Ide Ngeblog Dari Foto

Bener juga, ternyata foto bisa menghasilkan ide postingan di blog. Saya baru tahu itu (sekaligus menyadari, #telat banget ya..?) setelah kemarin baca salah satu postingan di blog “duniaely.com”.
Terima kasih buat mbak Ely sang empunya blog sudah berbagi tulisan inspiratif.

Dari sekedar foto yang keliatannya biasa saja, ternyata bisa bercerita juga. Foto/gambar juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan. Bisa juga membangkitkan kenangan ketika memandangnya, baik kenangan manis,asem,asin, maupun kenangan pahit sekalipun.. Salah satunya foto singkong rebus ini…..

image

Ayo buruan mumpung masih anget..!!

Sekian puluh tahun lalu singkong ini jadi makanan pokok saya dan adik-adik saya saat kecil dulu hingga tumbuh remaja. Bukan cuma direbus begitu saja. Oleh Simbok, singkong diolah menjadi  thiwul atau oyek. Biasanya oleh Simbok, thiwul, yang berasal dari gaplek  tadi dicampur dengan sedikit beras. Sedikit sekali berasnya, bahkan sangat sedikit….sehingga begitu sudah masak dan berwujud nasi, malah seperti kunang – kunang pada malam hari karena nasi thiwul biasanya berwarna gelap/agak kehitaman kontras sekali dengan nasi dari beras yang warnanya putih. Paling enak, nasi thiwul ini digulat dengan kelapa parut. Yammmmyy..gurihnya.

Menyedihkan kalau mengingat masa kecil hingga remaja dulu. Tapi saya tetap bangga kok, meskipun besar serta tumbuh dari gaplek dan oyek. Banyak yang bilang kalau nasi OYEk itu artinya orang yang ekonominya kurang.

Tapi memang bener kok.!

Berikut ini…adalah foto tempe.

image

Siapa yang nggak kenal tempe. Makanan ini sepertinya sudah menjadi menu makanan yang wajib ada di dapur, terutama orang Jawa.

Dulu tempe seringkali diidentikkan sebagai makanan rakyat kelas bawah yang dengan mudah dijumpai di warteg – warteg. Tapi sekarang sudah banyak juga restoran yang menyajikan tempe sebagai menu hariannya.
Sayangnya, kebanyakan dari kita masih ragu untuk mengangkat derajat tempe menjadi makanan bergengsi. Yah, paling tidak bisa sederajat dengan ayam goreng tepung, misalnya. Padahal tempe kaya juga manfaat lho. Selain tidak mengandung duri, tempe juga tidak menghasilkan tulang belulang yang bisa mengundang tikus. Heehehe…. (#Yuk_GemarMakanTempe………!)

Kita juga masih suka memelihara kebiasaan meremehkan tempe dan begitu yakin menggambarkan keadaan mencla-mencle atau inkonsistensi dengan “esuk dhele sore tempe” (pagi kedelai sore tempe ). Kenapa..???
Satu lagi, mengapa kita juga masih sering menganalogikan tempe untuk menggambarkan seseorang dengan karakter kepribadian lemah : “Mental tempe,Lu..!!”

Nah,lo.??

Membangkitkan Gairah Ngeblog

Meng-up date blog merupakan suatu keharusan bagi seorang blogger. Ibarat makhluk hidup yang perlu makanan, blog juga perlu diberi makan secara rutin supaya sehat dan nggak mati. Tentu saja makanan blog adalah up date postingan, bukannya tempe goreng, ayam bakar, sate, atau bakso. Kalau makanan blog cukup pastinya blog akan sehat dan tumbuh.(Tumbuhnya ke atas lho ya, bukannya ke samping..hehehe..) Kata para Mbah-mbah nya blogger sih begitu.!

Tapi, kadang kala seseorang blogger menjadi malas untuk mengup-date blog miliknya. Padahal blog tersebut adalah blognya sendiri. Seperti yang sedang saya rasakan sendiri. Ingin rasanya kembali membangkitkan gairah menulis di blog ini lagi serta secara rutin mengupdate postingan, tapi keinginan tersebut sulit terwujud. Maklumlah, di musim kemarau yang nggak jelas seperti sekarang banyak pohon yang meranggaskan daunnya, air bersih juga susah didapatkan, rumput-rumput menguning sebelum mengering alias garing. Begitu juga nasib blog ini. Lho, apa hubungannya..?? #embuhyo

Mudah-mudahan beberapa hari ke depan blog ini bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup berupa up date tulisan baru, sehingga  bisa tumbuh berkembang dan nggak mati. Saya juga nggak mau blog ini menjadi blog hantu karena jarang tersentuh oleh postingan anyar. Tetap semangat dan matur nuwun sudah membaca postingan sederhana ini..

Salam…

Tipe Ucapan Selamat Lebaran

Semakin majunya teknologi serta terbatasnya ruang gerak dan waktu manusia untuk berkunjung ke banyak orang bisa “digantikan” dengan saling bertukar pesan. Walaupun terpisahkan jarak dan waktu kita tetap bisa mengucapkan selamat idul fitri dan meminta maaf lewat SMS, facebook,twiter, email, chating atau media on line lainnya.
Saling berkirim ucapan lebaran dan permintaan maaf menjadi hal menyenangkan untuk dilakukan kepada teman,saudara, atau kepada keluarga yang berada jauh. Bukan hanya berupa tulisan, tapi bisa juga berupa gambar atau kartu ucapan selamat lebaran dan permintaan maaf yang menarik.

Ada beberapa tipe ucapan selamat lebaran dan permintaan maaf yang biasa dikirimkan lewat SMS, email, facebook, blog, atau chatting.

1.Tipe ucapan selamat lebaran yang puitis

Contohnya :

Terselip khilaf dalam candaku. Tergores luka dalam tawaku, terbelit pilu dalam tingkahku, tersinggung rasa dalam bicaraku.
Andai jemari tak bisa saling berjabat,jika raga tak sempat bersua. SMS dikirim pengganti diri, memohon maaf setulus hati..
-Selamat Idul Fitri-

2. Tipe ucapan selamat lebaran lucu
Contoh :

“Seindah dan sepanjang apapun ucapan selamat idul fitri yang kamu kirimkan,jawabanku tetap “Sama-sama”…

image

asal edit ....

“Menurut notifikasi di gagdetku, BBM (Bulan Berkah & Magfirah) telah berlalu, setelah sebulan puasa PREMIUM (Pre Makan & Minum), kini saatnya mendownload hati yang fitri, saling tag maaf, dan nge-remove-i sakit hati, memblokir kebencian…saatnya saling share kasih sayang dan maaf-maafan….”

3. Tipe ucapan selamat lebaran  Alay
(warning..! tidak disarankan untuk dikirimkan kepada Embah, Kakek, Nenek, Ortu, apalagi Atasan di kantor..
Contoh: “Ban9, SMS siapa ini ban9?? IsinYa k0q paKai “MaaF, SYan9!?”
Ban9, ToLon9 don9 maaFin aYe,ban9!
KaLo Ka9ak, HaTi ‘ni taK tenan9.
Ban9, MinaL aiDin waL faidZin ban9!”

3. Tipe ucapan lebaran dalam bahasa daerah
Contoh : (bahasa Jawa) ” Nadyan netra tansasmita, lathi tanwicara. Hamung aksara tinata minangka duta. Kanthi linambaran tulus lan andhap asoring manah, kulo ngaturaken sedaya kalepatan mugi sagedo kalebur ing dinten riyadi suci meniko. Wilujeng Idul Fitri …”

(Bahasa Sunda) : “Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate,urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu
Minna Wa Minkum. Wilujeng Idul Fitri, sim kuring neda dihapunten
samudaya kalepatan. boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa
lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan..”

4. Tipe ucapan selamat lebaran berupa pantun / parik’an
Contoh : ” Bunga mawar semerbak mewangi,
Sebagai penghias di hari fitri,
SMS ini pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi..”

Selamat Idul Fitri..”

*Contoh parik’an (bahasa Jawa) :

“Ketumbar mrico kecap asin
Nyuwun ngapuro lahir bathin”

“Mangan kupat ning ngisor ondo
Godong nipah digawe atep
Sedoyo lepat nyuwun ngapuro
Ketemu meneh ning tahun ngarep…”

=========***=======

Akhir kata,saya beserta segenap crew Blog KandangBubrah (perasaan saya sendirian deh ding..) mengucapkan “Selamat berlebaran, mohon maaf lahir dan bathin.Taqobalallahu minna waminkum……”

Hikmah Do’a Sebelum Makan

Namanya manusia dalam usahanya untuk mencari uang, lebih tepatnya mencari makan atau lebih tepatnya lagi (mungkin..) mencari nafkah itu banyak caranya. Dan cara yang terburuk adalah melalui jalan haram. Namun cara yang lebih buruk lagi adalah menghalalkan segala cara. Tak peduli, baik dengan cara halal atau haram disikat habis asalkan bisa mendapatkan uang dan bisa memenuhi kebutuhan maupun keinginannya.
Jangankan dengan cara yang haram, mencari uang melalui jalan yang halal pun bisa bermasalah jika tidak memperhatikan etika dan melanggar nilai – nilai kesopanan, misalnya menggelar dagangan di lapak orang lain tanpa izin, Atau bekerja sebagai pengemis, karena dengan pekerjaannya mengemis itu ada unsur menipu orang lain).

Dalam usahanya mencari nafkah itu, kadang kala sebagaian dari kita tidak menyadari atau tidak mengetahui dari mana uang yang didapatkan, darimana sumbernya. Atau kadang nafkah yang didapat masih belum ‘halal’ sehingga masuk ke dalam perut lalu menjadi darah/daging bercampur aduk. Sebab itulah agama Islam menganjurkan,tepatnya mengajarkan umatnya untuk berdoa sebelum makan dengan membaca : “Allahumma Barik Lana fiimaa Razaqtanaa Wa Qiina ‘Adzabannaar…”( Ya Allah, berikanlah keberkahan atas rizki yang telah Engkau karuniakan kepada kami,dan jauhkanlah kami dari siksa neraka..)
Do’a yang sangat simple dan pastinya semua muslim hafal karena doa tersebut telah diajarkan sejak kecil. Lalu apa hikmah dibalik anjuran membacanya..?
Dengan membaca doa tersebut merupakan bentuk kepasrahan kita terhadap apa yang telah kita makan. Tanpa adanya “campur tangan” Tuhan tak mungkin kita dapat menggerakkan tangan untuk mengambil lalu menyuapkan makanan ke dalam mulut, mengunyah, dan merasakan enak tidaknya rasa makanan. Tanpa disadari dengan membaca do’a tersebut merupakan wujud ketauhidan kita.

Dalam lafadz “Bariklanaa fii ma razaqtanaa”, (meminta keberkahan atas rizki yang telah diberikan-Nya), selain kita meminta “keberkahan” sekaligus meminta “kesucian” dari rezeki yang belum ‘bersih’ yang kita makan dan masuk ke dalam perut. Hal ini merupakan wujud ketauhidan kepada Dzat Pemberi Rezeki, bahwa siapa yang berwenang mengampuni dan membersihkan rezeki yang belum halal, kecuali Pemberi Rezeki itu sendiri.

Dari makanan pula kadang kala menjadi sebab seseorang masuk ke dalam neraka.  Maka dengan lafadz “Wa qii na adzabanaar” (memohon agar dijauhkan dari siksa neraka), kita meminta ampun dan ridlo atas apa yang kita makan, mungkin saja yang telah masuk ke dalam perut kita merupakan sesuatu yang kita lengah saat mendapatkannya yang menyebabkan terselip makanan atau rezeki yang masih syubhat. Namun hal ini bukan berarti kita dipersilahkan mencuri, korupsi, menipu, menjual diri atau menjadi mucikari demi sesuap nasi karena beranggapan bahwa dengan membaca do’a tersebut kemudian urusan selesai. Tentu yang demikian tidak dibenarkan sama sekali, bukan saja tidak benar secara etika dan norma sosial apalagi secara agama.

Mencari nafkah memang susah, namun kita tetap harus berjuang dan tetap semangat, serta tidak lupa selalu berdoa memohon kepada Alloh Swt, Dzat Pemberi Rezeki agar dijauhkan dari jalan yang haram. Kepasrahan setelah segala ikhtiar yang telah ditempuh mesti tetap terjaga. Maka dengan lafadz “Allahumma” menjadi pelajaran bagi kita bagaimana mengesakan permohonan sekaligus bentuk kepasrahan hanya kepada Allah semata.
Doa tersebut juga menjadi pelajaran bagi kita bahwa dalam hal mencari rezeki, terlebih lagi untuk menafkahi keluarga tak hanya cukup dengan “label halal” saja, namun lebih diutamakan yang mengandung berkah. Sebanyak apapun rezeki yang kita peroleh bila tanpa mengandung berkah tidak akan membuat seseorang menjadi sukses dan maju, apalagi menjadikan seseorang hidup bahagia.

Dalam bulan Ramadhan yang  barokah ini saya menasehati diri saya sendiri pada khususnya, agar tetap menjaga langkah dalam mencari rezeki agar tidak menempuh jalan yang dapat menyeret kita ke lobang neraka dan tetap berada dijalur yang mendapatkan keridhoan-Nya.
Sehingga rezeki yang diperoleh bukan saja halal, tapi juga mengandung berkah : kebaikan yang selalu bertambah nilainya.
Wallahu a’laamu bish shawaab….

%d blogger menyukai ini: