Tahu Tidak

tidak tahu tidak tahu tidaktahu
jahil
menjauhlah

tidak tahu tahu tidaktahunya
sadar
ajari

tahu tidak tahu tahu
tidur
bangunkan

tahu tahu tahunya
ikutilah

cari tahu dalam tidak tahu

zain

Iklan

8 responses

  1. banyak sekali kata *tahu* di postingan ini

    Suka

    1. penulisnya pula makan ‘tahu’ soalnya. . .
      Terima kasih sudah menyempatkan mampir. .
      Maaf suguhannya tidak menarik,maklum saja pemiliknya ‘tidak banyak tahu,juga tidak tahu banyak’

      Suka

      1. sama sama

        waktu baca postingan di atas yang terbayang malah menu dari tahu, soalnya aku suka banget apa apa yang terbuat dari tahu

        Suka

      2. Wow..penyuka menu tahu juga. . Sepertinya menu tahu saya bisa dicoba..Tapi menu ala orang kampung . . .

        Suka

  2. Tentu kita harus cari tahu apa2 yang seharusnya diketahui….

    Suka

  3. sekuel dari puisi sebelumnya ya? 😀
    btw itu terakhirnya “di ujung sajadah usang” ??? sajadah buat sholat mas, bukan buat ngeblog… 😆

    Suka

    1. Bisa jadi ya. . .Soalnya puisi sekenanya. -Hehehe. . .
      Nulisnya di sepertiga malam sambil bersila usai (titik titik)

      Suka

  4. kata merupa mantra. mantra tanpa kata.
    karena tidak tahu makan cari tahulah. biar tahu nantinya. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: