasi dengan para bos tambang. Tapi biasanya pungutan ditetapkan sepihak oleh pemilik lokasi.

Kehidupan malam penambang sungguh ironis dengan apa yang mereka kerjakan siang hari. Para penambang seperti tak sayang berfoya-foya dengan uang mereka. Padahal untuk mendapatkannya, mereka harus bertaruh nyawa menggali tanah membuat lobang yang kedalamannya bisa mencapai belasan meter. Tak sedikit di antara penambang emas yang saat pulang ke kampung halaman hanya membawa bungkusan berisi pakaian dan celana doang. Meski tak semua penambang emas berperilaku seperti yang telah digambarkan di atas, tak sedikit pula penambang yang benar – benar bekerja keras di siang hari dan tak menghiraukan sama sekali riuhnya kehidupan malam di lokasi PETI.
Kehidupan malam para penambang akan terus menggeliat seiring dentum musik house yang menggema menyemarakkan malam pekat di tengah rimba, selama deru suara mesin diesel masih saling beradu membelah langit di siang hari dan lumpur pekat masih mengalir bersama butir – butir emas dari perut bumi. Seberapapun besarnya pendapatan dari menambang emas tidak akan ada maknanya jika tidak dibarengi dengan ketrampilan mengelola keuangan. Masyarakat (para penambang, bos tambang, maupun masyarakat sekitar lokasi PETI) tetap harus disadarkan agar tidak tenggelam dalam perjudian, prostitusi, seks bebas, dan mengkonsumsi minuman beralkohol yang tidak saja merusak kocek, tetapi juga merusak kepribadian manusia. Kecenderungan buruk yang menghancurkan pribadi dan keluarga harus ditinggalkan. Tetapi siapa yang harus bertanggungjawab atas ini semua.? Saling tuding apalagi saling menyalahkan tentu bukan solusinya. Ini masalah perilaku,dan mengubah perilaku tentu tak semudah membalikkan telapak tangan.

*

Ngoengoen

image

mikir opo Kang...?? Utang yaaaa...

di sataoe djaoeh malam jang sepi awan bergoempal goempal di barat laloe ke arah timoer
sekejap mendoeng poen mejingkir kian mendjaoeh
sebeloem menipis dan remboelan moelai memantjarkan sinarja
tjahaja samar menemboesi mega mega jang djengah berarak
sebentar tertoetoep mega jang tebal
sebentar mentjorong dengan leloeasa

bentangan tjakrawala moelai menjembunjikan kedjelitaanja
begitoe soenji
soeara desah serangga poen sepertinja lenjap sengadja diam membisoe
akoe poen ngoengoen…..
kenangan padamoe sebagi dingin boelan perak
melambai-lambai dari kedjaoehan
menjibak hari-hari djingga jang terlewatkan
pada satoe sendja di Parangtritis
rasanja baroe kemaren senjoemmoe berlaloe….

%d blogger menyukai ini: