A68. Curahan Hati

*Pernah curhat (mencurahkan isi hati)? Menceritakan isi hati kepada orang lain.
Rasanya hampir semua orang pernah curhat.
Terkadang kita mungkin berpikir bahwa masalah yang kita hadapi adalah masalah kita sendiri,tak boleh orang lain tahu.Tetapi,terkadang ada yang melupakan bahwa masalah “saya” juga perlu di “share” dan diceritakan kepada orang lain,yang tentu saja benar-benar kita percayai.

Saya biasanya menceritakan masalah yang dihadapi kepada orang lain karena sudah merasa tidak sanggup lagi untuk menyelesaikannya atau sudah buntu mencari jalan keluar.Saat-saat seperti itu kita perlu masukan atau jalan keluar dari teman tempat kita mencurahkan isi hati.

Dua hari lalu seorang teman meminta saya datang ke rumahnya.Ternyata bukan cuma saya yang dia undang,ada sahabat saya sejak di SMP juga datang.Setelah saling menanyakan kabar dan ngobrol ngalor ngidul dia,saya memberanikan diro bertanya maksud teman saya mengundang kami.Tanpa ragu dia mulai bercerita tentang keinginannya untuk maju sebagai calon legislatif pada pemilu 2014 mendatang.Saya tidak tahu harus bagaimana memberikan tanggapan.Dari segi pendidikan dan pengalaman,teman saya ini jaih lebih baik dari saya,dia sarjana teknik dan saat ini bisnis air bersih/air minum yang dia kelola juga sudah lumayan.Sementara sahabat saya yang lain seorang guru dan baru saja menyelesaikan S2-nya.Terus terang saya minder dimintai pendapatnya karena menyadari hanya seorang kuli macul.Di sisi lain juga merasa bersyukur bahwa sahabat saya ternyata tidak pernah lupa dengan pertemanan yang sudah terjalin puluha tahun.
Kami asyik berdiskusi dan saya sudah pasti hanya menjadi pendengar yang baik..tapi teman bicara yang buruk…hehehe…!

Saya tidak mau panjang lebar menceritakan “curhat” teman saya ini.Satu pelajaran yang mungkin bermanfaat dari catatan ngawur ini adalah,jika punya masalah berbagilah dengan orang yang benar-benar bisa “dipercaya”.Entah itu orang tua,sahabat,atau siapa pun teman terdekat..
Selamat mencoba!

*salam

Iklan

15 responses

  1. dicurhati sama dengan dipercayai.. =)
    selamat ya mas.. menjadi pendengar yang baik itu, setidaknya buat saya, sulit…

    Suka

    1. pilihannya cuma dua,mbak..
      jadi pendengar atau kabur..heje…

      Suka

  2. Curhat yang spesial, maksudnya bukan kayak curhatan pemuda pemudi gitu πŸ™‚

    Suka

    1. ini juga special pake telor lho,,hehehe

      Suka

  3. wah .. berarti sampeyan termasuk orang yg bisa dipercaya kang πŸ™‚ selamat ya

    Suka

    1. matur nuwun,mbak..( dadi isin.) hehe

      Suka

  4. apa dia nggak minta pendapat mas zainal???
    hehe…
    kalo saya mungkin cuma manggut2 aja πŸ˜†

    Suka

    1. saya juga manggut-manggut aja mas,sebagai tanda ora mudheng..he.he.

      Suka

  5. Berbagi persoalan dgn sahabat akan terasa persoalan menjadi lebih ringan, walau mungkin belum ada jalan keluarnya….dan itulah gunanya teman, itu pendapatku…he…he….salam sukses

    Suka

    1. terima kasih komentarnya,Bang..
      jadi dapat ide buat nulis ttg gunanya teman..(mungkin ini salah satu gumanya teman..hehehe)

      Suka

      1. Terus berkarya…salam sukses

        Suka

  6. hikssssssssss…………….

    Suka

  7. kalau saya lebih sering larinya ke sahabat . salam kenal mas πŸ˜€

    Suka

    1. salam kenal kembali,,terima kasih kunjungannya..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: