Sekedar Catatan Perjalanan :Tentang Perahu Klothok, Motor Tambang, dan Jembatan Tayan

Setibanya di Tayan sebenarnya ingin sekali saya menyempatkan untuk singgah di Pulau Tayan. Disamping karena belum pernah ke sana saya juga ingin melihat dari dekat dan mengambil foto pembangunan jembatan Tayan. Sayang hari sudah sore dan saya harus segera sampai ke tempat kerja sebelum turun hujan. Langit mulai mendung dan awan mulai pekat menghitam. Kalau tidak segera sampai di tempat kerja saya khawatir kehujanan di tengah perjalanan. Jika ia, itu artinya saya harus melewati jalan perkebunan sawit yang licin untuk sampai ke tujuan.Jadi saya urungkan niat tersebut dan memilih melanjutkan perjalanan kembali ke tempat kerja.

Dari atas perahu klothok atau biasa disebut juga motor tambang saya dapat melihat pantai pasir Pulau Tayan yang kebetulan menyembul karena pengaruh air Sungai Kapuas yang mulai surut.

image

Pulau Tayan dan pantainya tampak dari kejauhan..

Pulau Tayan cukup unik karena


letaknya yang berada di tengah Sungai Kapuas yang membelah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Sayangnya belum ada jembatan yang menghubungkan pulau ini dengan daratan.
Namun, harapan akan adanya jembatan tampaknya akan segera terwujud.Di seberang Pulau sudah mulai tampak tiang tiang beton penyangga jembatan mulai berdiri.
Dengan dibangunnya jembatan Tayan ini maka akan sangat penting bagi kelancaran transportasi darat. Jembatan ini juga akan menghubungkan jalan trans Kalimantan,jalan antar propinsi Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan serta Kalimantan Timur. Selama ini, kendaraan yang melintasi jalur tersebut masih mengandalkan kapal ferry untuk dapat menyeberang. Pada hari hari tertentu, biasanya kendaraan yang akan menyeberang harus antri dan menunggu cukup lama. Disamping itu tarif ongkos penyeberangannya juga mahal. Untuk kendaraan sejenis truk misalnya, dikenakan tarif Rp. 250 ribu untuk sekali menyeberang. Walaupun berbeda untuk tiap jenis kendaraan (berkisar antara Rp. 50 – 250 ribu) tentu saja tarif ongkos penyeberangan ini juga berpengaruh terhadap harga barang di daerah pedalaman yang berada di seberang sungai karena adanya tambahan ongkos tranportasi. Selain kapal ferry, kendaraan yang akan menyeberang juga dapat menggunakan jasa tongkang yang didorong dengan tag boat. Tarif ongkosnya juga tidak jauh berbeda.
Sementara untuk para pengendara sepeda motor, biasanya menyeberang dengan menggunakan motor tambang atau perahu klothok.Tarif ongkosnya Rp. 15.000,- sekali menyeberang.

Walaupun sangat penting bagi kelancaran transportasi,  dengan dibangunnya jembatan Tayan ini tentu juga berdampak bagi para penyedia jasa penyeberangan perahu klothok. Jika jembatan sudah selesai dibangun, mereka terancam kehilangan pekerjaan.

image

perahu klothok terancam kehilangan mata pencaharian...

Tentu hal ini juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Walaupun tentu juga harus disadari bahwa setiap pembangunan tentu akan membawa dampak, baik dampak negatif maupun positif. Sisi positifnya tentu harus lebih dipertimbangkan karena menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.

image

penyebrangan Tayan...

Beberapa waktu lalu, saya juga sempat melewati jalur lain untuk menuju ke tempat saya bekerja. Yakni melewati jalur Bodok – Meliau. Tetapi, saya sedikit trauma ketika harus menyeberangkan sepeda motor menggunakan perahu klothok kecil yang hanya mengangkut satu buah sepeda motor plus pengemudi. Mungkin karena baru sesekali dan belum terbiasa menyeberang dengan perahu klothok jadi membuat saya agak trauma. Di samping jalan yang harus dilewati juga sangat sepi karena hanya ada jalan perkebunan sawit. Jarang sekali,bahkan bisa dibilang langka kendaraan melintas.

image

Suasana penyebrangan Meliau...

Meski begitu cukup ramai juga pengguna sepeda motor yang menyeberang,umumnya mereka adalah warga dari kampung kampung di seberang sungai Kapuas. Tarif ongkos untuk menyeberangi sungai Kapuas di Meliau yang lebarnya sekitar 1000 m ini juga sama dengan di Tayan – Piasak, yakni Rp. 15.000 tiap sepeda motor termasuk pengemudinya.

Selain jembatan Tayan yang sedang dalam proses penggarapan, juga telah dibangun sebuah dermaga yang cukup besar dan megah dengan berbagai peralatan modern. Dermaga tersebut akan berfungsi sebagai tempat bersandar kapal tongkang pengangkut bouksit dari PT Aneka Tambang Tbk.
Ya, selain perkebunan kelapa sawit yang tersebar hampir di seluruh wilayah, Tayan juga kaya akan sumber daya alam lainnya yaitu bauksit dan juga emas.

…*bersambung….

Iklan

9 responses

  1. Tayan ini sering denger karena ada proyek perusahaan gede di sana. Nasabah di kantor lama Kang. Jadi tahu ceritanya dari sisi lain.

    Suka

    1. di tayan memang banyak proyek gede sedang berjalan,Dan.

      mesti nasabah sing nggolek utangan ya,Dan.?? hahaaa

      Suka

  2. reportasene jan lengkap tenan, bro. nggak kalah sama wartawan media cetak

    Suka

    1. hahaahaa..ming iseng2 nulis catatan wae kok Mas..jaman sekolah biyen yo wis pernah dadi wartawan jee.wartawan majalah dinding..hihi..

      Suka

      1. wkwkwkwk………… lha iseng2 wae tulisane apik koyok ngono, opo meneh nek serius 🙂

        Suka

  3. semoga akses ke pulau Tayan segera selesai prosesnya, ya jembatannya, ya dermaganya. untuk sesaat dampaknya memang agak terasa kepada pemilik perahu, tetapi mudahnya akses juga berdampak baik terhadap geliat ekonomi lainnya.

    Suka

    1. iya,mbak Salma. kalau untk dermaganya tampak sudah selesai menunggu beroperasi, sementara jembatan masih dlm pengerjaan. semoga manfaatnya dapat dirasakan olh masyarakat luas.

      Suka

  4. Unik juga kendaraannya, perahu kothok. :mrgreen:
    Semoga jembatan Tayan-nya segera dibangun. Setiap pembangunan atau apapaun selalu saja ada kerugiannya, seperti disebutkan diatas dengan dibangunnya Jembatan Tayan, penarik perahu kothok akan kehilangan penghasilan. Tapi yakin keuntungannya lebih besar. Transportasi lancar, kehidupan ekonomi masyarakat setempat meningkat, dll.
    Salam!

    Suka

    1. Benar,Mas Dede. Dengan dibangunnya jembatan pasti akan memperlancar transportasi.
      Kasihan masyarakat di kampung-kampung pedalaman yg selalu berhadapan dngn mahalnya harga kebutuhan hidup karena tingginya ongkos transport.
      Disamping itu dengan ‘hidupnya’ transportasi maka akan banyak peluang usaha baru, perkembangan kemajuan daerah juga akan lebih cepat. Sebab daerah2 yg tadinya sulit dijangkau dengan lancarnya transportasi tentu akan mempermudah akses ke sana.

      terima kasih kunjungan dan komentarnya yg berbobot ini.

      salam hangat dari Sintang

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: