Monthly Archives: Januari, 2014

3 Musuh Terbesar (Belajar) Menulis di Blog

Hari kedua tantangan 100 Hari Menulis (ngeblog)….

Baiklah, sesuai dengan judulnya 3 Musuh Terbesar (Belajar) Menulis di blog, saya akan merangkum musuh – musuh yang harus saya hadapi selama ini, selama hampir dua tahun belajar menjadi seorang blogger. Mungkin teman – teman pernah merasakan apa yang saya alami.

Musuh yang saya maksud di sini bukan musuh yang nyata dan bisa kita hajar bila di depan mata. Tetapi musuh – musuh tersebut terdapat dalam diri kita. (Subjek dari kalimat ini sebaiknya ‘kita’ atau ‘saya’ ya…??)

1. Malas

Musuh yang pertama adalah malas. Waktu pertama kali membuat blog semangat menggebu – gebu, semangat untuk mengunjungi blog, semangat membuat postingan. Lama – lama mulai jenuh dan menjadi malas, terutama malas menulis postingan.

Apa sobat blogger semua pernah mengalami rasa malas ?  Lalu bagaimana cara melawan kemalasannya..?

2. Bimbang /ragu – ragu

Musuh kedua adalah bimbang. Setelah blog sudah dibuat, muncul suatu kebimbangan.
Bimbang yang saya alami di sini adalah tentang judul blog dan isi tulisan yang akan saya buat. Apa yang akan saya tuliskan di blog.?
Lagian saya ini bukan orang yang memiliki keahlian khusus.
Kalau blog  diberi judul “Dunia Sastra” saya bukan sastrawan dan sama sekali tidak paham sastra. Jika menulis tentang tutorial internet, saya bukan seorang master web. Mau menulis artikel dalam bahasa Inggris, wong mengucap kata – kata dalam bahasa Inggris lidahnya ketelan. Ngertinya cuma “owh no owh yes, ouh yes ooh no..!
Terus kalau seandainya membahas tentang dunia perbengkelan, saya ngertinya paling – paling cuma ” terima bongkar, tidak terima pasang..”

Akhirnya blog saya jadi vegetarian juga, isi blog ngalor – ngidul alias gado – gado. Selain itu judul blog juga sudah beberapa kali gonta – ganti nama.

3. Suka membanding – bandingkan

Musuh yang ketiga adalah suka membanding – bandingkan.
Biasanya ketika mengunjungi blog lain saya sering berpikir, ” blog ini keren, isinya juga bagus dan bermanfaat, sedang blog saya amburadul nggak jelas..”
“blog ini tampaknya sederhana tapi enak dibaca…”
“blog si A banyak pengunjungnya, blog ku kok sepi – sepi aja …”
Pikiran – pikiran semacam itu sering muncul ketika saya mengunjungi blog lain. Ujung – ujungnya malah membuat saya jadi malas untuk lanjut ngeblog apa enggak ya..?

Apa benar rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput di halaman sendiri…?

Itulah 3 musuh terbesar menjadi seorang blogger yang saya alami. Bagaimana dengan sobat blogger semua..? Pernahkah juga mengalami hal serupa…?

Salam persohibloggeran..

Bahasa Hantu Belau

Satu SMS masuk..
“nDul, hari minggu kita berangkat. (tanda tangan pesan : 53t!4 M3n4nT! w4l4u p3r!H)”

Saya balas : “Ya. tanda tangan pesanmu kok gaul temen. Koyo ABG wae hahaa..”

SMS balasan kembali masuk : ” Embuh iki, paling – paling kerjaan anakku.”

Saya tidak membalasnya lagi. Malas.

Bukan tentang malas membalas SMS itu yang ingin saya bahas, tapi tentang tulisan tanda tangan pesan/SMS tadi yang menjadi perhatian.
Anak si pengirim SMS yang saya terima memang masih ABG, atau istilah yang lebih gaul sekarang adalah alay.

Saya membayangkan apa jadinya Bahasa Indonesia di masa datang ketika para suku alay ini telah dewasa. Apakah masih menggunakan bahasa alay mereka dalam menulis atau sudah berganti dengan bahasa gaul yang lebih up to date pada masanya. Bukan tulisan saja, masih ada istilah – istilah gaul dalam bahasa suku alay  yang sering digunakan dalam komunikasi sehari – hari. Saya yang tidak gaul ini tidak begitu paham apa maksudnya. Mungkin bukan hanya saya, di luar sana saya yakin masih banyak para orang tua yang juga tidak mengerti dengan bahasa gaul anak – anak mereka yang ‘baru gede’ dan 4L@y.
Coba tanyakan kepada Mbok Darmi atau Mbah Karyo yang tinggal di kampung apa mereka ngeh ketika mendengar kata ‘kepoo’, jomblo, kamseupay, lebay atau lainnya. Yakin mereka hanya akan manthuk – manthuk atau malah plonga – plongo karena bingung. Ah, tidak usah jauh – jauh sampai ke Mbok Darmi atau Mbah Karyo yang barangkali bahasa Indonesia saja masih medok dan belepotan. Sekarang perhatikan kita dan anak – anak kita saja, yang setiap saat berada di sekeliling kita.

Bagi saya, atau mungkin juga Anda yang belum mengerti tulisan suku allay tentu akan dibuat bingung sesaat ketika menerima SMS atau membaca tulisan para suku AL@y di status facebook mereka….

Cy4n6Q… QmO dLaM iDopQhO q tWo, qMo
mANk cLiD wAd cYanK m qHo, tPhE qMo pLu
tHwO mY LuPi..

Q L3l@H dLaM pH3n4nT!4n..

Bayangkan seorang anak SD atau SMP selalu menggunakan tulisan Alay hampir setiap saat untuk berkomunikasi dengan semua orang, dan hal itu terus berlanjut hingga dia kuliah, apa dampaknya..???? Kalau hanya untuk digunakan dalam komunikasi terbatas sesama mereka yang akrab kita bisa memaklumi, mungkin. Lalu bagaimana seandainya jika tulisan – tulisan Alay itu juga digunakan untuk menuliskan pelajaran di sekolah, menuliskan puluhan status mereka di media sosial atau digunakan untuk menulis postingan di blog.?

Saya sedang tidak alergi atau apriori dengan tulisan suku Alay, toh tidak sedikit para blogger yang membela tulisan Alay dengan berbagai argumentasi. Silahkan berkreatifitas dan ber – Allay ria dengan tulisan dan bahasa gaulnya. Yang perlu diperhatikan adalah dampak dari tulisan Allay terhadap pola pikir dan perkembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, bahasa nasional dan bahasa persatuan di masa datang.

Saya tahu dan sadar bahwa saya bukan seorang ahli tata bahasa, penguasaan bahasa saya juga masih sangat rendah. Tapi mari kita berpikir sejenak dan memberi perhatian kepada tulisan Allay yang mungkin sedang digunakan anak – anak kita dalam menuliskan SMS, status di media sosial, atau bahkan [mungkin] untuk menuliskan pelajaran di sekolah.

You’re what you are write.
Kalau diterjemahkan bebas kurang lebih artinya siapa dirimu terlihat dari tulisanmu. Apa yang kita tulis adalah cerminan dari kepribadian. Kemampuan seseorang dalam berpikir secara logis dapat dilihat dari apa dan bagaimana dia menuliskan pesan atau kalimatnya. Kalimat yang kacau balau tidak karuan menunjukkan cara berpikir yang kusut dan kacau balau pula. Tulisan yang jernih menunjukkan sejauh mana penulisnya mampu menggunakan nalarnya dalam berpikir secara jernih pula.

Manusia merupakan makhluk kebiasaan. Perkembangan dan perubahan dalam hidup seseorang tergantung kepada kebiasaannya. Demikian juga perkembangan pola pikirnya. Kebiasaan menulis secara kacau balau semacam tulisan Alay secara bertahun – tahun kelak akan mempengaruhi kemampuan cara berpikir nalar setelah dewasa.Tegurlah anak – anak kita atau teman – temannya yang sering menggunakan tulisan Alay dalam menuliskan pesan atau kalimatnya. Jangan biarkan mereka melatih diri dalam berpikir dengan tulisan dan kalimat – kalimat yang kacau balau.
Tanpa disadari menulis kalimat bertahun – tahun secara kusut dan kacau balau, tidak karuan kesana kemari, akan mempengaruhi pola berpikir yang juga kacau balau dan silang selimpat.

Boleh percaya boleh tidak…!

Bersih

Pelajaran waktu SD dulu…..

Bersih itu indah…..

Sebuah taman akan tampak indah dan enak dipandang jika taman tersebut terjaga dan terawat agar tetap bersih. Aneka bunga dan pepohonan didalamnya senantiasa rimbun dengan dedaunan yang menghijau dan bunga – bunga bermekaran.Sebaliknya jika taman tersebut hanya dipenuhi rumput kering, kursi – kursi taman yang kotor, bunga dan dedaunan yang berguguran meranggas dibiarkan begitu saja, akan mengurangi keindahan taman dan tidak sedap dipandang mata.Maka, menjadi tugas kita bersama menjaga dan merawat taman agar tetap bersih dan asri sehingga keindahannya dapat terus dinikmati..

Sungai – sungai dan danau – danau akan kelihatan lebih indah jika air yang mengalir dan tergenang di dalamnya tetap jernih. Pepohonan yang rindang menhijau menambah kesejukan serta memberi rasa ketentraman saat berlindung dan berteduh di bawahnya, memandang gemeriyap air jernih memantulkan cahaya matahari senja yang indah ditemani kicauan burung kembali ke sarang. Saat malam mulai beranjak lampu – lampu perahu dan kapal berkelap kelip, disapu angin malam yang lembut betapa indah suasana.
Namun sebaliknya juga, sampah – sampah yang mengapung bertebaran memenuhi sepanjang sungai dan keruhnya air berlumpur yang tak lancar mengalir, pohon – pohon ditebang sembarangan, sehingga hujan yang seharusnya membawa berkah seringkali justru menjadi musibah….Maka, menjadi tugas kita untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan tidak menebang pohon tanpa menanam kembali..

Bersih itu sehat..

Diri dan lingkungan sekitar yang bersih dapat menjauhkan dari berbagai penyakit.  Sebab, kebersihan merupakan pangkal kesehatan. Merawat dan menjaga kebersihan hendaknya dimulai dari diri sendiri. Suka dan cintailah bersih – bersih. Bersih badan, bersih rumah, bersih halaman, bersih lingkungan merupakan cermin hidup sehat secara jasmaniah maupun ruhaniah….

*****

Beberapa puluh tahun kemudian….setelah memiliki anak – anak sekolah di SD..
seiring dinamisasi perkembangan penalaran dan pola pikir, pemaknaan bersih meliputi berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan penelitian dan penyelidikan secara mengendus – endus, Propengsor d’Zainal menyimpulkan bahwa seringkali bersih justru menjadi sumber beberapa penyakit jasmani maupun penyakit ruhani seperti kepala puyeng, emosional, dan mudah marah…
BERSIH menjadi sesuatu yang tidak lagi indah dan sehat pada saat :
– tunggakan kreditan ini itu menanti,
– anak rewel minta jajan,
– ditagih uang belanja dapur,
– dst….dst…dst……
kemudian mendapati situasi dan keadaan ternyata ……… DOMPET  BERSIH…SIH..SIH…..!!! *pake banget lagi………

wekekekkkkkkkk………..!

met malam …

7 Januari 2014

Pasak Bumi

Daripada waktu luang sore ini berlalu begitu saja, sepulang dari kerja saya mengajak seorang teman bernama Ris pergi ke hutan di lereng bukit sebelah untuk mencari pasak bumi.
Berbekal sebilah parang/golok kami memasuki hutan. Kebetulan beberapa hari yang lalu Ris menemukan sebatang pasak bumi, jadi kami berdua langsung menuju TKP ( Tempat Kayu Pasakbumi)  tersebut. Karena cuma ada satu batang saja, kami berniat mencari lainnya juga.
Setelah mencari – cari disekitar pasak bumi tersebut tumbuh, akhirnya kami menemukan empat pasak bumi lainnya. Rencananya pasak bumi tersebut selain untuk direbus sebagai jamu di sini juga akan dibawa pulang ke rumah.

Kayu pasak bumi, seperti yang pernah saya dengar, katanya hanya tumbuh di hutan Kalimantan. Mengenai kebenarannya saya sendiri tidak tahu. Bisa jadi pasak bumi juga terdapat di daerah lain selain Kalimantan. Untuk lebih jelasnya silahkan bertanya kepada ahli tumbuh – tumbuhan atau dukun pijat terdekat. Lho…!? hehe…

Ciri khas utama kayu pasak bumi adalah tidak memiliki akar lain kecuali satu akar tunjang yang biasanya tumbuh lurus menancap ke dalam tanah. Ciri – ciri lainya adalah batang kayu bagian atas juga tidak bercabang dan tidak memiliki ranting. Batang pokoknya menyatu utuh dari ujung akar hingga pucuk batang atas. Jika terpaksa batang pokok pasak bumi patah karena tertimpa kayu lain yang roboh atau karena tertebas, biasanya batang pokok akan mengering hingga akhirnya lapuk, dan dari pangkal batang / dari akarnya akan tumbuh tunas baru lagi.
Yang juga khas dari pasak bumi yaitu daunnya tidak akan hancur atau sobek jika diremas – remas. Tidak seperti daun kayu pada umumnya, daun pasak bumi lebih kaku dan tebal dan elastis. Kalau kita robek, ada semacam serat menyerupai benang yang lembut terdapat di dalam daun pasak bumi.
image

image

image

Untuk bisa mendapatkan akarnya secara utuh, biasanya dilakukan dengan cara mencabut akar pasak bumi tersebut dari dalam tanah. Sebenarnya bisa juga dengan cara menggali tanah sekeliling akar, namun butuh waktu agak lama dan lebih repot. Karena akar pasak bumi bisa mencapai +1 m, bisa dibayangkan berapa besarnya lobang yang akan digali. Kalau kita gali, paling tidak diameter galian juga satu meter agar dapat mencapai kedalaman akar pasak bumi. Bisa – bisa kita dikira mau membuat sumur bukannya menggali akar pasak bumi.

Mungkin ada diantara para sahabat blogger/pembaca yang berpikiran bahwa untuk dapat mencabut akar pasak bumi bukannya lebih berat dan butuh tenaga yang kuat.? Tentu saja, apa lagi biasanya pasak bumi tumbuh di tanah yang kering dan keras. Setelah bertahun – tahun tumbuh pasti akarnya sangat kokoh dan sulit dicabut.
Tetapi dengan metode khusus dan teknik tertentu…(yeeaahhhh…bahasane jiaan ngaya tenan iki….hehehee..) akar pasak bumi dapat tercabut dengan mudah tanpa harus kehilangan banyak tenaga.

Lalu bagaimana cara mudah mencabut akar pasak bumi tersebut…?
Nah, langkah – langkah berikut ini biasa saya praktekkan ketika mencabut akar pasak bumi dan pasak bumi pun dapat dicabut dengan mudah. Siapa tahu suatu saat ada diantara sahabat berada di hutan Kalimantan, kebetulan bertemu pasak bumi dan ingin mencabutnya untuk dibawa pulang bisa mencobanya.
Siapkan juga alat yang diperlukan, yaitu :

1. Siapkan seutas tali dari rotan atau tali nilon secukupnya, tapi jangan ‘Tali Kutang’ lho ya seperti judul lagu campur sari yang dinyanyikan Cak Dikin yang sedang saya dengarkan dari pemutar MP3 teman sambil menulis postingan ini..

2. Sebatang kayu dipotong panjangnya 2 – 3 m untuk menuas. Usahakan kayu yang cukup besar dan kuat/keras.

3. Gergaji, kapak, atau parang/golok.

4. Sebotol air minum.

Adapun langkah langkah mencabut akar pasak bumi adalah :

1. Jangan lupa baca doa terlebih dahulu. Doa itu penting lho ya, sebelum memulai suatu pekerjaan apa pun sangat dianjurkan untuk berdoa. Bukan begitu, sob..?

2. Potong batang pasak bumi bagian atas dengan gergaji/kapak/parang. Usahakan agar potongan tersebut rata (bagian bawah/akar yang menancap) untuk memudahkan langkah selanjutnya. Jarak potongan dari tanah kira – kira 10 cm. Gunanya agar bisa dipasang tali.

3. Ikatkan tali rotan/tali nilon tadi ke akar pasak bumi tadi.

4. Hentak/tumbuk akar pasak bumi terlebih dahulu dengan salah satu ujung kayu penuas. Bisa juga menggunakan balok/kayu lain, atau kapak. Tumbuk/ pukul akar pasak bumi tersebut hingga lebih terbenam lagi ke tanah. Fungsinya untuk mengendorkan akar dari himpitan tanah disekeliling akar biar longgar.

5. Setelah dibenamkan, pasang kayu penuas pada tali kemudian tuas akar pasak bumi hingga tercabut. Kalau merasa cukup kuat tenaganya boleh juga dicabut dengan tangan, tetapi resiko pinggang keseleo ditanggung sendiri lho ya…

6. Akar pasak bumi telah berhasil dicabut. Nah, sekarang silahkan minum air yang telah disiapkan tadi. Tentu merasa haus setelah melakukan 5 langkah sebelumnya.

Sampai di sini saja postingan kali ini, selain kantuk yang mulai terasa juga jempol sudah pegel – pegel mengetik….Mudah – mudahan ada manfaatnya.
Oh, iya saya hampir lupa…
Pasak bumi sudah lama dipercaya dan dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat/jamu. Apa saja khasiat yang didapat dan terkandung dari pasak bumi.? Embuh yo, saya nggak begitu paham..heheehee….

met malam.

Tayan, 16 Januari 2014.

%d blogger menyukai ini: