Monthly Archives: Oktober, 2012

A68. Curahan Hati

*Pernah curhat (mencurahkan isi hati)? Menceritakan isi hati kepada orang lain.
Rasanya hampir semua orang pernah curhat.
Terkadang kita mungkin berpikir bahwa masalah yang kita hadapi adalah masalah kita sendiri,tak boleh orang lain tahu.Tetapi,terkadang ada yang melupakan bahwa masalah “saya” juga perlu di “share” dan diceritakan kepada orang lain,yang tentu saja benar-benar kita percayai.

Saya biasanya menceritakan masalah yang dihadapi kepada orang lain karena sudah merasa tidak sanggup lagi untuk menyelesaikannya atau sudah buntu mencari jalan keluar.Saat-saat seperti itu kita perlu masukan atau jalan keluar dari teman tempat kita mencurahkan isi hati.

Dua hari lalu seorang teman meminta saya datang ke rumahnya.Ternyata bukan cuma saya yang dia undang,ada sahabat saya sejak di SMP juga datang.Setelah saling menanyakan kabar dan ngobrol ngalor ngidul dia,saya memberanikan diro bertanya maksud teman saya mengundang kami.Tanpa ragu dia mulai bercerita tentang keinginannya untuk maju sebagai calon legislatif pada pemilu 2014 mendatang.Saya tidak tahu harus bagaimana memberikan tanggapan.Dari segi pendidikan dan pengalaman,teman saya ini jaih lebih baik dari saya,dia sarjana teknik dan saat ini bisnis air bersih/air minum yang dia kelola juga sudah lumayan.Sementara sahabat saya yang lain seorang guru dan baru saja menyelesaikan S2-nya.Terus terang saya minder dimintai pendapatnya karena menyadari hanya seorang kuli macul.Di sisi lain juga merasa bersyukur bahwa sahabat saya ternyata tidak pernah lupa dengan pertemanan yang sudah terjalin puluha tahun.
Kami asyik berdiskusi dan saya sudah pasti hanya menjadi pendengar yang baik..tapi teman bicara yang buruk…hehehe…!

Saya tidak mau panjang lebar menceritakan “curhat” teman saya ini.Satu pelajaran yang mungkin bermanfaat dari catatan ngawur ini adalah,jika punya masalah berbagilah dengan orang yang benar-benar bisa “dipercaya”.Entah itu orang tua,sahabat,atau siapa pun teman terdekat..
Selamat mencoba!

*salam

A67.Panggilan Suci

Subhanallah,pada hari ini 9 Zulhijjah,jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul di padang Arafah dalam rangkaian inti ibadah haji.Jutaan manusia yang sedang memenuhi panggilan suci Allah guna menyempurnakan rukun Islam yang kelima,yaitu melaksanakan ibadah haji.Bersama-sama mereka mengagungkan asma Allah :
“Labbaik Allahumma labbaik,labbaika lasyarikalaka labbaik,innal hamda wanni’mata laka wal mulka,Lasyarikalak,”
(Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah,aku datang memenuhi panggilan-Mu.Sesungguhnya segala puji dan kebesaran adalah untuk-Mu semata,segenap kerajaan untuk-Mu,tiada sekutu bagi-Mu.)

Sungguh bahagia umat Islam yang mampu memenuhi panggilan Allah ini.Dengan niat menyempurnakan rukun Islam yang lima,mereka datang mengharap ridho Allah,menyambut seruan Allah dengan gema talbiyah,tahmid,dan takbir.
Berkumpulnya umat Islam dari seluruh penjuru dunia di Tanah Haram merupakan suatu bukti ajaran persatuan dalam Islam,dengan berbagai adat istiadat dan suku serta budaya mereka berkumpul serentak memenuhi panggilan Allah,bersimpuh dan bersujud dihadapan-Nya.Allahu Akbar.

Haji adalah ibadah yang sangat berat.Selain niat dan keikhlasan,haji memerlukan harta yang tidk sedikit,tenaga serta fisik yang kuat juga harus meninggalkan keluarga beserta harta benda miliknya.Ibadah haji membutuhkan kesiapan mental dan spiritual.Haji adalah sebuah perjalanan memenuhi panggilan suci,bukan perjalanan wisata untuk melihat megahnya Masjidil Haram dengan lantai marmernya yang licin serta lampu-lampunya yang juga tak kalah indah.Pada hakikatnya yang dikunjungi bukanlah “rumah”nya melainkan Sang Empunya rumah.Bukan pula sekedar bertujuan agar dapat mencium “hajar aswad” atau “si batu hitam” belaka,namun mendekati Sang Empunya alam semesta,Allah Azza wa Jalla.

Wukuf di Arafah menjadi lambang keberrsamaan,dengn pakaian sederhana,putih tanpa jahitan,seluruh jamaah haji tanpa pandang ras,pangkat,jabatan,atau apapun semua berkumpul mengagungkan Asma Allah.Ditempat yang sama mereka wukuf,thawaf,sai,jumrah dalam suasana senasib dan sperjuangan.Masing-masing meluruskan niat hanya kepada Allah.Membersihkan jiwa dan fikiran dan setelah kembali ke negeri masing-masing membawa oleh-oleh rasa persatuan yang kokoh dan kemabruran.

Sa’i;berlari kecil antara bukit Safa dan bukit Marwah,merupakan upaya meraih kesucian (shafa) dan pemeliharaan diri (muru’ah).Mereka yang mendaki bukit Marwah tanpa dapat melihat kebenaran yang tersembunyi ini tidak mendapat apa apa dari ritual ini.

Tidak semua umat Islam dapat dengan mudah melakukan ibadah haji memenuhi panggilan suci,konon seringkali tidak disangka-sangka.Saya pernah baca dan mendengar berita ada orang pergi haji yang seperti itu,ada juga menunaikan ibadah haji dari uang jerih payah menjadi tukang becak,tukang cukur,atau menabung puluhan tahun.Ada pula yang berangkat haji atas biaya dinas alias haji abidin.Biasanya dari kalangan pejabat pemerintahan.(Wah! uenak tenan ya berangkat haji gratis..)

Semoga saudara-saudara kita kaum muslimin yang sedang menunaikn ibadah haji dapat menemukan kebenaran (mabrur) dan setelah pulang ke kampung masing-masing diwujudkan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari.Mabrur atau tidaknya haji adalah ketika yang bersangkutan mampu meningkatkan kualitas amal saleh,kedermawanan,kerendahan hati,dan akhlak mulia lainnya sekembalinya dari berhaji merupakan isyarat dari kemabruran haji seseorang.

Sahabat-sahabat SukananyA,pernah tidak terbayang dalam pikiran kalian,”Kapan yuk kita menunaikan ibadah haji bareng-bareng ??”
Dalam hati sama-sama kita niatkan,”Aku akan memenuhi panggillan suci-Mu ya Allah”
Atau barangkali ada diantara sahabat yang tahun depan berencana menunaikan ibadah haji ? Semoga terkabul keinginannya.
Salam…

A66.Kemewahan

Bagi saya,kemewahan bisa datang dari mana saja termasuk hal-hal yang kita anggap sepele dan sederhana.Seperti saat duduk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati (semacam) makan malam,meski hanya dengan lauk tempe dan sambal bawang serta minum segelas air putih dingin.Rasa nikmat dan syukurnya barangkali bisa saja melebihi mereka (yang benar-benar) makan malam di restoran mahal dengan aneka lauk dan menu makanan semeja penuh serta minuman anggur dari benua eropa yang mahal harganya,tetapi dihantui perasaan takut kolesterol,darah tingginya kambuh atau tuntutan pekerjaan yang kunjung henti.

Sungguh sebuah kemewahan yang terkira ketika duduk bersama keluarga dan mendapati wajah-wajah ceria kedua anak yang sesekali diselingi senyuman.Senyuman yang benar-benar tulus seakan bersama senyuman itu dari mulut kecil mereka mengalir ucapan terima kasih dan syukur atas hidangan yang mewah dan lezat ini.Saat mereka berebut potongan-potongan tempe serasa ada butir-butir yang ingin terjatuh dari pelupuk mata.Entah karena suka,bahagia atau sedih.Ada rasa haru dan bangga menyelimuti bahwa jerih payah ini sungguh sangat berarti rupanya.Ada rasa sedih terselip diantaranya ketika terlintas ternyata belum seberapa yang bisa kami ( sebagai orang tua) berikan untuk mereka.

Bagi orang lain mungkin ini hanyalah sesuatu yang sangat sederhana.Sesuatu yang biasa terasa luar biasa ketika rasa syukur mengalir bersamanya,walau cuma sebatas tegukan segelas air putih.bersamanya tetap yakin dan pasti mengalir pula kebesaran dan cinta Sang Pencipta,Allah Azza wa Jalla. Mengalir bersama cinta yang mengiringi kehidupan.Semakin dibuat mengerti betapa berharganya hidup…betapa berharganya waktu…betapa semua adalah kemewahan…

A65. Apa Kabar

Sebelumnya saya minta maaf kepada teman-teman narablog yang sudah berkomentar tetapi belum saya balas.Selama sebulan ini sama sekali tidak pernah ngutak-atik blog.Insya Allah meskipun terlambat komentar-komentar yang masuk akan saya balas.Mungkin lebih baik terlambat ya dari pada tidak sama sekali…??hehehe..

Oh iya,apa kabar teman-teman narablog yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik ?? Semoga semua sehat dan murah rezekinya. Aamiin…

%d blogger menyukai ini: