Monthly Archives: Maret, 2013

PR 2 Itupun Melayang….

Kang Kuli baru saja mendapat pengalaman berharga dari dunia per – blog – an. Blog dengan domain alfulky.wordpress.com yang sebenarnya sudah memiliki PR 2 sekarang njeglek se –njeglek -njeglek – nya. Huft.! Alias tidak memiliki pagerank sama sekali…
-wadewh…….!!tolong…!!->

Iklan

Pergi Karena Kerja Pulang Karena Cinta

” Pergi Karena Kerja, Pulang Karena Cinta “

Ini bukan judul sinetron atau kisah di film – film yang biasanya berakhir dengan yang sabar dan kalahan pasti menang di akhir episode.
Kang Kuli hanya sekedar belajar merefleksikan pengalaman pribadi saja dan mengambil pelajaran beberapa kejadian yang terjadi di sekitarnya.

Kang Kuli kadang berpikir, banyak lelaki yang setiap keluar rumah pamitnya kerja mencari nafkah,mencari uang alasan untuk anak istri, tetapi begitu sudah terkumpul buat senang – senang sendiri lupa keluarga, malah tidak sedikit yang membuat komunitas anak istri baru di luar sana..wkwkwkw.

Kang Kuli meniteni,yang mungkin keliru, bahwa sejauh apa pun seorang lelaki pergi melangkah menyusuri setiap sudut bumi dan setiap jengkal tanah untuk mencari,mencari, dan mencari…hanya saat dia kembali kepada keluarganya – lah dia menemukan kebahagiaan..
Dengan segala kehormatan dan keperkasaannya lelaki mungkin bisa berbangga diri dan angkuh, tetapi harus juga diingat bahwa satu – satunya kesombongan yang barangkali direstui oleh Tuhan adalah membanggakan kebahagiaan keluarga sendiri..
Percuma saja kan kalau membangga – banggakan kebahagiaan keluarga lain ( keluarga Presiden misalnya..) sementara keluarga sendiri kleleran…..
Mencari nafkah itu wajib,untuk keluarga. Tetapi selalu ada untuk keluarga itu juga wajib.Tidak perlu ngoyo kerja mencari duit sampai lupa keluarga, lupa anak istri. Toh duit akhirnya juga buat mereka..

Kang Kuli yang Djarum Super alias Djarang di rumah suka pergi, bahkan berbulan – bulan, blusuk an di kampung orang kadang di tengah hutan berusaha mengais rezeki sudah sering merasakan betapa tidak enak dan nelongsonya berpisah dari keluarga. Berbahagialah Anda yang selalu berkumpul bersama keluarga…sebab senyatanya kita tidak pernah tahu sampai kapan diberi kesempatan untuk berkumpul bersama mereka. Cintai dan sayangi mereka sepenuhnya. Tak perlu memikirkan orang yang dengan sengaja atau tidak membuat hidup merasa tidak nyaman. Kang Kuli cuma mengingatkan (kepada diri Kang Kuli khususnya) ,,bahwa lebih baik memiliki tiang pendek yang berkibar penuh daripada tiang yang tinggi tetapi bendera berkibar setengah tiang….

Tidak layak disebut seorang pria jika tega membiarkan orang – orang yang terkasih terjerembab dalam ketidakbahagiaan. Bagi seorang pria pengasih, orang – orang terkasih akan selalu memberikan inspirasi, motivasi, gairah dan semangat.. Jadi,ketika dia beranjak pergi, dia pergi karena kerja,dan pulang karena cinta….. Mungkin dia boleh gagal menjadi pria (karir), boleh diremehkan saat menjadi suami, tapi tidak boleh gagal menjadi seorang “bapak “…
Kedengarannya memang sok idealis ya..namun tidak ada salahnya dicoba. Siapa tahu bisa merubah setting hidup kita..

*terinspirasi dari obrolan dengan seorang kawan perantau bernama Mas Budi.. matur thank you for your inspiration…

Sintang, 2 April 2013

Hemat (Bukan) Pangkal Kaya

Hemat pangkal kaya. Begitu pepatah lama mengatakan. Tapi apa benar jika kita hidup hemat akan menjadi kaya..?
Pertanyaan ini muncul hasil perenungan dan semedi di pinggir sumur seorang Kang Kuli yang sebenarnya punya cita – cita kaya tapi belum kesampaian. Atau mungkin juga ada Kang Kuli lainnya yang juga punya pertanyaan serupa. Walaupun pertanyaan setengah koplak yang entah perlu dijawab atau tidak, tapi setelah di nolar nalar dan diwolak – walik, ternyata hemat bukan satu-satunya pangkal/faktor seseorang menjadi kaya. Seseorang bisa saja kaya karena faktor keturunan atau mungkin karena mendapat harta karun lalu kaya mendadak. Jiahahah…faktor yang kedua ini bisa dibilang “ngimpi.ii….!”

Menurut hasil pemikiran Kang Kuli,berdasarkan penengeran dan meniteni beberapa orang kaya,ternyata kaya itu bukan thok melok karena hemat,tetapi karena kerja. Lho iya to, coba dipikir – pikir sambil nyruput kopi anget atau sambil nglepus rokok linthingan. Percuma saja berhemat pol – polan tapi nggak pernah kerja. Lha terus yang mau dihemat apanya..?? Wong penghasilan saja ora gableg kok arep hemat. Wkwkkk..! Iya kan?
Ini cuma kalkulasi taktis berdasarkan logika ngawur Kang Kuli. Yang benar ya kerja supaya punya penghasilan,punya uang,barulah belajar hemat.!

Saat kita berbicara tentang hidup hemat banyak orang menyangka bahwa hemat itu tidak beda dengan pelit.!! Apa betul begitu ? Tentu saja tidak.! Menurut nalar seorang Kang Kuli, hemat merupakan kondisi antara boros dan pelit. Maksudnya jangan terlalu pelit juga jangan terlalu boros. Hemat adalah sikap menggunakan harta pada hal – hal yang diperlukan. Tidak menghambur – hamburkan dan juga tidak pelit bin kikir alias bakhil.
Sedangkan pelit alias kikir adalah menyimpan dan menimbun harta sampai – sampai untuk keperluan diri sendiri saja pun tidak akan mau mengeluarkan hartanya,apalagi untuk keperluan orang lain.
Saya pernah membaca tentang seorang bernama Charles Huffman yang ditemukan tewas di jalanan di kawasan kumuh Broklyn,New York tanpa sepeser pun uang di sakunya. Polisi yang mengusut kasus itu menemukan bahwa si Huffman ini tinggal di sebuah kamar kost yang dia sewa dengan harga kurang lebih Rp 85.000 setiap minggu.
Sepintas mungkin cerita ini tidak menarik,namun yang mengejutkan dari kamar kost itu polisi juga menemukan buku rekening bank dan sertifikat saham senilai lebih dari $ 500.000,-…….!!!
Bayangkan,kalau kita yang punya harta sebanyak itu mau digunakan untuk apa ?  Apakah mau dengan harta sebanyak itu kita mau tinggal di kamar kost yang sempit dan kumuh seperti si Huffman ?? 
Sayang, si Huffman terlalu keliwat hemat hingga menjadi pelit sampai – sampai dia menelantarkan diri sendiri dan hidupnya berakhir mengenaskan.!!

Cerita si Huffman tadi setidaknya bisa memberi sedikit gambaran untuk membedakan antara hemat dan pelit. Jangan karena ingin hidup hemat lalu menggiring kita menjadi pelit. Sebab, hemat (bukan)  pangkal pelit,dan pelit (bukan)  pangkal kaya. Kalau sudah pelit belum juga kaya artinya harus cepat – cepat sadar dan memohon ampun pada Yang Maha Memberi.  Bagaimana pun harta adalah amanah yang harus dijaga dan ada pertanggungjawabannya kelak di kemudian hari.
Kalau mau kaya harus mau pula bekerja,jangan cuma hemat tapi nggak pernah kerja..yo entek alas entek omah.. Hemat tidak akan menjadikan kita kaya kalau pekerjaan sebagai sumber penghasilan memperoleh harta saja kita tidak punya. Bersenang – senang boleh saja namun alangkah indahnya bila tidak terlalu boros dan menyisihkan sedikit untuk tabungan merupakan hal yang bijak.
Tulisan ngalor ngidul tanpa juntrung ini hanya pendapat pribadi Kang Kuli saja. Belum tentu benar.

Belum Ada Judul

Sudah hampir empat bulan tidak main ke dunia maya dan sudah hampir lupa juga jalan menuju ke sana. Terakhir main – main ke dunia maya dompet saya ketinggalan,meskipun tidak berisi uang tapi ada beberapa dokumen penting, terutama catatan hutang di warung Mas Paidin. Barangkali ada di antara para pengunjung dunia maya yang menemukan dompet tersebut tidak perlu repot mengembalikan, cukup bayarkan saja hutang saya pada Mas Paidin. Hiks…..!

Yah, namanya saja jaman kemajuan, bentar – bentar buka internet, segala hal menjadi mudah,pengetahuan apa saja tersedia. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan dan menggunakannya. Di internet yang juga disebut dunia maya kita bisa ngobrol (chatting) dengan teman dan bahkan orang lain yang sebenarnya bukan teman kita di dunia nyata. Mau jual beli, atau sekedar cari informasi, semua bisa dilakukan lewat internet. Rasanya dunia semakin sempit dan kecil saja. Malah ada yang bilang “Dunia dalam genggaman “.

Hiks, kadang terasa aneh dan lucu ketika menyaksikan seseorang cekikak – cekikik sendirian menghadap laptop atau handphone sambil pencet – pencet keypad. Ada juga Mbakyu Paijem yang betah seharian menghadapi layar jelajah sana – sini katanya mencari resep masakan, begitu selesai browsing langsung menuju warung tegal dan menu masakannya juga nggak jauh – jauh dari kulup godhong singkong sama sambel bawang ples krupuk.

Memang menyenangkan menjelajah dunia maya. Apalagi menjalin pertemanan di jejaring sosial, berinteraksi dengan mereka dari belahan dunia lain. Saling bertukar ilmu, berbagi cerita, berbagi foto dan info, berbagi pengalaman, dan saling menyapa tanpa memandang status sosial,golongan,suku dan agama.
Termasuk saya, dengan sedikit gengsi biar nggak dibilang ketinggalan jaman juga ikut ambil bagian menjadi amfibi, hidup di dua alam. Alam nyata dan maya. Bermodal pulsa utangan sesekali saya njegur ke kolam dunia maya yang kelihatan sangat jernih airnya padahal bisa saja ada buayanya. Jiahh…..!
Terkadang timbul dalam pikiran saya, suatu saat akun – akun di dunia maya akan tidak aktif atau jebol , masihkah ada pertemanan seakrab dan semesra selama ini……????”

Masihkah..???

%d blogger menyukai ini: