Sambil Ngopi

Sambil menikmati segelas kopi suguhan istri, suasana sahur masih sepi, ditambah rumah yang gelap karena lampu listrik yang mati, iseng-iseng aku menulis postingan lagi, menyuarakan apa yang tersirat di hati.
Padahal sudah setiap tahun terjadi, bahwa pengaruh lebaran sudah terasa sejak puasa dimulai, harga-harga sembako mulai merangkak tinggi, memang benar ada operasi pasar sebagai pengendali, sayangnya hanya sesekali terjadi dan tak begitu berarti memberikan solusi, kecuali hanya pada sebagian kecil komoditi. Harga barang tetap melambung tinggi dan masih saja nyaris lolos dari antisipasi, mungkin karena adanya inflasi ataukah karena kenaikan gaji.? Tapi kenapa terkesan tidak adanya intervensi, dari tangan birokrasi di negara ini, padahal dampaknya sungguh sangat terasa sekali,  terutama bagi para pekerja kuli yang penghasilannya tak serta merta menyesuaikan diri, karena upah kerja yang masih stagnasi..

Biaya hidup kian membebani, ditambah biaya putra putri sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, keluar dana lebih itu sudah pasti. Harus segera dicarikan solusi, agar bisa tetap berdiri dan masih bisa makan setiap hari. Suami harus bekerja lebih giat lagi, mencari nafkah untuk anak istri, syukur-syukur bisa untuk pergi ke Tanah Suci, menunaikan ibadah haji. Istri juga harus berperan di sini, harus pintar pintar mengelola penghasilan yang tak seberapa ini, supaya semua bisa terpenuhi, agar keluarga tetap tentram dan terkendali.

Beruntung kita bangsa yang mempunyai semangat tinggi, menghadapi situasi yang tak pernah pasti, sehingga semua masih bisa diadaptasi, meski biaya hidup terus membumbung tinggi, meski perekonomian terus terfluktuasi, dan suhu politik menjelang pilpres yang terkadang membuat panas hati, mudah sekali menyedot emosi, apalagi bagi simpatisan yang fanatik setengah mati…

Sedikit tips untuk menyiasati, bagi kita yang terkena dampak inflasi, dengan penghasilan gaji yang dirasa tak mencukupi, sekedar berbagi solusi. Seberapapun kita punya “gaji”, mari kita syukuri, dengan cara berhemat dan berhati-hati, pengeluaran uang mesti dengan skala priority, jangan menuruti hawa nafsu serta serba konsumsi, apalagi demi jaga gengsi, yang berniat lebaran dengan kursi jati ditahan dulu sampai nanti, baju baru buat lebaran jangan jadi urgensi, yang sedang sakit bisa kombinasikan dengan doa pada Illahi, yang biasa menghias rumah dengan warna warni nggak usah lagi, yang biasa masak dengan bumbu saori bisa diganti dengan terasi, yang biasa ngabuburit ke mall di sore hari cukup di rumah nonton tivi, yang anaknya minta itu ini bisa “dibohong-bohongi, yang balitanya sedang kuat-kuatnya menyusu “botol” bisa diganti air nasi, yang mau kredit motor baru mesti sabar hati, yang punya hutang bisa re-negosiasi, dan mari upayakan diri, supaya lebih sabar menghadapi semua ini, serta diberi kelapangan dalam mengais rejeki, agar berkah dan selalu merasa tercukupi, semoga Allah Sang Pemberi Rezeki memberkahi….

Iklan

2 responses

  1. Unik juga dengan semua akhiran ‘i’ di postingan ini. Tapi sayangnya abang harus membacanya bekali-kali karena cukup susah untuk dimengerti. Padahal harus abang akui kalau artikel ini sangat indah dan mengalir sekali. Mungkin karena terlalu indah untuk diri ini, penulis yang masih dini, sehingga terbuai kata-kata yang mengalun bak melodi.

    Ah… Mari kita sudahi… Tak sudi abang banyak-banyak memuji. Oh… Mungkin ada pujian sekali lagi.

    Paragraf terbawah posting ini lucu sekali. Terlebih lagi, akang bisa memaksakannya tetap dengan akhiran ‘i’. Kosakataku tak sebanyak akang ini, sehingga komentarku juga tak mungkin seindah lantunan huruf ‘i’ yang akang sebutkan di entri tadi.

    Suka

    1. aishhhh…sungguh jadi malu sendiri karena ada yang muji-muji, tapi juga senang karena ada yang memberi apresiasi, untuk tulisan seadanya ini, sekedar meluapkan isi hati..

      terima kasih telah berkunjung kemari,telah berkenan pula mengomentari, semoga kunjungan ini awal terjalinnya silaturahmi,

      mungkin esok atau lain kali, saya akan balik mengunjungi,saya yakin Anda punya blog apik dan rapi…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: