Monthly Archives: November, 2015

About Ingatan…….

Ada banyak hal yang tersimpan rapi di memori ingatan kita, menyangkut hal – hal baik maupun hal – hal yang buruk. Yang telah kita lakukan terhadap orang lain dan apa yang dilakukan orang lain terhadap kita. Tetapi banyak pula yang terlupakan begitu saja tanpa kita sadari. Entah karena waktu yang terus bergulir seiring musim yang juga datang silih berganti. Atau bahkan yang baru saja terjadi dan dialami 5 menit yang lalu.
.
Kita memiliki ingatan yang utuh tentang mereka yang kita sayangi di rumah sehingga ada kerinduan yang dalam mengajak untuk pulang saat kita pergi. Kita juga ingat peran dan tanggung jawab yang mesti dipikul oleh bahu yang sempit ini sehingga kita pun harus lekas beranjak melangkahkan kaki menguber rezeki.
.
Contoh sederhana yang lain adalah pertemanan kita di media fesbuk ini. Senyatanya kita berteman. Bayangkan jika fakta pertemanan ini tidak masuk dalam ingatan kita..? Barangkali kita akan canggung untuk saling ngobrol atau sekedar berbagi jempol. Kita saling mengingat nama dan sederet informasi yang melengkapi di profil kita. Kemudian dengan atau tanpa disadari kita mulai membangun kesan tentang berbagai kisah dan peristiwa atau pengalaman yang dibagikan dari status. Kesan yang pada akhirnya menciptakan ruang di ingatan kita untuk menjalin kedekatan. Pastilah kita bisa tertawa lepas, bergurau dengan candaan lucu yang membuat kita (barangkali) ngikik sendirian di layar monitor. Kita saling mengenal, saling terkesan, saling mengingat, juga saling menyematkan masing – masing kita sebagai siapa.
.
Kita mengenal_dan tentu saja mengingat yang namanya wadah, tempat dimana kita biasa mengisi,menyimpan atau meletakkan sesuatu. Dalam budaya Jawa, manusia seringkali disebut sebagai wadagh (baca : wadah) yang terdiri dari wadagh kasar (raga jasmaniah) dan wadagh halus (rohani). Agar tetap tampak dan tampil apik, tentu saja wadah tersebut harus senantiasa dirawat. Kita mandi, membasuh badan dari atas sampai ke bawah, menyiramnya dengan air, pakai sabun wangi, rambut dikeramasi pakai shampoo bukan rinso, berhenti sejenak ketika lelah, beristirahat saat sakit, berolahraga supaya bugar, dan kegiatan keseharian lainnya tentulah karena menjaga dan merawat badan (wadah kasar) agar tampak menawan dan sehat. Semua itu kita lakukan pastilah karena menginginkan adanya kebaikan bagi wadah kasar kita, yakni tubuh/raga. Jare sopo..?? Ya jareku ..hahaaa..
Kita mengalami hal – hal buruk terjadi dalam tubuh, itu karena kita melakukan kadar berlebihan terhadap tubuh itu sendiri. Kita seringkali abai terhadap takaran tubuh yang semestinya kita mengerti… Jare sopo meneh iki..?? Yo jareku meneh..ben gampang urusane..hahahaa..
Kita jatuh sakit,bisa jadi karena kelelahan atau mengidap penyakit bisa jadi karena berlebihan mengkonsumsi makanan tertentu. Ngantukan, itu bukan karena makan kangkung tapi karena kebanyakan makan nasi yang sangat tinggi akan indeks glikemik atau zat yang mampu menaikkan kadar gula darah. Sehingga tak heran ketika Anda banyak makan nasi maka Anda pun merasa ngantuk dengan mudahnya. Kangkung sendiri justru punya manfaat sehat mampu menurunkan tekanan darah dan menyehatkan pencernaan. Ini karena kangkung banyak mengandung kalium. Nek iki jare guru biologi..hahahahaa…
.
Seperti halnya wadah jasmani, rohani juga perlu dirawat dan merawatnya tentu berbeda dengan wadah tubuh. Manusia dibekali akal sekaligus nafsu yang sejatinya memang tidak akan pernah bisa hilang. Tapi luar biasanya Allah, Dia juga selalu memberikan cara terbaik agar wadah kita selalu terjaga. Salah satunya dengan puasa. akal dan nafsu tetap masih ada, tidak akan pernah hilang tapi mampu dijaga dan ditumpulkan oleh sebab puasa.(Nek iki jare Gusyai Muhammad Nurul Bannan..)
.
Merawat wadah rohani, intinya jangan sampai hilang ingatan alias nge – blank. Karena ingatan adalah pemantik sekaligus nyala rohani, nyala jiwa yang harus terjaga koko eksistensinya. Ingatan menjadi gerbang pintu masuk pemahaman atas realitas yang lebih utuh.
Ada banyak hal yang mendasari kita menyebut orang gila sebagai orang yang hilang ingatan. Kita akan susah menemukan sebuah sosok yang kurang waras manakala ia hanya tinggal tubuh, fisik semata. Fisiknya ada, tapi tidak dengan jiwanya. Jadi, jika ‘ingatan’ kita lemah atau malahan tanpa ingatan apapun, mungkin langkah kita pun tak tentu arah sebagaimana si kurang waras yang sering kita jumpai wira-wiri di jalanan. Karean tanpa ingatan manusia bukan siapa – siapa.. Nek iki jare Pak Eha sing tak peloni statuse saben dina..
.
Ya wis.. ini yang teringat ketika mendadak nglilir, ngopi, nyumet rokok ngrasakna urip kok kayak gini.. Jangan diingat – ingat lho ya..
.
Bakulrujak

%d blogger menyukai ini: